Yayasan Kalla : Mahasiswa Jangan Buat Tugas Akhir RIP

0
832

MediaKALLA.co.id – Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk mengatasi problematika masyarakat terutama di desa dan daerah kumuh perkotaan dengan membuat tugas akhir yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk hal tersebut. Demikian yang disampaikan oleh Koordinator Yayasan Kalla, Syamril dalam seminar Kompetisi Beasiswa Tugas Akhir di Kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Ahad (13/3). Seminar yang sama juga berlangsung sehari sebelumnya di Aula Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang Tamalanrea. Dari dua kampus tersebut, total peserta mencapai sekitar 800 mahasiswa Tingkat D3 dan D4.

Kompetisi Beasiswa Tugas Akhir D3 dan D4/S1 yang digagas oleh Yayasan Kalla, kata Syamril, adalah program yang sengaja digulirkan melihat banyaknya tugas akhir mahasiswa yang hanya bertumpuk memenuhi rak perpustakaan tanpa bisa dimanfaatkan, “Pak Jusuf Kalla (JK) suatu saat pernah menyinggung soal banyaknya penelitian yang Rest in Paper (RIP) alias hanya sekedar diatas kertas. Mahasiswa, misalnya, membuat Tugas Akhir hanya agar dapat lulus kuliah, dosen hanya agar dapat naik pangkat atau pengurus fungsional suatu organisasi hanya untuk kepentingan LPJ. Alangkah bermanfaatnya jika penelitian mereka bisa digunakan untuk mengatasi problematika masyarakat , tentu akan lebih bisa berdampak signifikan,” tandas alumni ITB Bandung ini.

Imbauan senada disampaikan pula oleh Manager Community Development Yayasan Kalla, Abdul Hakim, “Di desa desa terpencil dampingan Yayasan Kalla yang tersebar di empat kabupaten meliputi Maros, Bone, Gowa dan Jeneponto banyak sekali hal hal yang bisa diteliti oleh mahasiswa tingkat akhir PNUP dan Poltekkes seperti minimnya teknologi dan mekanisasi hasil pertanian, kurangnya penguasaan IT oleh masyarakat desa, banyaknya masalah masalah kesehatan dan lingkungan meliputi Demam Berdarah, tingginya angka kematian ibu dan bayi, sanitasi buruk, adalah topik topik penelitian yang urgent untuk diangkat oleh mahasiswa tingkat akhir.” urai pria yang akrab disapa Hakim ini.

Sementara bagi mahasiswa yang tidak ingin terlalu jauh meneliti di desa, lanjut Hakim, Yayasa Kalla siap memfasilitasi mahasiswa tingkat akhir yang ingin meneliti di kawasan kumuh Kota Makassar yakni Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang dan Kelurahan Panampungan Kecamatan Mariso. Dua lokasi tersebut menjadi binaan Yayasan Kalla. “Di Pampang dan Panambungan ini, problem kesehatan dan lingkungan serta fenomena social semakin kompleks. Contohnya di Panambungan, sampah bertebaran menumpuk dimana mana, sampai memenuhi halaman masjid, masyarakat masih senang buang hajat sembarangan. Begitu pula di Panambungan, sanitasi sangat buruk. Jika anda, mahasiswa selalu mengatakan sebagai agen perubahan masyarakat, saya menantang anda, untuk tidak hanya sekedar klaim tapi memberikan aksi nyata dengan meneliti langsung dilapangan dengan mengikuti program ini” tandas alumni Ohio State University ini.

Hakim berpesan bagi mahasiswa yang tertarik agar segera mendaftarkan diri dan menyetorkan proposal tugas akhirnya melalui kampus yang telah ditunjuk. Setelah itu, Yayasan Kalla akan menyeleksi proposal sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang telag ditentukan. Bagi mahasiswa tingkat akhir yang terpilih, akan diberikan reward berupa dana penelitian tugas akhir. [Ali Syahbana]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.