Yayasan Kalla Gelar Seminar Parenting di Wisma Kalla

0
556

MediaKALLA.co.id – Sebanyak 115 orang mengikuti seminar parenting bertemakan ‘Cerdas Menghadapi Perkembangan Psikologis Anak Dalam Era Layar’. Kegiatan yang digagas Yayasan Kalla ini berlangsung di Saoraja Ballroom, Wisma Kalla lt.2, Makassar, Kamis, 22 Desember 2016.

Penanggungjawab kegiatan, Meita. A. Kuncoro mengatakan bahwa seminar sehari ini dilaksanakan untuk memperingati momen Hari Ibu dengan berbagi ilmu tentang pola asuh anak di masa kekinian. “Pembicaranya yakni Dra. Elia Daryati Rahayu, Psi, M.Si.”, sebutnya.

Meita menyebutkan bahwa para peserta bukan hanya istri-istri karyawan ada pula beberapa perwakilan dari kampung binaan Yayasan Kalla yang diundang. “Menariknya, banyak pula bapak-bapak yang antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Elia Daryati di hadapan para peserta menyampaikan banyak hal terkait pendampingan anak remaja di era digital, ketahanan keluarga dan penerapan disiplin bertahap sesuai usia perkembangan anak. “Sekarang ini sudah berubah dari touch skin to touchscreen, maksudnya adalah, dulu ketika kita menangis maka orang tua akan menggendong kita agar berhenti menangis, sehingga ada kedekatan emosional, sekarang ini ketika anak menangis, langsung diberi HP yang ada games atau musiknya,” bebernya.

Elia secara gamblang menerangkan bahwa banyaknya kasus yang terjadi di era peradaban saat ini, membuat anak sangat mudah terjerumus ke hal-hal negatif. Perkembangan gadget dan meluasnya jaringan internet telah membatasi kita dengan anak. Ditambah lagi sibuknya orangtua menjadi penghalang komunikasi dengan anak, sehingga dunia maya menjadi jalan pelarian bagi dirinya yang masih labil. “Jadi sadarkah, di mana posisi kita di dalam hati anak,” gugahnya.

Resiko yang sering dihadapi anak dan remaja sekarang ini yang paling besar adalah tentang pornografi. Kapan, dan dimanapun mereka bisa mengakses fitur pornografi melalui gadget yang diberikan, lanjutnya.

Karena itu, Elia berpesan agar dalam mendidik anak, orangtua harus memahami bagaimana menghadirkan kasih dalam diri anak, mengajarkan untuk menggunakan internet secara sehat dan yang terpenting adalah orangtua menjadi psikolog pertama bagi anak. “Kalau gempa bumi berpotensi tsunami, maka pornografi yang dilihat anak umumnya tanpa sengaja, lewat peralatan teknologi ditangannya berpotensi tsunami jiwa dengan kerusakan otak permanen,” tandasnya. [Azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.