Yayasan Kalla Ekspor 1 Ton Markisa ke Singapura

0
718

MEdiaKALLA.com – Setelah melakukan pengiriman perdana markisa ke Singapura pekan lalu, pekan ini Yayasan Kalla kembali melakukan pengiriman markisa ke negeri singa tersebut. Jika pada pengiriman pertama hanya dikirim 500 kg, maka pada pengiriman tahap ke dua, yakni pada Kamis, 26 Desember 2013 ini jumlahnya meningkat 100% menjadi 1000 kg (1 ton).

Peningkatan jumlah ekspor markisa daratan rendah ini seiring dengan dengan jumlah permintaan yang juga meningkat. ” Alhamdulillah, sesuai harapan kita sebelumnya, markisa yang kita kirim mampu diterima baik oleh pasar disana, ” kata Syamril.

Koordinator Yayasan Kalla ini menjelaskan bahwa markisa yang dikirim ini merupakan hasil budidaya masyarakat Kec. Kelara Kab. Jeneponto. Yayasan Kalla menjadi fasilitator dalam menjembatani dengan pembeli yang ada di Singapura. ” Kami mencoba membuka peluang pasar, agar hasil budidaya ini bisa bernilai ekonomi tinggi. Sehingga masyarakat setempat bisa lebih giat lagi dalam membudidayakan markisa ini, ” ujarnya.

Ekspor markisa ini juga merupakan salah satu implementasi dari program Yayasan Kalla dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Nantinya Yayasan Kalla tidak hanya sekedar menjadi membeli saja, tetapi akan turut serta dalam pengembangan budidaya markisa ini, melalui pembimbingan, penyuluhan dan pelatihan, mengakomadir terbentuknya koperasi masyarakat hingga memfasilitasi terbentuknya home industri markisa. ” Home industri yang akan kita jalankan pada Februari 2014, saat musim panen raya tiba yakni dengan pengelolaan markisa menjadi sirup, ” tuturnya.

Yayasan Kalla sendiri menargetkan pengiriman markisa minimal 1 ton per pekan ke Singapura. ” Di samping itu, kita akan coba membuka pasar di negara lain, sedangkan untuk pasar domestik, akan dicoba memasarkan di Jakarta mulai pekan depan, ” pungkas Syamril.

[azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.