Yayasan Kalla Ajak Mahasiswa Pertanian Unhas Meneliti di Desa

0
633

MediaKALLA.co.id – Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk mengatasi problematika masyarakat. Problem hany mesti diatasi terutama di desa dan daerah kumuh perkotaan dengan membuat tugas akhir yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk hal tersebut.

Demikian yang disampaikan oleh Manager Community Development Yayasan Kalla, Abdul Hakim dalam seminar Kompetisi Beasiswa Tugas Akhir yang berlangsung di Kampus Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Rabu, 30 Maret 2016. Seminar ini dihadiri sekitar 200an mahasiswa.

Kompetisi Beasiswa Tugas Akhir yang digagas oleh Yayasan Kalla, kata Hakim, adalah program yang sengaja digulirkan melihat banyaknya tugas akhir mahasiswa yang hanya bertumpuk memenuhi rak perpustakaan tanpa bisa dimanfaatkan. “Pak Jusuf Kalla suatu saat pernah menyinggung soal banyaknya penelitian yang Rest in Paper (RIP) alias hanya sekedar diatas kertas,” ujarnya mencontohkan.

Menurut Hakim, mahasiswa, misalnya, membuat Tugas Akhir hanya agar dapat lulus kuliah, dosen hanya agar dapat naik pangkat atau pengurus fungsional suatu organisasi hanya untuk kepentingan LPj. “ Alangkah bermanfaatnya jika penelitian mereka bisa digunakan untuk mengatasi problematika masyarakat , tentu akan lebih bisa berdampak signifikan,” tandas alumni S2 Ohio State University ini.

Hakim berpesan bagi mahasiswa yang tertarik agar segera mendaftarkan diri dan menyetorkan proposal tugas akhirnya melalui kampus yang telah ditunjuk. Setelah itu, Yayasan Kalla akan menyeleksi proposal sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang telag ditentukan. Bagi mahasiswa tingkat akhir yang terpilih, akan diberikan reward berupa dana penelitian tugas akhir.

Hal senada disampaikan pula oleh Sarjana Pendamping Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS), Kiki Khrisnawati. Program DBS merupakan program yang meanungi desa desa binaan Yayasan Kalla meliputi Maros, Bone, Gowa dan Jeneponto, “Di desa desa terpencil dampingan Yayasan Kalla yang tersebar di empat kabupaten ini banyak sekali hal hal yang bisa diteliti oleh mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian Unhas seperti pemanfaatan pekarangan rumah masyarakat desa untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, penerapan teknologi pada pertanian dan pelatihan hidroponik. Mahasiswa Tekpert misalnya bisa meneliti pemanfaatan teknologi pemotongan bawang, mahasiswa budidaya proteksi juga misalnya bisa meniliti kenapa semangka lokal masyarakat bisa busuk, minimnya teknologi dan mekanisasi hasil pertanian. Semua itu adalah topik topik penelitian yang urgent untuk diangkat oleh mahasiswa tingkat akhir.” urai gadis alumni pertanian Unhas ini. [Ali Syahbana]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.