Yakin dengan Janji Allah

3
609

MediaKALLA.com – Biasanya kalau buat undangan pernikahan, ayat Al Qur’an yang lazim dicantumkan yaitu Surat Ar Ruum : 21 tentang mawaddah warahmah. Tapi saya waktu itu tahun 1999 di undangan pernikahan mencantumkan ayat yang berbeda yaitu :

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An Nuur : 32)

Mengapa mencantumkan itu? Saya ingin membuktikan janji Allah “Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”. Apakah saya tidak percaya dengan ayat itu? Tentu saja percaya karena ia merupakan firman Allah dalam Al Qur’an. Biar tambah yakin maka saya akan buktikan sendiri dengan menjalaninya, berawal dengan mencantumkan di undangan pernikahan.

Memang waktu itu saya menikah masih status mahasiswa. Meski belum lulus kuliah, saya bersama teman-teman mahasiswa ITB dari berbagai jurusan sudah punya perusahaan kecil di bidang teknologi informasi. Alhamdulillah sudah bisa mandiri meskipun belum memadai. Saya menilai diri rasanya sudah wajib untuk menikah biar bisa menjaga diri dari berbagai godaan pergaulan. Maka saya pun putuskan untuk melamar calon istri. Berbekal sumber nafkah dari perusahaan kecil tersebut, Alhamdulillah lamaran saya diterima.

Ternyata setelah undangan beredar, cobaan datang. Bisnis yang saya jalani dengan teman-teman bubar atau bangkrut dengan menyisakan utang. Kondisi ini tidak membuat saya berputus asa. Bagaimana menghadapinya? Bismillah. Berbekal keyakinan akan janji Allah di ayat tersebut maka saya pun menjalani pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Tapi tentu juga harus ada usaha dan kerja keras dan itu pun berawal dari keyakinan akan firman Allah tentang rezki berikut :

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz). (Q.S. Huud : 6)

Kata ‘dabbah’ yang diterjemahkan melata bisa juga bermakna bergerak. Binatang saja Allah jamin rezekinya selama tidak diam, pasti manusia pun demikian. Jadi selama kita tidak bermalas-malasan, terus bergerak berusaha mencari rezeki dengan bekerja maka Allah akan memberi rezeki.

Maka saya pun terus bergerak, mencoba membuka usaha baru bersama teman alumni Salman ITB. Kami menawarkan kerja sama kegiatan pendukung pendidikan pada beberapa sekolah sampai akhirnya saat saya bersama teman mendatangi sebuah sekolah SMP Islam di Dago Bandung, tawaran program kami diterima. Bukan hanya itu, malah kami ditawari menjadi guru di SMP tersebut. Saya ditawari jadi guru Fisika. Tawaran itu pun saya terima karena yakin bisa mengajar fisika tingkat SMP. Secara ilmu tidak terlalu sulit dibandingkan pelajaran kuliah saya di Teknik Fisika ITB. Apalagi memang butuh penghasilan untuk menghidupi diri dan istri. Alhamdulillah, bukti pertama ayat itu pun saya peroleh.

Gaji sebagai guru honorer sangat pas-pasan, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Saat istri hamil, mulai muncul kebutuhan tambahan yaitu periksa kehamilan istri dan biaya persalinan. Alhamdulillah saya dapat info dari teman sesame guru kalau ibu salah seorang murid saya dokter spesialis kandungan. Akhirnya ke sanalah istri memeriksakan kehamilan secara rutin sampai melahirkan dan semua bebas biaya. Saya semakin yakin bahwa Allah memang menjamin rezeki hamba-Nya selama hamba-Nya yakin dan terus berusaha tak kenal lelah.

Demikian seterusnya perjalanan hidup keluarga kami. Selepas jadi guru honorer selama 3 tahun, saya pun diminta pindah mengurus YPM Salman ITB, masjid kampus pertama di Indonesia yang telah banyak melahirkan pemimpin di berbagai instansi pemerintah maupun swasta melalui program pembinaan mahasiswa. Selain itu juga memiliki program di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan pembinaan keluarga. Selama kurang lebih 10 tahun di tempat ini, saya semakin yakin dengan janji Allah pada Al Qur’an surat An Nuur : 32 di awal tulisan ini. Meski gaji tidak begitu besar, namun keberkahannya terasa sekali. Kami bisa membangun rumah tempat tinggal, bahkan saya bisa menyelesaikan kuliah S2 di UPI serta menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Kalau hanya mengandalkan dari gaji bulanan rasanya tidak mungkin. Tapi sungguh Allah Maha Kaya dan Memberi rezeki dari jalan yang tidak terduga, rezeki yang halal dan thayyibah.

Saat diamanahi menangani Lembaga Pengembangan Pendidikan Salman ITB yang melakukan pembinaan pada sekolah islam swasta kalangan atas maupun bawah, sempat ada kekhawatiran mengenai pendidikan anak-anak kami. Apakah mereka bisa menikmati Sekolah Islam yang berkualitas yang rata-rata biayanya tinggi. Sekali lagi, dengan keyakinan bahwa Allah akan memberi jalan keluar apalagi kami banyak membantu sekolah sekolah Islam dari kalangan bawah. Alhamdulillah, anak-anak kami dapat bersekolah di lembaga pendidikan yang berkualitas. Sampai akhirnya kami pindah ke Makassar tahun 2011, anak-anak juga dapat menikmati pendidikan di salah satu Sekolah Islam terbaik di Makassar.

Ada pengalaman menarik berurusan dengan instansi Pemerintah menangani proyek APBD dan APBN di bidang pendidikan. Ternyata sudah lazim harus memberikan sogokan atau dana pelicin. Ada proyek yang besarnya sekitar Rp. 800 juta akan diberikan kepada kami. Tapi syaratnya harus menyiapkan dana sebesar 3% dari total proyek. Saya konsultasikan dengan pimpinan dan sepakat bahwa itu sebuah pelanggaran dan kami tidak akan berikan meskipun resikonya kami tidak dapat pekerjaan tersebut. Saya pun bertemu langsung dengan pejabat yang bertanggung jawab langsung dan mengatakan kami tidak bisa memenuhi permintaan dana pelicin dan silakan proyek tersebut diberikan kepada lembaga lain saja. Saya sampaikan secara terbuka prinsip kami bahwa itu pelanggaran. Alhamdulillah ternyata beliau memahami dan tetap memberikan pekerjaan tersebut kepada kami. Sungguh ini kami lakukan karena yakin dengan janji Allah dalam Al Qur’an berikut :

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (Q.S. At Thalaaq : 2-3) (*)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group –  Ramadhan 1434 H[/author]

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.