Workshop Strategic Business Unit Kalla Group

0
597

Makassar 07 Maret 2012 – Kalla Group bersiap go international menjadi perusahaan global kelas dunia. Target  tersebut sesuai dengan misi Kalla group 2012 yakni “From the Kalla Way to the Great Kalla Group.” Namun demikian, untuk menjadi perusahaan global, Kalla Group harus melakukan evaluasi terhadap manajemen yang dijalankan selama ini.

Untuk kepentingan tersebut, Direksi dan Manajemen Kalla Group mengadakan Workshop Perencanaan Strategis yang berlangsung di Saoraja Ballroom Wisma Kalla Lt. 2 (7/3). Workshop yang dihadiri seluruh perwakilan anak perusahaan Kalla Group itu menghadirkan Darmin Ahmad Pella sebagai pembicara utama dan dibuka secara langsung oleh Dirut  Kalla Group Ibu Fatimah Kalla.

Darmin A. Pella selaku pembicara utama dalam training tersebut mengatakan bahwa Kalla Group harus mengusung satu mimpi besar jika ingin disebut “World Class Company.”  Dalam artian semua aspek perusahaan mulai dari mindset karyawan hingga sistem manajemen harus berstandar internasional. Hal tersebut, menurutnya dapat dicapai dengan menyamakan model perencanaan strategis setiap anak usaha dan holding, melibatkan seluruh key player serta membangun penyelarasan dan fokus antar anak usaha. “Kalla Group membutuhkan konsep yang lebih kuat untuk bertransformasi menjadi perusahaan global.” Kata Darmin.

Menurut Darmin, setiap perusahaan yang ingin sukses harus merumuskan arah perusahaan melalui BHAG (Big Hairy Audicious Goal) dan memilki konsep 4 + 2. “BHAG diibaratkan adalah kapal induk yang diikuti kapal kapal lainnya dibawah satu konsep. Inilah yang akan memperpanjang umur perusahaan. Sedangakan 4 + 2 adalah 4 konsep tentang strategy, execution, culture dan structure yang diikuti 2 hal yang harus dipilih dari talent, Leadership, innovation, mergers and partnership.” Kekuatan Kalla Group ada pada talent dan leadership sementara kekuatan motivasinya ada pada level 4 yakni motivasi ibadah.” Tandas Darmin.

Pada sesi pertama ini, Darmin membongkar rahasia sukses perusahaan perusahaan besar dunia. “World class company selalu melihat perilaku kecil yang diperkirakan akan menjadi trend masa depan, memprediksikan kemungkinan buruk yang akan mempengaruhi perusahaan dan melakukan pendekatan terbaru merebut pasar.” Dia mencontohkan tiga perusahaan yang telah melakukan langkah ini yaitu Nike, Shell dan Holcim.

Nike adalah perusahaan sepatu yang segmentasi awalnya adalah orang dewasa, setelah melakukan research Nike mengubah segmennya ke remaja yang lebih menguntungkan. Sedangkan Holcim, perusahaan yang tidak lagi mensuplai semen ke distributor melainkan menawarkan langsung ke kontraktor dan real estate. Adapun Shell, telah memperkirakan harga minyak yang akan jatuh karena perang. Sehingga ketika perang benar benar terjadi. Grafik Shell terus  merangkak naik disaat perusahaan minyak lainnya terkena krisis.”Kata Darmin. Olehnya itu, Kalla Group harus melihat posisinya saat ini dan menentukan apa yang ingin diraih perusahaan di masa depan dan cara mencapainya.

“Setiap unit usaha Kalla Group  harus menggali core competencenya, mengevaluasi primary business prosesnya serta memetakan kekuatan dan kelemahannya.” Tutup Darmin.

Training ini ditutup dengan simulasi perencanaan strategis langsung pada  worksheet file excel yang telah disediakan oleh Darmin. [mk]

Galeri Foto *(Klik gambar untuk memperbesar)

[nggallery id=31]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.