Winner Vs Loser

0
643

MediaKALLA.Com – Setiap manusia fitrahnya adalah pemenang. Sejak awal pembuahan sperma ke sel telur jutaan sperma berlomba dan hanya satu yang membuahi sel telur yaitu sperma pemenang, yang larinya lebih cepat dari yang lain sehingga dia yang pertama menyentuh sel telur.

Namun dalam perjalanannya seiring dengan waktu manusia terbagi jadi dua yaitu winner (pemenang) dan loser (pecundang). Mengapa terjadi demikian? Salah satu penyebabnya yaitu  paradigma hidup. Ternyata paradigma pemenang selalu positif sedangkan pecundang selalu negatif.

Paradigma Pemenang  vs Pecundang

  1. Pemenang hidup di hari ini, belajar dari kejadian di masa lalu. Pecundang terkurung di masa lalu.
  2. Pemenang tidak takut kalah. Pecundang takut menang.
  3. Pemenang melihat jawaban terhadap setiap masalah. Pecundang melihat masalah pada setiap jawaban.
  4. Pemenang mencari solusi, berfikir bagaimana mengatasi masalahnya. Pecundang hanya senang membuat alasan.
  5. Pemenang melihat “enaknya” / “manfaatnya”. Pecundang melihat “capeknya”/”sakitnya”/”masalahnya”.
  6. Pemenang mau belajar : “saya tahunya baru sedikit” (meski sudah banyak tahu). Pecundang merasa sudah menjadi “jagoan” (meski baru tahu sedikit).
  7. Pemenang mencari solusi, bekerja dengan fakta. Pecundangmengembalikan masalah, mendramatisir.
  8. Pemenang sabar mendengarkan, aktif menbaca “yang tak terlihat”. Pecundang selalu ingin didengar, bicara terus, bawel.
  9. Pemenang berkata “ini memang sulit, tetapi bisa kita kerjakan”. Pecundang berkata “ini mungkin bisa, tapi terlalu sulit”.
  10. Pemenang berkata “ada yang bisa saya bantu?”. Pecundang berkata “suruh saja si A”.
  11. Pemenang tidak mudah lupa karena bertanggung jawab. Pecundang  adalah pelupa, nggak pedulian, menganggap diri bodoh dan lemot.
  12. Pemenang berkata lembut meski isinya “bernas”/berbobot. Pecundang omong kosong, kata-katanya keras.
  13. Pemenang berkata “selalu ada cara yang lebih baik”. Pecundang berkata “ya Cuma itu caranya”
  14. Ketika melakukan kesalahan, pemenang berkata “saya yang salah”.  Pecundang berkata “bukan salah saya, not me”.
  15. Pemenang menolong orang lain agar menang juga. Pecundang menolak membantu, mengaggap yang lain sebagai ancaman.
  16. Pemenang beranggapan, karena itu berbahaya bagi saya, sebaiknya orang lain juga dijauhkan (dari bahaya). Bagi pecundang, kalau itu berbahaya, biar orang lain yang melakukan.

Semoga kita dapat memiliki paradigma seorang pemenang sehingga hidup menjadi aman, nyaman dan tentram serta dapat berkarya dan berprestasi di manapun berada. [mk]

 Syamril (dari materi Pak Rhenald Kasali : seminar di Kalla Group, 8 november 2012)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.