Wakil Menteri Agama ‘Sungkem’ Ke Keluarga Kalla Group

0
1229

Makassar – Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyempatkan diri bersilaturahmi ke keluarga Kalla Group dalam kunjungan kerjanya ke Sul Sel. Nasaruddin yang merupakan putra daerah asal kabupaten Bone adalah salah satu anak didik Hadji Kalla, pendiri Kalla Group, “Fatimah Kalla saya tidak anggap sebagai orang lain, melainkan sebagai saudara sebab waktu kecil kami memang dipersaudarakan.” Kata Nasaruddin dalam sambutannya di Saoraja Ballroom Wisma Kalla lantai 2 (25/3).

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengungkapkan kekagumannnya kepada Hadji Kalla “Ada satu hal yang sangat saya ingat dari almarhum Hadji Kalla yaitu ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, lupakan dan jangan pernah diungkit ungkit lagi.”Kata Nasaruddin mengenang.

Selain bersilaturahmi dengan keluarga besar Kalla Group, Nasaruddin Umar juga menyampaikan ceramahnya bagaimana menjadi guru yang ‘berkah’. Materi tersebut dikhususkan untuk guru guru Sekolah Islam Athirah. Sejumlah 100 orang guru Athirah turut hadir menghadiri ceramahnya.

“Dewasa ini, murid murid semakin pintar semakin kurang tata krama.”Kata Nasaruddin. Penyebab hal ini, menurut Umar adalah tidak berkahnya ilmu yang disampaikan oleh guru kepada anak didiknya. Untuk itu, guru maupun anak didik dianjurkan untuk menyucikan diri dan mengikhlaskan niat dari hal hal yang haram “Perlu ada tazkiyah sebelum ta’lim. Saya masih ingat pengalaman masa kecil saya, ketika itu Ibu melarang saya menerima uang jajan dari Bapak saya yang bukan hasil gajinya. Namun itulah yang membuat ilmu saya jadi berkah sebab tidak bercampur dengan hal hal yang haram.“ kata Nasaruddin mencontohkan.

Selain itu, menurut Guru Besar Universitas Syarif Hidayatullah ini, seorang guru perlu memotivasi anak didiknya, “Di Amerika, seorang anak yang copot giginya diberi hadiah oleh gurunya agar dia tetap percaya diri dengan penampilannya sementara disini malah ditertawakan.”katanya.

Mengakhiri kunjungannya, Nasaruddin berpesan kepada semua insan Kalla Group agar selalu menyambung silaturahmi dan profesional dalam pekerjaannya, “Human relation dan kecintaan terhadap pekerjaan adalah kunci sukses perusahaan. Untuk cintailah pekerjaan anda seperti mencintai seorang sahabat terdekat.” Tutupnya. [MK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + fifteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.