Tim DBS Yayasan Kalla Ajari Warga Buat Pupuk Cair

0
607

MediaKALLA.co.id, Pammusureng Bone – Tim Desa Bangkit Sejahtera (DBS) penempatan Desa Pammusureng dan Bana, Kab. Bone mengadakan pelatihan pembuatan pupuk cair bagi warga desa. Pelatihan ini dilaksanakan di salah satu rumah Kepala Dusun Bana Tengah, Sabtu, 30 April 2016.

Penanggungjawab kegiatan sekaligus pemateri Ruslan Mannyiagari, SP menuturkan bahwa pembuatan pupuk cair ini memanfaatkan limbah rumah tangga seperti sisa sisa sayur-sayuran, buah-buahan, maupun beberapa tanaman yang banyak terdapat di sekitar rumah warga. “Bahan-bahan yang kami gunakan adalah bahan alami yang tersedia di sekitar desa,” ucapnya.

Adapun bahan tambahannya yakni; air cucian beras, air kelapa, air payau, gula pasir dan beberapa kulit buah, akar, batang, daun pisang dan rumput gajah. “Bahan terlebih dulu dicacah atau dipotong sekecil mungkin agar mudah terurai nantinya dalam proses pembusukan atau proses fermentasi,” jelas Ruslan.

Ia memaparkan setelah semua buah, sayur dan beberapa tanaman yang dicacah sudah siap maka, saatnya memasukkan ke dalam karung. “Jangan lupa karungnya ditusuk atau dilobangi dibeberapa bagian agar saat karung dicelup di wadah (ember / baskom) yang telah dicampuri Air Cucian Beras, Air Kelapa, Air Mineral, Gula Pasir maka isi dalam karung tersebut mudah terjadi pembusukan atau fermentasi,” terangnya.

Setelah semuanya tercampur, kemudian diberi larutan EM4 secukupnya. Cairan ini berisi bakteri pengurai dalam jumlah yang sangat banyak. Bila ingin membuat pupuk cair sebanyak 30 liter maka cukup mencampurkan dengan 5 tutup botol saja. Cairan EM4 ini diperlukan untuk mempermudah proses pembusukan atau fermentasi. Setelah bahan dimasukkan ke dalam wadah (ember / baskom) maka selanjutnya memberikan sabun colek di pinggir mulut wadah (ember / baskom).

“Penggunaan sabun colek pada mulut wadah berfungsi agar lalat tidak hinggap dan bertelur di wadah pupuk cair tersebut. Proses pembusukan berlangsung selama 10 – 14 hari dengan mengontrol keadaan pupuk di dalam wadah. Setiap 3 – 4 hari sekali pupuk tersebut diaduk hingga hari yang ditentukan,” beber Ruslan.

Pupuk cair tersebut dikatakan berhasil jika selama kurang lebih 2 minggu tidak mengeluarkan bau yang menyengat saat penutup wadahnya di buka. Setelah cukup 2 minggu maka ampas yang ada di dalam karung dipisahkan dengan cairannya. “Cairan tersebut yang akan digunakan sebagai pupuk cair dan sisa ampas dari pupuk cair tersebut bisa dikeringkan lalu dijadikan pupuk padat seperti pupuk kompos,” pungkas Ruslan. [Zul Ikram Alhafiz]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.