Tiga Tawaran Jurus Damai

0
577

MediaKALLA.com – Indonesia memiliki sejarah kelam tentang konflik antar kelompok. Di antaranya adalah konflik yang terjadi di Poso dan Ambon. Namun, semuanya dengan damai redam ketika pihak pemerintah yang dikomandoi Jusuf Kalla (JK) turun tangan.

Dalam buku “Perdamaian Ala JK” karya Hamid Awaludin, diceritakan bahwa di tengah sebuah acara di lapangan terbuka di Kec Tentena, Kab Poso, yang juga terkenal sebagai basis kelompok Kristen, sejumlah pejabat dari Jakarta menyaksikan orasi yang silih berganti dari tokoh-tokoh lokal. Semua jelas menebar rasa marah antar kelompok. Bahkan, satu di antara pembicara sudah menebarkan rasa marah kepada pihak pemerintah dan menunjukkan gelagat perlawanan lebih jauh.

Melihat suasana yang kian memanas itu, JK serta merta mengambil mikrofon dan mulai berbicara.

“Ayo, siapa tadi yang berteriak menantang itu, ayo maju ke sini. Jangan hanya tahu berdiri di tengah kerumunan lalu bersembunyi. Ayo, kita berhadapan,” tantang JK. Kali ini JK benar-benar serius.

“Saya berasa di sini bersama teman-teman dari Jakarta sebagai wakil pemerintah untuk menyelesaikan konflik ini. Kami datang ke sini untuk meminta Saudara-Saudari semua berhenti bertikai. Tapi, Saudara-Saudari semuanya tetap mau melanjutkan pertikaian, maka saya memberi pilihan pada Anda semua.

“Pertama, anda berperang terus hingga titik darah penghabisan. Biarkan saudara semua habis. Saya akan memberikan Anda senjata dan pelor, begitu juga saya akan memberikan hal yang sama bagi lawan Anda. Pilihan kedua, anda akan berhadapan dengan pemerintah. Kalau anda pilih yang ini, dalam sejenak pemerintah akan menurungkan pasukan khusus untuk melawan Anda semua. Saya yakin Anda tidak akan mungkin menang melawan pasukan pemerintah yang terlatih dan professional. Pilihan ketiga, anda berhenti bertikai, duduk bicara untuk damai. Terserah Anda semua,” tegas JK, nadanya begitu tegas.

Sontak, suasana gemuruh pun jadi tenang. Tak ada yang bergerak. Sejak itulah rumusan tiga tawaran tersebut diusung oleh JK ke mana pun. Tawaran ini juga kepada pihak-pihak yang bertikai di Ambon.

Ketika Hamid bertanya mengapa JK sebegitu berani di tengah gerombolan orang yang sedang marah?

“Hamid, saya tidak mau pemerintah dihina dan dicaci. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Apa arti aparat negara jika diperlakukan seperti itu? Harus ada perlawanan balik. Lagian, kita kan ke sana dengan niat mendamaikan mereka. Saya tak peduli dengan risiko,” jawab JK.

 Pada Desember 2001 pakta perdamaian untuk Poso pun dideklarasikan. Menyusul, Februari 2002 perdamaian untuk Ambon pun tercapai. Semua terjadi di dataran tinggi yang tenang Malino. Ketika menjadi Wakil Presiden RI 2004-2009, JK juga menjadi ‘pemain utama’ dalam proses perdamaian Aceh 2005 silam. (*)

 Sumber; jusufkalla.info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.