Tauhid Sebagai Fondasi Kerja Ibadah

0
895

MediaKALLA.Com – Perusahaan ini menganjurkan agar apa yang kita lakukan itu bernilai ibadah. Tidak hanya dengan shalat atau dengan melaksanakan perintah agama, tetapi kita ingin pekerjaan yang kita lakukan juga bernilai ibadah. Agar pekerjaan itu bisa bernilai ibadah, ada lima sifat yang harus dimiliki, yaitu tauhid, ikhlas, amanah, jujur dan istiqamah. Sebenarnya dengan tauhid saja itu sudah cukup. Karena tauhid itu sudah mencakup semua sifat-sifat yang lainnya.

Sebagai manusia biasa, kadang-kadang kita mampu jujur kepada orang lain tetapi tidak mampu jujur kepada diri sendiri. Selain itu kita juga sering tidak amanah, tidak konsisten, tidak ikhlas dan tidak istiqamah dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Kembali ke pembahasan tauhid, dimana tauhid ini sebenarnya intinya adalah ‘La Ilaha Illallah’. Dalam kalimat ‘La Ilaha Illallah’ terdapat lima hal yang mesti kita yakini, yaitu; segala sesuatu berasal dari Allah SWT, segala sesuatu diperuntukkan bagi Allah SWT, segala sesuatu akan dikembalikan kepada Allah SWT, segala sesuatu dikendalikan oleh Allah SWT dan segala sesuatu adalah milik Allah SWT.

Melalui lima hal tadi, kita isa simpulkan bahwa segala sesuatu berasal dan akan kembali kepada Allah SWT, di samping itu dapat pula disimpulkan bahwa apa yang kita lakukan sebagai insan-insan kalla itu semestinya semuanya diniatkan untuk Allah SWT.

Intinya mengesakan Allah SWT dalam segala hal akan membentuk pribadi yang berintegritas. Karena itu segala amal dan perbuatan manusia didasarkan pada pengesaan dan ibadah kepada Allah SWT. Kita juga mesti menanamkan dalam pikiran kita bahwa kerja dan ibadah adalah satu kesatuan. Atas dasar tauhid pula para insan Kalla diharapkan selalu optimis dalam bekerja, menggantungkan pertolongan pada Allah SWT, bekerja sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan senantiasa menjalankan bisnis secara halal.

Beberapa sikap dari refleksi landasan yakni; tidak mengeluh dan menyalahkan orang lain, bekerja dengan cara yang diridhoi oleh Allah SWT, tidak berprasangka buruk terhadap Allah SWT dan tidak bosan mendorong orang lain untuk bekerja dan berbisnis secara halal. Refleksi tauhid ini merupakan moral story atau kisah nyata dimasa Hadji Kalla memimpin perusahaan. Beliau sudah sering memperlihatkan contoh nyata bagaimana sifat tauhid itu.

Suatu waktu beliau bertanya kepada bendaharanya, Sinring. Bagaimana pemasukan hari ini? saya lihat sepi pembeli hari ini. Kurang pemasukan hari ini pak, jawab Sinring. Hadji Kalla lalu berkata itu artinya Anda kurang bersedekah, berikan aku uang. Setelah itu, beliau lalu berjalan kaki dari kantor Toyota Hadji Kalla di Jl Cokrominoto menuju Mesjid Raya, sepanjang jalan ia membagi-bagikan uang tersebut kepada para tukang becak yang ia temui.

Dalam kisah ini beliau mengajarkan bahwa jumlah pemasukan atau pendapatan tergantung dari seberapa banyak dan seberapa sering Anda bersedekah. Pemahaman ini perlu diajarkan kepada generasi penerus kita.

* Diolah dari materi Anshari S. Bakkidu [Direktur Pengawasan dan Kepatutan Kalla Group PT. Haka Sarana Investama] pada kegiatan ‘Kick Off Meating PT Bumi Karsa, 25 Januari 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.