Taqiyuddin : “Siap atau Tidak, MEA di Depan Mata!”

0
421

MediaKALLA.com – Yayasan Kalla melalui program Kalla Group Goes to Campus kembali mengadakan seminar di Balai Bahagia Kampus STIE Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP), Rabu (29/4). Seminar yang digagas oleh Kalla Educare bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen  STIE YPUP ini menghadirkan sejumlah pembicara dari praktisi bisnis dan UMKM, perusahaan serta  pemerintah dengan mengusung tema“Strategi Sistem Ekonomi Kerakyatan Dalam Menghadapi Pasar Global.”

Mewakili unsur pemerintah dan perusahaan, Taqiyuddin Djabbar mengatakan Pasar Global atau sering diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) akan segera diberlakukan pada Desember 2015 mendatang, “Siap atau tidak, MEA sudah di depan mata. Persoalan yang akan timbul tidak hanya soal kesiapan kita melainkan seberapa kuat  struktur ekonomi kita. Sebagai populasi terbesar dari penduduk ASEAN, sebesar 40 persen dari total penduduk, kita bisa berpotensi sebagai tujuan  pasar produk ASEAN. Artinya berbagai produk dan jasa dari negara lain akan membanjiri negara kita. Sehingga diperlukan keterlibatan pemerintah termasuk menggenjot peningkatan jumlah wirausahawan kita. Persoalannya sekarang dibandingkan dengan negara lain, persentase entrepreneur kita masih dikisaran 1 persen dari jumlah penduduk.Persoalan lainnya, struktur ekonomi kita termasuk yang tertinggal. Sebagai contoh dari segi  permodalan, kalau di China, pelaku ekonomi mikro hanya di bebani suku bunga sebesar 7 persen, sementara di negara kita sebesar 15 persen, lebih besar dari pelaku ekonomi makro dan menengah. Padahal kita tahu, seperempat  pelaku ekonomi kita adalah mikro atau UKM yakni sebesar 970 ribu UKM. Belum lagi soal lama perijinan, kalau di China bisa selesai 1 hari sementara kita butuh 60 hari. Sekilas, tentu saja kita bias kalah bersaing,” tandas Wakil Ketua Kadin bidang Koperasi dan UKM ini

Manager Cabang Hadji Kalla GSO Indirect Flee ini menambahkan, demi menunjang kesiapan Indonesia menuju MEA, maka perlu ada sinergi antara berbagai pihak, antara pemerintah dan swasta, “Menghadapi MEA, perlu ada kerjasama. Sebagai contoh, Kadin bisa berbagi spirit wirausaha kepada masyarakat, Pemerintah membuat regulasi yang memudahkan masyarakat untuk berwirausaha, dan perbankan memberikan pelayanan dalam hal penurunan suku bunga, cash flow, dan kemudahan pencairan pinjaman usaha bagi pelaku UKM,” terang Ayah 3 orang anak ini.

Taqiyuddin berpesan kepada mahasiswa peserta seminar agar sejak dini mereka memiliki kesadaran akan tantangan yang sudah di depan mata dan mempersiapkan diri karena nya, “Masa depan Indonesia 5 tahun mendatang ada di pundak mahasiswa” tutupnya. [Ali Syahbana]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + nineteen =