Tahi Lalat yang Menawan

0
630

MediaKALLA.Com – Waktu penulis masih kecil dulu di era tahun 1985-an salah satu bintang film cilik  favorit kami di kampung yaitu Rano Karno. Apa ciri khasnya? Yaitu tahi lalat di dagu sebelah kiri. Kami pun membuat tahi lalat palsu di dagu sebelah kiri kami dengan tinta pulpen. Biar mirip tahi lalat Rano Karno. Lebih lanjut biar jadi ganteng seperti Rano Karno, dan memang banyak orang apalagi wanita terlihat cantik karena punya tahi lalat.

Ada apa dengan tahi lalat? Jika Anda punya tahi lalat coba lihat ia dengan loop atau kaca pembesar. Apa yang tampak? Ternyata  ia adalah benda hitam yang jelek. Tapi mengapa saat ia dilihat pada keseluruhan wajah bisa membuat wajah jadi cantik? Inilah keanehan tahi lalat. Kalau mau melihatnya jadi cantik lihatlah pada keseluruhan wajah, jangan focus pada tahi lalatnya.

Demikian pula dengan kehidupan kita. Ibarat tahi lalat itu ujian, cobaan dan musibah. Jika dilihat menggunakan loop atau kaca pembesar maka tampak sangat jelek, kita tidak menginginkannya. Oleh karena itu lihatlah dalam keseluruhan ‘wajah’ hidup Anda, maka tahi lalat itu menjadi indah dan mempercantik ‘wajah’ kehidupan Anda. Karena ujian, cobaan dan musibah maka manusia jadi dapat membuat perbandingan kehidupannya pada saat normal. Sakit sebagai ujian akan membuat kita sadar betapa berharganya kesehatan sehingga menjadikan kita bersyukur atas nikmat kesehatan yang Allah berikan. Kekacauan dan ketakutan akan membuat kita bersyukur atas keamanan yang kita rasakan. Kekurangan uang akan membuat kita bersyukur saat menerima gaji atau bonus.

Cobalah flashback  kehidupan Anda selama ini dan perhatikan hal-hal yang menurut Anda waktu itu kesulitan, musibah atau mungkin bencana atau sesuatu yang tidak Anda inginkan. Pandanglah ia pada keseluruhan ‘wajah’ kehidupan Anda, bandingkan dengan keadaan Anda sekarang. Betapa indahnya terlihat kesulitan dan musibah tersebut di keseluruhan wajah kehidupan Anda. Ada pengalaman penulis waktu baru menikah sekitar 14 tahun yang lalu. Gaji yang pas-pasan harus dapat dihemat untuk belanja berdua setiap harinya.

Suatu hari terjadi musibah, motor saya dipinjam oleh adik saya dan dia mengalami tabrakan. Masuklah motor ke bengkel dan biayanya hampir menghabiskan gaji saya sebulan. Wah, gimana nih untuk belanja sehari-hari? Apa yang kami lakukan? Mengumpulkan koran bekas yang ada di rumah kemudian ditimbang. Dapat uang yang tidak begitu besar namun rasa syukurnya yang sangat besar karena dengan uang itu kami dapat beli beras untuk dimakan. Lalu sambil bekerja sehari-hari dicobalah mencari tambahan dengan jualan pakaian bekas atau cakar. Ada teman bawa cakar dari Medan dengan harga murah. Saya pun ambil dan coba jual. Laku satu terasa sangat senang karena dapat untung meskipun cuma lima ribu tapi terasa sangat besar karena memang lagi butuh uang. Saat kejadian itu diingat kembali, maka timbul rasa syukur yang sangat dalam dengan apa yang Allah anugerahkan saat sekarang ini.

Ternyata dalam kehidupan ini terkadang kita memandang sesuatu itu tidak baik padahal Allah punya maksud yang baik yang kita baru sadari setelah itu terjadi. Kesulitan, hambatan dan masalah ibarat obat yang pahit namun menyehatkan. Sering kita memohon sesuatu, tapi Allah memberi hal yang berbeda, yang berlawanan dengan permohonan kita. Jangan dulu berburuk sangka pada Allah sampai akhirnya berhenti berdo’a. Sering Allah memberikan sesuatu yang memang kita butuhkan tapi kita belum memahaminya. Perhatikan puisi ini :

Saya memohon diberi Kekuatan…
Dan ALLAH memberikan Kesulitan agar membuat saya Kuat.
Saya memohon agar menjadi Bijaksana…
Dan ALLAH memberi saya Masalah untuk diselesaikan.
Saya memohon Kekayaan…
Dan ALLAH memberi saya Bakat,Waktu, Kesehatan dan Peluang .
Saya memohon Keberanian…..
Dan ALLAH memberikan hambatan untuk dilewati.
Saya memohon Rasa Cinta…
Dan ALLAH memberikan orang orang bermasalah untuk dibantu.
Saya memohon Kelebihan…
Dan ALLAH memberi saya jalan utk menemukannya.
“Saya tidak menerima apapun yang saya minta..
…….Akan tetapi saya menerima semua yang saya butuhkan ”

Mengapa paradigma ini perlu dimiliki? Karena tabiat kita manusia salah satunya mudah berkeluh kesah. Tergambarkan dalam sya’ir Muhammad Agung Wibowo di bawah ini :

Saat kita dalam keadaan susah
Kita merasa yang tersusah di dunia
Namun saat mendapat kesenangan
Kita masih saja ingin seperti orang lain
(Sebenarnya kita juga sadar bahwa)
Sesusah apapun kita, pasti ada yang jauh lebih susah
(Tapi kita manusia juga punya tabiat serakah sehingga)
sekaya apapun kita, pasti masih merasa belum puas
(Bagaimana menyeimbangkannya?)
Rasakanlah cukup apa yang ada
Daripada apa yang tiada
Dan tetaplah meraih apa yang dicita
Sambil bersyukur atas apa yang ada

Sebagai penutup, Allah berfirman dalam Al Qur’an :

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah : 216)
“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”  (Alam Nasyrah : 5-6)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group – 3 Ramadhan 1434 H[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.