Syukur Nikmat Pekerjaan

0
539

MediaKALLA.com – Seorang bertanya kepada Syekh “apakah sah puasa tanpa makan sahur?” Syekh tidak menjawab malah balik bertanya “apa yang membuat Anda tidak makan sahur? Apa karena kesiangan?” orang tersebut menjawab “kami tidak kesiangan Syekh, tapi kami tidak punya makanan untuk dimakan saat sahur”. Orang yang bertanya tersebut berasal dari Somalia, negeri Afrika yang masih dilanda konflik. Keamanan tidak terjamin sehingga ekonomi hancur, akibatnya makanan susah, hanya mengandalkan bantuan dari luar negeri.

Itulah gambaran sebagian negeri kaum muslimin. Mereka yang tinggal di wilayah konflik seperti Palestina, Suriah, Yaman, Irak, Rohingya dan lainnya bisa jadi mengalami kondisi demikian. Mungkin juga di Indonesia ada yang mengalami demikian karena kemiskinan yang mendera. Tentu kita patut bersyukur karena masih ada makanan yang bisa dimakan saat sahur. Oleh karena itu makanlah dan jangan berlebihan. Jadikan puasa sebagai media berlatih empati dan kepedulian social kepada mereka yang kesulitan.

Mengapa kita masih punya makanan saat sahur? Karena roda ekonomi kita masih berputar. Masih ada pekerjaan yang menjamin kita mendapatkan gaji setiap awal bulan. Bayangkan jika kita mendapatkan PHK dan sulit mencari pekerjaan. Dalam waktu lama tabungan akan semakin menipis dan tentu memenuhi kebutuhan sehari-hari pun jadi sulit. Oleh karena itu mari syukuri pekerjaan kita dengan bekerja sebaik-baiknya sehingga perusahaan tempat kita bekerja terus dapat bertahan, tumbuh dan berkembang. Terus mendapatkan profit sehingga dapat membayar gaji karyawannya tiap awal bulan. Bahkan dapat terus berkembang sehingga menerima lagi karyawan baru yang berarti membantu orang lain mendapatkan penghasilan untuk menghidupi diri dan keluarganya. Bayangkan jika perusahaan terus merugi sehingga tidak punya uang untuk membayar gaji karyawannya tiap awal bulan. Lama kelamaan jadi bangkrut, harus bubar dan mem-PHK karyawannya.

Agar itu tidak terjadi maka pandanglah perusahaan tempat kita bekerja ibarat kapal besar yang sedang berlayar di lautan bebas dan kita semua para pemilik dan karyawan sebagai penumpangnya. Mari jaga agar tidak terjadi kebocorandi dasar kapal. Kenapa? Jika kapal bocor dan air masuk, lama kelamaan kapal akan tenggelam. Perilaku apa yang dapat menjaga perusahaan dari ‘kebocoran”? Jalankan perusahaan sesuai SOP dan prosedur yang benar. Hindari penyimpangan yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan. Jauhkan diri dari perilaku egois, mencari keuntungan pribadi dan merugikan perusahaan seperti memberi barang yang lebih mahal karena mendapatkan komisi pribadi yang lebih besar.

Pandanglah perusahaan tempat kita bekerja ibarat rumah pribadi yang selalu dirawat, dibersihkan dan dijaga keamanannya. Tentu kita tidak akan membiarkan pencuri memasukinya dan mengambil harta yang kita simpan di dalamnya. Tentu sangat aneh jika ada pemilik rumah yang membiarkan pencuri memasuki rumahnya. Rumah pribadi juga kita jaga atapnya dari kebocoran karena air bisa masuk saat musim hujan dan dapat merusak perabot yang ada di dalam rumah. Tentu sangat aneh jika ada pemilik rumah yang membiarkan atap rumahnya bocor tanpa memperbaikinya sendiri atau menyuruh tukang untuk memperbaikinya. Oleh karena itu mari terus lakukan perbaikan di tempat kerja kita. Lakukan kaizen, continuous improvement yang membuat perusahaan kita semakin sehat. Lebih efisien dalam operasionalisasinya dan efektif menggapai targetnya.

Akhirnya pandanglah perusahaan tempat kita bekerja ibarat rumah ibadah. Tempat di mana kita beribadah kepada Sang Pencipta demi mendapatkan pahala dan ridha Allah. Di tempat ibadah kita hanya akan melakukan perbuatan baik dan menghindari perbuatan jahat. Di tempat ibadah kita saling mengingatkan untuk menjalankan kebenaran dengan penuh kesabaran. Kalau ini kita lakukan di perusahaan tempat kita bekerja maka kerja yang kita lakukan sudah termasuk ibadah.

Itulah Kerja Ibadah yang akan meraih cinta Allah. “Sesungguhnya Allah mencintai orang mukmin yang giat bekerja”, demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Itulah Kerja Ibadah yang akan meraih ampunan dari Allah seperti sabda Rasulullah “ Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya maka dia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT”. Itulah kerja ibadah yang menjadikan kita golongan orang istimewa, orang yang sedikit jumlahnya, yaitu orang yang pandai bersyukur. Allah berfirman :

“…Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih”. (Q.S. Saba : 13)

Semoga dengan itu semua maka kita dapat meraih bahagia di dunia dan akhirat.

[Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − two =