Sukses Dan Bahagia

0
467

MediaKALLA.com – Mana pernyataan yang tepat “karena sukses manusia jadi bahagia” atau “karena bahagia manusia jadi sukses”. Tentu keduanya tepat. Apa alasannya? Untuk pernyataan pertama bahwa kesuksesan bisa membahagiakan. Saat target baik secara financial maupun non financial tercapai maka manusia akan senang. Hatinya akan bahagia. Bahagia menjadi akibat dari kesuksesan = karena sukses manusia jadi bahagia.

Untuk pernyataan kedua bahwa kebahagiaan itu akan melahirkan perasaan positif (positive feeling). Dengan ini akan tumbuh pikiran positif (positive thinking) yang akan memunculkan tindakan positif (positive action). Tindakan positif akan menjadikan manusia Insya Allah meraih kesuksesan.

Jika orang bahagia karena sukses itu hal yang biasa sebagai konsekuensi atau buah dari kesuksesan. Hanya saja tidak semua manusia bisa bahagia karena syarat meraihnya harus sukses dulu. Bisa juga dalam hidupnya manusia tidak sering bahagia karena harus menunggu sukses dulu. Di sini kekurangan dari pernyataan pertama. Sedangkan pernyataan yang kedua bahagia menjadi penyebab kesuksesan. Manusia mengawalinya dengan perasaan bahagia dan akhirnya berbuah kesuksesan. Dengan kesuksesan yang diraihnya maka dia akan merasa tambah bahagia.

Bagaimana caranya agar dapat menjalankan “sukses karena bahagia” bukan hanya “bahagia karena sukses”? Mari kita lihat secara mendalam tentang penyebab bahagia. Berdasarkan hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, maka terdapat 4 level yang jika itu tercapai maka manusia akan bahagia. Apakah itu?

Tingkatan paling rendah yaitu “pay” menjelaskan rasa kebahagiaan karena keterpenuhan kebutuhan fisik biologis material berupa sandang, pangan dan papan. Tingkatan kedua yaitu “recognition” atau pengakuan menjelaskan rasa kebahagiaan karena keterpenuhan kebutuhan social-emosional seperti hubungan persahabatan, status social dan sebagainya. Tingkatan ketiga yaitu “stimulation” atau stimulasi menjelaskan rasa kebahagiaan karena keterpenuhan kebutuhan intelektual seperti ilmu pengetahuan, keterampilan, wawasan dan sebagainya. Tingkatan keempat yaitu “values and meaning” atau nilai dan makna menjelaskan rasa kebahagiaan karena keterpenuhan kebutuhan spiritual seperti kebermaknaan dalam hidup karena menjadi manusia yang bermanfaat.

Bagi mereka yang penyebab kebahagiaannya karena “pay, recognition and stimulation” maka dia akan “bahagia karena sukses”. Bagi mereka yang penyebab kebahagiaannya karena “values and meaning” maka dia akan “sukses karena bahagia”. Oleh karena itu jika Anda ingin bahagia sejak awal tanpa menunggu sukses mencapai target maka penuhilah terlebih dahulu kebutuhan spiritual Anda “values and meaning”. Manusia pada dasarnya adalah makhluk spiritual yang berwujud material. Di dalam dirinya ada dorongan untuk mencari makna kehidupan dan keberadaannya. Dengan itulah hidupnya tidak akan hampa.

Semua itu akan mudah diraih jika kehadirannya bukan hanya untuk memuaskan diri sendiri dan pelanggan / orang lain tapi juga memuaskan Allah sebagai Tuhan yang Maha Pencipta. Allah akan puas jika melihat hamba-Nya bekerja dengan sebaik-baiknya dengan niat ibadah sehingga dapat menjalankan nilai-nilai “Kerja adalah Ibadah”.  Allah akan puas jika melihat hamba-Nya bekerja sungguh-sungguh agar dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain sehingga dapat menjalankan nilai-nilai “Apresiasi Pelanggan, Lebih Cepat Lebih dan Aktif Bersama”.

Akhirnya jika ingin mendapatkan “sukses karena bahagia” maka amalkanlah dengan baik nilai-nilai KALLA (Kerja adalah Ibadah, Apresiasi Pelanggan, Lebih Cepat Lebih dan Aktif Bersama). [mk]

Syamril

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − 3 =