STRATEGI PROYEK DALAM PERCEPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN

0
1436

MediaKALLA.com –

Pengertian Proyek

Menurut Eka Dannyanti (2014), proyek didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan, dimana pelaksanaannya sejak awal sampai akhir dibatasi oleh kurun waktu tertentu dengan memanfaatkan sumber daya manusia maupun non sumber daya manusia.

Jangka Waktu Pelaksanaan Proyek

Dalam menyelesaikan suatu proyek, kita ditarget oleh waktu pelaksanaan yang sangat singkat. Bahkan sering dikatakan “mustahil” untuk dapat diselesaikan. Hal ini disebabkan masalah birokrasi. Sering dijumpai proyek yang harus mengimport alat atau material dari luar negeri ditarget pelaksanaannya hanya selama 4 bulan dimana waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan material yang diimport sendiri membutuhkan waktu yang sama, sehingga seringkali kontraktor tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pengadaan (procurement) yang memadai.

Penyebab Umum Keterlambatan Proyek

Penyebab umum keterlambatan proyek, yang seringkali terjadi di lapangan selama ini, yaitu : Keterlambatan material, Keterlambatan peralatan, Keterlambatan tenaga kerja, Design/Metode yang tidak sesuai, Lemahnya kontrol waktu proyek, Keterlambatan Subkontraktor, Kurangnya personil secara teknikal serta koordinasi yang lemah.

Strategi Proyek Dalam Penyelesaian Pekerjaan sebelum Waktunya

Strategi paling tepat dalam mengantisipasi keterlambatan proyek menurut Budisuandi (2011) adalah dengan membuat Risk Management yang berdampak atas waktu pelaksanaan. Bagian penting atas risk management tersebut adalah adanya risk response dan tentu monitoringnya. Mengutip dari Tiket Training (2011), Risk Manajement atau manajemen resiko merupakan sebuah pendekatan metodologi yang terstruktur dalam mengelola sesuatu yang berkaitan dengan sebuah ancaman karena ketidak pastian.

Strategi percepatan proyek identik dengan risk respons dalam risk management. Dmana strategi diterapkan berdasarkan prioritas jika faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek jumlahnya cukup banyak (Budisuandi 2011). Dengan melihat karakteristik khusus proyek dan faktor penyebab keterlambatan proyek serta berdasarkan pengalaman direkomendasikan strategi dalam melakukan percepatan proyek, yaitu :

A.  Manajerial

Yang perlu dilakukan, yaitu : menjaga kekompakan/kedisiplinan tim proyek, sesering mungkin melakukan rapat harian, aktif menggali informasi mengenai potensi masalah kepada subkontraktor dan mandor, selalu memberikan motivasi yang terbaik kepada karyawan agar attitude dan mental kerja lebih baik, menambah jam kerja dengan lembur, menjaga kualitas pekerjaan agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan, memastikan ketersediaan dana dan mengusahakan dana pendamping untuk hal-hal yang bersifat emergency, membantu mempercepat proses penagihan termijn bagi subkontraktor, serta memberikan reward atas tercapainya setiap tahapan milestone kepada tim proyek

B. Material dan Supplier

Yang perlu dilakukan, adalah : memastikan pengiriman material menggunakan ekspedisi yang lancar (jalur udara), aktif memonitoring proses pengiriman dengan meminta bukti manifest pengiriman material, pengecekan langsung lokasi material yang akan dikirim ke proyek untuk memastikan bahwa material dalam kondisi ready untuk dikirim, menetapkan jumlah supplier untuk suatu jenis material diusahakan lebih dari satu serta mengganti material import dengan material yang ready stock (dalam negeri) dengan spesifikasi yang setara.

C. Peralatan

Yang perlu dilakukan : memastikan alat dirawat sesuai prosedur, memastikan  alat sesuai yang dibutuhkan, tersedianya suku cadang di proyek, jumlah alat mencukupi kebutuhan pelaksanaan serta  adanya sumber tenaga listrik cadangan.

D. Tenaga Kerja

Menempatkan tenaga kerja yang lebih produktif, menambah jam kerja atau lembur, aktif memantau kedisiplinan tenaga kerja, memperhatikan kelayakan tempat tinggal pekerja serta tidak menyebarkan pekerja pada area yang terlalu luas sehingga menurunkan tingkat pengawasan

E. Design dan Metode Pelaksanaan

Dengan melakukan beberapa hal, yaitu : aktif menemukan metode pelaksanaan baru yang lebih efisien dan efektif daripada metode pelaksanaa eksisting, aktif mengevaluasi metode pelaksanaan yang ada sehingga didapatkan metode pelaksanaan yang paling efisien dan efektif, serta melakukan review design sehingga volume pekerjaan yang kritis berkurang.

Penulis  : Jubayir
Jabatan : SOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − fifteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.