SPIRITUAL (Mindset) PROFESSIONAL (Action)

0
655

Setelah saya membaca buku ini, maka saya dapat memetik banyak pelajaran dan menarik kesimpulan tentang nilai-nilai dalam menjalani kehidupan. Buku ini mengingatkan saya untuk menjadi pribadi yang berkembang dan lebih baik, dengan memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri. Untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan pada pekerjaan apapun yang dipilih, kita bisa berpegang teguh pada dua hal yang cakupannya bisa sangat luas, yaitu spiritual (mindset) dan professional (action). Dengan mengedepankan spiritual (mindset) dalam segala hal, maka insya Allah dalam menjalani bidang profesi dan kehidupan kita akan menjadi ibadah dihadapan Allah SWT, karena kita memulai dengan niat dan pikiran yang baik, yang kemudian akan mengarah ke tujuan yang dicintai Allah SWT, yakni kerja ibadah kepada-Nya. Adapun professional (action) sebagai komplementer dari spriritual (mindset). Setelah memulai dengan niat dan pikiran yang baik dan meyakini sepenuh hati Allah SWT, maka langkah selanjutnya yaitu professional (action). Kita perlu mengambil keputusan “action” (bertindak atau berusahan semaksimal mungkin dengan kapasitas ilmu dan kemampuan yang kita miliki). Mengerahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk mewujudkan niat baik dan perencanaan yang baik sehingga hasilnya bisa maksimal pula. Dengan kata lain ikhtiar dan tawakkal berlandaskan keyakinan pada Allah SWT.

Kedua arahan ini akan mengarahkan menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta senantiasa berkembang (improvement) dalam menjalani tanggung jawab di bidang masing-masing, yang kemudian sangat memungkinkan menjadikan kita pemimpin, dan manusia yang berguna bagi banyak orang. Itulah yang sejalan dengan Allah SWT dan yang menjadi tujuan agama kita, yang menurut saya juga sangat penting: “sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang berguna atau bermanfaat pada manusia” dan alam semesta. Kita bisa menjadikan teladan yang telah sangat berhasil / sukses yang mencapai level pemimpin yang telah bermanfaat bagi orang lain yaitu Bapak Yusuf Kalla, yaitu owner perusahaan Kalla Group, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua PMI (Palang Merah Indonesia) dan masih banyak lagi pencapaian dan kesuksesan beliau yang sangat menginspirasi bagi banyak orang, dan saya pun sangat kagum dengan sosok beliau yang begitu sederhana. Seakan usia tidak menurunkan antusiasmenya dalam membangun dan  mengabdi pada Negara tercinta ini yang tentunya itu semua akan berdampak untuk orang lain (masyarakat). Pak JK membagikan kiat-kiatnya dalam membangun perusahaan dan menjadi pemimpin besar, yang kalau dicermati sangat dekat dengan spiritual (mindset) dan professional (action). Metode itu dinamakan tujuh – AS, yaitu meliputi Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Mawas, Kerja Tuntas, Kerja Berkualitas dan Kerja Berintegritas.

Adapun Tokoh lainnya yang juga sangat fenomenal dan membawa perubahan yang sangat besar di Sulawesi Selatan, yaitu Bupati Bantaeng. Kita bisa belajar banyak pada keberhasilannya dalam mengubah kabupaten bantaeng yang dulunya daerah gersang tak dilirik, menjadi daerah yang berkembang pesat dan mandiri yang sekarang menjadi primadona investor-investor. Ada enam kunci kepemipinan Bupati Bantaeng yang menurut saya patut dicontoh:

  1. Jabatan adalah alat bukan tujuan.
  2. Mencari kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain
  3. Konsep gambaran atau visi yang jelas sesuai kriteria SMARTnya yaitu Spesifik, Measurable, Agreed, Reliable dan Time Bound.
  4. SOP yang baik, reward Sistem atau peraturan lainnya yang jelas yang dijalankan secara konsisten dan adil.
  5. Memiliki tim handal yang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan.
  6. Ikhtiar dan tawakkal kepada Allah SWT.

Keberhasilan keduanya mempunyai kesamaan terlihat dari kiat-kiat suksesnya. Keduanya sama-sama menjadikan dan mengkolaborasikan spiritual (mindset) dan professional (action). Mereka sama-sama melakukan kerja ibadah, menunjukkan karakter dan integritas, serta sama-sama mengerahkan usaha terbaiknya dalam “finishing touch” nya. Mereka mencintai apa yang dilakukan (pekerjaan dan tugasnya), dan kemudian terlihat melakukan apa yang dicintainya (passion). Memaksimalkan segala sumber daya yang dimiliki dalam “finishing touch” sangat mencerminkan profesional (action), seperti memaksimalkan “team work”, pandai-pandai menempatkan diri dalam team (humble), mengarahkan kita untuk menjadi leader  yang akan dikenang sepanjang masa, insya Allah seperti pemimpin-pemimpin besar yang melegenda.

                Jadi bisa disimpulkan bahwa penulis buku “Spiritual (mindset) dan Professional (action) by Syamril, bisa menjadi panduan kita semua untuk menjadi acuan manusia sebaik-baiknya bagi orang lain (bermanfaat bagi orang lain) dengan mengacu pada Hablum minallah (vertical) dan Hablum Minannas (Horizontal) yang terjaga dengan baik dan seimbang (balanced). BALANCED IS KEY OF LIFE = HAPPINESS.

Review By Farah Nadiah Ilyas (PT. Kalla Inti Karsa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.