Spektrum Waktu & Lebih Cepat Lebih Baik

0
467
MediaKALLA.Com – Di dunia ada manusia yang hanya “bekerja” kurang dari 10 detik bisa menghasilkan duit milyaran rupiah. Namanya Usain Bolt putra Jamaika sebuah negeri di Karibia yang tidak diperhitungkan, tidak banyak yang mengenal Jamaika kecuali di negera ini asal muasal musik Reggae dengan Bob Marley yang berambut gimbal. Melalui sprinter mereka para Jamaikan mampu menjungkalkan domininasi Amerika Serikat. Terakhir di olimpiade 2012 catatan larin Bolt 9.63 detik sudah cukup menorehkan namanya sebagai yang terbesar.
Dari keringat selama kurang 10 detik, Usain Bolt bisa meraup duit milyaran dari Negara dan sponsor yang antri menunggu tanda tangan si manusia tercepat di jagat raya ini. Hebatnya walau masih hidup, Bolt sudah dianggap sebagai legenda.  Rekor dunianya 9.58 detik rasanya sangat sulit di lampaui pelari manapun bahkan mendekati angka itu terasa sulit.
Di lintasan lari 100 meter, waktu merupakan tuan yang menentukan nasib pelari itu. Selisih sepermil detik bisa mengubah takdir seseorang dan bangsanya. Tengok saja catatan Usain Bolt 9.58 detik dengan rekor nasional milik Surya Agung Wibowo 10.17 detik yang dibuatnya di Laos tahun 2009, selisihnya hanya 0.59 detik. Usian Bolt jadi idola dunia sedangkan Surya Agung dilupakan dunia.
Orang Arab menyebut waktu adalah pedang, anda lalai dengan waktu maka dia akan memangsamu. Sebuah kutipan lain mengatakan bahwa waktu adalah guru terbaik. Hampir semua tempat penunjuk waktu berupa jam selalu ada. Di kamar, di kantor, di depan laptop dan PC, di HP, di lift bahkan di toilet juga ada, bahkan saya tidak tahu urgensi kenapa jam ada di toilet, mungkin kita disuruh menghitung volume urine kita dengan waktu. Kota-kota di dunia sengaja membuat menara jam untuk memenangkan supremasi kota mereka dari London hingga Bukittinggi.
Waktu jelas berkaitan dengan akselerasi, kecepatan. Tidak salah jika di perusahaan waktu menjadi tolak ukur kinerja, sehingga muncul istilah lead timedan SOP yang indikatornya adalah waktu. Karena mengutak atik rumus waktu seorang Albert Einstein menjadi ilmuwan besar abad 20 dengan teori Relativitas yang mencengangkan, begitu pula Stephen Hawking menjadi tenar karena teori lompatan ruang dan waktunya yang misterius bermana lubang cacing. Waktu pula yang membawa Dr. Alexander Hartdegen melompat dari lorong waktu yang berbeda sambil mengajak kita berimajinasi dalam film The Time of Machine.
Era dekade 20 ini adalah era teknologi informasi yang menuntuk kecepatan. Oleh sebab itu muncul paradigma barang siapa yang menguasai informasi maka dia menguasai dunia. Maka dunia digambarkan tanpa batas. Mungkin sebab itu, ketika informasi wahyu di turunkan oleh Tuhan dia mengirim makhluknya paling cepat yaitu malaikat. Malaikat punya kecepatan 50 kali kecepatan cahaya atau setara dengan 50.000.000 km/detik, dengan kecepatan seperti itu dunia benar-benar tanpa batas. Tuhan mengajarkan kita bahwa informasi sangat penting dan sebisa mungkin diakses secepatnya.
Ketika Pilpres 2009 silam, Pak Jusuf Kalla pernah membaut tagline yang bagus yaitu lebih cepat lebih baik. Seolah ingin mengajari kita bahwa cepat dan taktis itu bagus. Slogan tersebut juga menjadi pedoman pak JK dalam mengelola bisnisnya dibawah bendera Kalla Group. Slogan tersebut di adopsi dalam Kalla Way (Jalan Kalla) yaitu lebih cepat lebih baik. (*)
[author image=”https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/526503_1986101950089_865891833_n.jpg” ]Indra Sastrawat Senior Accountant PT. Bumi Jasa Utama[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − two =