Solihin Jusuf Kalla Resmi Nahkodai Kalla Group

0
97

MediaKALLA.co.id – Fatimah Kalla secara resmi melepas jabatan sebagai Presiden Direktur Kalla Group, Selasa, 17 April 2018. Selanjutnya jabatan Presider Direktur diamanahkan ke Solihin Jusuf Kalla. Seremoni serah terima jabatan ini ditandai dengan penyerahan akta perusahaan di Saoraja Ballroom dan disaksikan ribuan karyawan Kalla Group.

Fatimah Kalla sudah mulai bergabung di Kalla Group sejak 1987 setelah dinobatkan sebagai Sarjana Apoteker. Anak bungsu pasangan H. Kalla dan Hj Athirah ini banyak belajar tentang bisnis lewat Jusuf Kalla. “Pelajaran pertama saya adalah saya diminta menganalisasi tentang sebuah peluang bisnis dalam hal ini perusahaan sarung tangan karet dan bagaimana mendirikannya,” kenangnya.

Tahun 2004 Fatimah Kalla ditunjuk menggantikan Pak JK yang saat itu terpilih menjadi Wapres. Selama menjabat Presdir, Istri Pulu Niode ini telah banyak menorehkan prestasi bisnis diantaranya ada 15 anak perusahaan aktif hingga tahun 2017, pertumbuhan aset mencapai 1407 % dri tahun 2005-2017, omset perusahaan mencapai Rp.7.2 Trilyun, net profit meningkat 885 % dari 2005-2017. “Jumlah karyawan sampai tahun 2017 sebanyak 5308 orang dan yang sangat membanggakan adalah zakat perusahaan 2017 meningkat 2113 % dari tahun 2005,” terangnya.

Selain itu, ada pula berbagai pencapaian di aspek sistem yang ditorehkan perempuan kelahiran Ujung Pandang, 19 April 1962 seperti; Holding Kalla Group yang terkonsolidasi atas seluruh SBU (Visi Misi, financial, human capital, business process, dsb), formulasi dan sosialisasi Nilai-nilai perusahaan menjadi JALAN KALLA (mulai tahun 2008), pemanfaatan teknologi informasi dalam operasional perusahaan (hingga kerja sama dengan Oracle 2017), perumusan dan implementasi management system berupa RUMAH KALLA (mulai tahun 2014), pengembangan Karyawan melalui Learning and Assessment Center (mulai 2012), Penataan program CSR : LAZ Athirah dan Yayasan Hadji Kalla serta mendorong Continuous Improvement melalui Kalla Kaizen Contest (sejak 2014).

Sementara itu, Solihin JK memaparkan sejumlah rencana bisnis ke depannya. “Hari ini kita kembali mengadakan town hall meeting yang temanya Journey to the Top yang bermakna setiap perjalanan menuju puncak membutuhkan persiapan dan strategi,” ujarnya.

Tahun ini, menurut Alumnus Jurusan Bisnis Internasional Universitas Duke, AS Kalla Group sudah harus menerapkan 100% aplikasi ERP. “Dengan adanya sistem ini, diharapkan semua transaksi yang terjadi di dalam perusahaan akan menjadi transparan dan profesional. Selain itu, aplikasi ini dapat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat untuk digunakan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, juga menghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu, sehingga berdampak pada efisiensi biaya dan waktu, “jelasnya.

Rumah Kalla Quality Management System, lanjut Solihin sudah diimplementasikan secara menyeluruh di tahun 2020. “Tahun 2030 kita harapkan semua SBU sudah berada di jajaran top 5 market share secara nasional dan di tahun 2052 Kalla Group menjadi perusahaan terkemuka dan disegani di Asia Pasific,” katanya.

Demi mencapai itu semua Kalla Group akan mengembangkan berbagai unit bisnis terutama di bidang industri yang pertumbuhannya tinggi, berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat dan ramah lingkungan. “Kita sudah ada berbagai rencana bisnis ke depannya seperti pembangunan kawasan industri baru dan pelabuhan, pembelian kapal baru untuk meningkatkan market bisnis logistik via laut, pengoperasian Nipah Mall, membangun perumahan yang terjangkau, fokus meningkatkan market di penjualan material konstruksi, pembangunan energi terbarukan, pabrik komponen kendaraan dan memaksimalkan kapasitas produksi kakao,” sebutnya.

Kalla Group juga akan banyak berkontribusi dalam pengembangan ide-ide cemerlang dan kreatif para generasi muda dengan membuka IP Hub di Nipah Mall. “Nantinya di sini kita akan siapkan mentoring yang eksper untuk membantu para generasi muda mengembangkan aplikasi yang mereka buat,” jelas Solihin.

Khusus untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, ruang-ruang kerja dan rapat akan dibuat lebih menarik, membentuk komunitas-komunitas pengembangan bakat dan minat, pelibatan karyawan dalam setiap kegiatan sosial. “Sudah banyak yang bertanya kapan penerapan ‘Non Uniform Day’, ini akan diberlakukan setiap hari kamis pekan pertama empat bulan sekali, kita uji coba dulu tahun ini,” ucap penggemar fotografer ini. [Azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.