Siapa Bilang Karyawan Tidak Bisa Menulis!

0
370

Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama dia tidak menulis dia akan hilang dari peradaban

Kutipan diatas adalah ucapan dari Pramoedya Ananta Toer, budayawan dan penulis yang pernah dihargai Magsaysay Award oleh pemerintah Filipina. Lain lagi ucapan dari negawaran besar Amerika Serikat bernama Benjamin Franklin, dia bilang “ Jika engkau tidak ingin dilupakan segera setelah berkalang tanah (mati), tulislah sesuatu yang layak dibaca atau lakukan sesuatu yang layak ditulis”

Menulis sudah menjadi bagian dari masyarakat modern, para buruh migran di Hongkong hingga wakil rakyat di Senayan semuanya menulis. Masyarakat kuno yang hidup ribuan silam di dalam gua-gua ternyata lebih dahulu mengenal budaya tulis. Walau sangat sederhana, lewat gambar di dalam gua mereka ingin berbagi kabar melintasi waktu beberapa generasi. Nenek moyang orang Bugis Makassar di pelosok Patimang tanah Luwu meninggalkan jejak tulisan mahakarya bernama I Lagaligo, tentang perjalanan anak manusia yang luar biasa.

Menulis adalah suplemen bagi pikiran, memberikan kesegaran bagi otak dan yang penting menulis bisa menjadi bagian sedekah sosial jika tulisan itu bisa dinikmati oleh orang banyak. Jaman internet penyebaran ide dalam bingkai tulisan sangat mudah, terutama melalui media social seperti Facebook atau Blog.

Salah satu komunitas menulis terbesar di Indonesia bernama Kompasiana.com. Di Kompasiana nyali dan keinginan menjadi donator lewat tulisan bisa tersalurkan, anda tidak perlu menunggu hebat seperti Pramoedya atau Habiburahman dalam kisahAyat-Ayat Cinta untuk memulai menulis, tapi anda bisa seperti mereka jika tekun, punya bakat dan sedikit keberuntungan.

Dalam literatur Islam, ada diceritakan saat perjumpaan sang manusia agung dengan makhluk suci dari langit berupa perintah membaca, iqra di suatu tempat yang gelap. Dan sebenarnya perintah membaca adalah muara untuk menulis, karena apa yang dibaca kalau tidak ada sebuah tulisan. Jadi, dengan menulis kita bisa melestarikan sebuah amanah suci dari langit.

Lalu bagaimana dengani karyawan yang dituntut bekerja 9 jam sehari, setidaknya aturan Undang-undang berkata demikian. Otomatis waktu lowong hanya di waktu senggang, sehabis pulang kantor atau hari libur sabtu dan minggu. Karyawan dengan interaksi sosial yang lumayan tinggi punya banyak bahan cerita, pengalaman, ide hingga imajinasi bisa menjadi karya yang bisa dinikmati.

Di zaman internet, hampir semua karyawan punya media sosial baik Facebook maupun Twitter. Jadikan kebiasaan menulis didinding akun Facebook menjadi awal dari memulai merangkai satu tulisan, dari status yang singkat, bertambah menjadi status yang lebih panjang, dari satu paragraph tumbuh menjadi beberapa paragraph dan akhirnya menjadi tulisan yang layak dibaca.

Seorang Andrea Hirata hampir saja menjadi karyawan yang hanya dikenal lingkungan kerjanya kalau dia tidak pernah menulis sebuah kisah masa kecil yang menggetarkan dan penuh inspirasi, Laskar Pelangi. Jadi siapa bilang karyawan tidak bisa menulis !!!

Saya sangat antusias dengan gerakan bernama mari menulis, budaya membaca dan menulis bisa mengantarkan bangsa yang dikenal pecandu gossip dan mudah terprovokasi, naik strata menjadi bangsa yang produktif dengan ide, cerita dan karya dalam bentuk tulisan. Khairunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. (*)

Salam…

[author ]Indra Sastrawat Senior Accountant PT. Bumi Jasa Utama[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + 8 =