Sao Eating Point Mall Ratu Indah, Pusat Kuliner Bernuansa lokal

0
1580

[singlepic id=317 w=320 h=240 float=left]MediaKALLA.Com – PT. Inti Karsa Persada, unit usaha dari PT. Kalla Inti Karsa, salah satu anak perusahaan Kalla Group yang bergerak di bidang hospitality dan property, menggelar soft launching Sao Eating Point di Mall Ratu Indah (MaRi), Sabtu (28/4). Soft launching yang berlangsung di lantai tiga MaRi ini mengundang sejumlah wartawan media cetak maupun elektronik se-Kota Makkassar. Sehari sebelumnya, panitia launching  telah menggelar trial serving untuk karyawan Kalla Group.

Dalam press conference itu, hadir beberapa top management Kalla Inti Persada diantaranya President Direktur PT. Inti Karsa Persada Fadli Rifai Kasim, Kepala Divisi Irvan K. Dewanto, Center Manager MaRi Richard Abraham,  dan Marcomm Section Head  Nadya Tyagita.

[singlepic id=313 w=320 h=240 float=right]Menurut Fadli dibukanya Sao Eating Point merupakan hasil relokasi Samudera Food Court dilantai dua MaRi. Untuk new eating point ini, Inti Karsa Persada sebagai investor memilih konsep rumah Bugis klasik atau Fusion Vintage, “Sao Eating Point ini terinsipirasi dari local content rumah bugis kuno, untuk itu segala macam furniture juga kita usahakan menyesuaikan seperti kursi dan  meja, kita cari yang tampak antik dan kuno.“ kata Fadli.

Menyesuaikan dengan konsep Sao Eating Point, sejumlah tenant menyajikan menu tradisional khas Bugis Makassar. Namun, sejumlah tenant juga menyajikan menu khas daerah lain seperti menu khas Jawa Timur, Pempek Palembang maupun menu internasional seperti Sumo Teppayaki. Semua menu ini bisa dinikmati sekitar 20 hingga 25 ribu rupiah.

Uniknya meskipun berkonsep lokal, Sao Eating Point menghadirkan sentuhan hi-tech seperti pembayaran melalui POS Sale System dimana pengunjung bisa melihat daftar menu beserta harganya di komputer yang disediakan di depan counter dan membayarnya dengan cash ataupun kartu kredit.

[singlepic id=311 w=320 h=240 float=left]Sao Eating Point ini menurut Fadli, ditargetkan menjadi tujuan wisata kuliner di Makassar, “ Dengan luas total 1400 meter persegi yang dapat menampung sekitar 600 orang, Sao Eating Point ini akan diisi 23 tenant, 11 tenant di dalam,  8 diatas, dan 15 diluar. Ini semua akan kita lengkapi dengan wifi, fasilitas untuk spesial event dan setiap tiga bulan sekali akan ada artis. Juga akan kita buat Makassar Handicraft Corner sebagai pusat merchandise khas Sulawesi Selatan. Jadi benar benar  dibuat agar bisa lebih baik dari Samudera Food Court yang sebelumnya sudah dikenal pengunjung.” Kata Fadli. Namun, untuk saat ini, tambah Fadli, semua fasilitas ini belum beroperasi penuh. Rencananya pada Grand Opening  bulan Mei nanti semua fasilitas ini sudah bisa dinikmati pengunjung.

[singlepic id=312 w=320 h=240 float=right]Richard Abraham, menambahkan pembukaan Sao Eating Point ini sejalan dengan konsep pengembangan MaRi menjadi mall yang berkonsep modern, “ Ke depannya MaRi akan mengalami banyak perubahan seperti tidak ada lagi parking lot seperti yang kita lihat di depan, kemudian landscapenya kita lengkapi dengan air mancur, dan mushollanya juga akan kita perbesar.” Urai Richard. [mk]

Galeri Foto. *Klik untuk memperbesar gambar

[nggallery id=37]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.