RENUNGAN SURAT AL ‘ASHRI

0
691

MediaKALLA.com – Tahun 2014 sebentar lagi akan berlalu. Hari di bulan Desember tinggal hitungan jari. Kata orang bijak :  hidup adalah kumpulan dari hari-hari. Jika telah berlalu berarti sebagian dari diri kita pun telah pergi. Mari renungi perjalanan hidup kita yang telah berlalu atau diri kita yang telah pergi. Ingatlah sabda Nabi :
“Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia adalah orang yang terkutuk”.

Tentu kita tidak ingin jadi orang yang merugi apalagi terkutuk. Jika tidak ingin merugi, Allah memberi petunjuk di dalam Al Qur’an :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, dan beramal saleh, dan nasehat menasehati dalam kebenaran, dan nasehat menasehati dalam kesabaran”. (Q.S. Al Ashri : 1-3)

Ada 4 syarat agar terhindar dari kerugian yaitu iman, amal shaleh, saling koreksi dalam kebenaran dan saling mengingatkan dalam kesabaran. Iman menjadi dasar awal sehingga segala sesuatu berawal dari niat ibadah untuk mengerjakan kebaikan. Niat yang baik cirinya ikhlas karena Allah. Berarti apa yang dikerjakan diniatkan ibadah sebagai wujud khalifah atau pemimpin di bumi. Niat yang baik juga sebagai aktualisasi rasa syukur dengan mengerjakan sesuatu yang memberi manfaat. Semua itu tercermin dalam rencana strategis (strategic planning) dan rencana aksi (strategic action) untuk organisasi dan resolusi pribadi untuk individu.
Selanjutnya rencana yang bagus tentu tidak ada artinya jika tidak dilaksanakan. Rencana yang tidak dilaksanakan artinya RIP (Rest In Paper) atau RIF (Rest In File). Oleh karena itu rencana harus LIA (Live In Action), hidup dalam aksi. Inilah makna dari kata amal saleh. Jadi orang beruntung wujudnya bukan hanya semata niat dan rencana tapi harus dibuktikan dengan kerja, kerja, dan kerja.

Dalam aksi atau kerja sering ada masalah yang menghambat sehingga apa yang direncanakan tidak berjalan dengan baik. Untuk itu perlu identifikasi masalah dan perbaikan atau PICA (Problem Identification and Corrective Action). Apa yang sudah dibuat sebagai Corrective Action belum tentu langsung dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Bisa jadi perlu diperbaiki lagi sampai betul-betul tuntas. Di sinilah dibutuhkan kesabaran. Makanya ciri ketiga dan keempat orang yang tidak merugi yaitu “nasehat menasehati dalam kebenaran, dan nasehat menasehati dalam kesabaran”.

Jika keempat proses itu bisa dijalankan maka Insya Allah hasilnya adalah keberhasilan. Ternyata keempat hal tersebut dapat dirangkum dengan siklus PDCA (Plan Do Check Action). Dimulai dari Plan (perencanaan), dilanjutkan dengan Do (pelaksanaan), kemudian diikuti oleh Check (pemeriksaan atau evaluasi) dan diakhiri dengan Action / Adjust (aksi / penyesuaian dan perbaikan). Ini semua tujuannya agar dapat diraih kinerja terbaik dari organisasi maupun pribadi. Jika itu terjadi artinya organisasi / pribadi masuk kategori ahsanu amalan (amalan terbaik) yang lulus dalam ujian kehidupan sesuai firman Allah :
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al Mulk : 2)

Maka sangat relevan di setiap akhir meeting atau acara di Kalla Group dibiasakan untuk membaca bersama-sama  Surat Al Ashri. Harapannya tidak sekadar dibaca tapi juga diamalkan. Harapannya memasuki tahun 2015 kita semua sebagai pribadi maupun organisasi menjadi orang yang beruntung karena menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, Amin. [Syamril]

Wallahu a’lam bishshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − nineteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.