Renungan Haji

0
652

MediaKALLA.Com – Jumat 9 November 2012 khatib di wisma Kalla membahas khusus tentang haji. Memang tepat juga momentumnya karena jemaah haji mulai berdatangan dari Mekkah atau Medinah. Inti pesannya bahwa ada tiga golongan haji yaitu mabrur, maqbul dan mardud. Golongan istimewa yaitu haji mabrur karena balasannya surga.

“ Antara umrah yang satu dengan umrah yang lainnya merupakan tebusan (dari dosa), dan orang yang berhaji mabrur tidak memperoleh pahala kecuali surga”. (Abu Hurairah). 

Sedangkan haji maqbul ibadahnya diterima tapi tidak dijamin dibalas surga. Sedangkan haji mardud yaitu haji yang ditolak, tidak diterima karena harta yang dipakai adalah harta haram atau niatnya bukan untuk Allah tapi untuk kehormatan atau bisa juga karena ilmunya kurang sehingga tidak sempurna manasiknya sebagaimana perintah Allah :

“Dan sempurnakanlah oleh kalian haji dan umrah karena Allah”. (Al-Baqarah 196).

Sempurna mencontoh Rasulullah SAW dengan niat  ikhlas karena Allah.

Hikmah Ibadah Haji

Ada kejadian yang membuat saya kaget. Waktu itu di Mina menunggu lempar jumrah para jamaah istirahat di tenda. Karena belum tahallul maka laki laki masih berpakaian ihram. Malam hari saat tidur, terhampar di depan saya orang-orang berkain putih berbaring seperti mayat. Oh, memang salah satu hikmah ibadah haji yaitu dzikrul maut atau ingat akan mati. Mengapa? Antara lain tergambar dengan pakaian ihram yang serba putih seperti mayat. Digambarkan pula dengan bacaan Talbiyah. Esensinya teken kontrak bahwa pujian, kenikmatan, dan kekuasaan, seluruhnya diserahkan kepada Allah. Jemaah haji (sebagaimana mayat) tidak ingin dipuji, tidak menggerutu karena tak ada kenikmatan dan tak sok kuasa. Arafah adalah miniatur alam mahsyar sehingga manusia senantiasa ingat mati.

Selain dzikrul maut ibadah haji juga bermakna persamaan. Dilambangkan dengan pakaian yang seragam, tiada beda. Dilambangkan dengan mencium hajar aswad, batu yang hitam. Mengapa batu hitam dicium sementara orang hitam dijauhi. Artinya tidak boleh ada perasaan bahwa etnis tertentu lebih baik dari etnis lainnya. Menjauhkan diri dari sikap diskriminatif . Jangan hanya bergaul dengan orang berdasarkan status social. Jangan pernah meremehkan orang lain yang secara dhahiriyah sangat lemah.

Makna Gerakan Ibadah Haji

Saat pertama melaksanakan haji saya protes dan bertanya dalam hati, untuk apa semua gerakan ritual haji. Apa makna dan hikmahnya. Ternyata kalau dipelajari, setiap ibadah, termasuk haji pasti ada hikmah  atau makna dari gerakan-gerakannya. Berikut ini adalah makna gerakan dalam ibadah haji :

  1. Thawaf = mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran. Bermakna sebagai penyadaran  dan kerendahan hati manusia yang sedang berusaha antri untuk mendekat kepada pusat kekuasaan, yakni Allah SWT dalam rangka  mendapatkan ampunan dan ridha-Nya
  2. Sa’i= lari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali. Ini bermakna perlu adanya keseimbangan ikhtiar yang maksimal dengan do’a yang optimal. Bermakna pula sebagai latihan kesabaran dan juga keuletan.
  3. Melempar Jumroh =melempar pilar (jumrah) sebanyak tujuh kali. Memiliki makna sebagai upaya memperjelas perbedaan (furqon) antara mukmin dengan syetan serta berupaya melemparkan sifat-sifat  syaithoniyah yang berada di dalam diri kita.
  4. Wukuf  = Diam di padang arafah sambil berdo’a, bertaubat, dan berdzikir kepada Allah. Bermakna sabar menunggu ampunan Allah sebagaimana menunggu syafaat Allah di alam mahsyar.
  5. Tahallul = mencukur rambut. Memiliki makna pengikisan sikap sombong, takabur, dan arogan di dalam hati. Dalam hal ini rambut sering dilambangkan sebagai mahkota keindahan.

Bayangkan jika semua makna gerakan ibadah haji itu meresap ke dalam diri setiap jemaah haji yang pulang dari tanah suci. Saya yakin negeri ini akan berubah menjadi lebih baik. Akan hilang orang-orang yang sombong karena telah ‘dicukur’ habis saat tahallul. Tercipta pribadi yang senantiasa sadar dan penuh kerendahhatian mendekatkan diri kepada Allah. Juga pantang menyerah sebagaimana Siti Hajar yang terus mencari air. Dan akhirnya semua kehidupan akan berakhir dan ada pertanggungjawaban di Padang Mahsyar ibarat Padang Arafah yang luas membentang. Inilah manusia yang kamil, sempurna karena memiliki iman, ilmu dan amal. Seimbang spiritual, emosional, social dan intelektual.

Selamat datang para karyawan Kalla Group yang telah menunaikan ibadah haji. Semoga meraih haji yang mabrur yang berdampak ‘surga’ di dunia dan akhirat.

Syamril  

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.