Refleksi 62 Tahun Kalla Group : Menjadi Besar dan Terbaik secara Material dan Spiritual

0
475

MediaKALLA.com – Bulan ini Oktober 2014 Kalla Group memasuki usia yang ke 62 tahun. Usaha ini awalnya bernama PT. Hadji Kalla yang dirintis oleh pasangan suami istri Hadji Kalla dan Hajjah Athirah yang kemudian berkembang menjadi Kalla Group. Pasangan Hadji Kalla dan Hajjah Athirah, mengawali usahanya di bidang perdagangan tekstil, di kota Watampone dan Makassar melalui NV. Hadji Kalla Trading Company yang didirikan pada tanggal 18 Oktober 1952. Lewat kerja keras yang tak kenal lelah, Hadji Kalla berhasil mengembangkan usahanya dalam berbagai bidang, yang kemudian disatukan di bawah bendera Kalla Group. Bidang usahanya meliputi otomotif, keuangan, energi, perdagangan, konstruksi dan pendidikan.

Setiap perusahaan termasuk Kalla Group tentu bermimpi menjadi perusahaan yang besar dan terbaik. Demikian pula dengan Kalla Group. Indikator besarnya suatu perusahaan dapat dilihat pada omzet, profit, lini bisnis, jumlah karyawan, area operasi dan sebagainya. Lalu indicator terbaik biasanya pada kualitas produk atau layanan, kepuasan pelanggan, efektivitas manajemen dan sebagainya. Apakah indicator besar dan terbaik hanya itu? Ternyata bukan hanya itu. Ada indicator yang bersifat ‘spiritual’ yang perlu diperhatikan. Apa saja indicator ‘spiritual’ tersebut?

Besar dan Terbaik Ala Jusuf Kalla

Pada bulan Pebruari 2013 pada acara Strategic Meeting Kalla Group di Bali, JK sebagai founder memberikan pengarahan dengan berucap “jika kami membuat perusahaan orientasi hanya profit maka lebih baik kami beli tanah saja yang harganya selalu naik. Kami mendirikan perusahaan ini agar banyak orang yang dapat pekerjaan”.  Selanjutnya pada bulan Desember 2013 saat diadakan Rapat Penetapan Target Tahun 2014 yang dihadiri juga oleh JK. Saat penandatanganan target, tiba-tiba JK bertanya “berapa zakatnya?”

Saya heran, mengapa JK tidak bertanya “berapa profitnya?” Tentu ada makna besar di balik ungkapan itu. Perusahaan tidak boleh hanya hitung profit, tapi juga harus hitung zakat. Alhamdulillah Kalla Group dalam hal zakat sangat perhatian. Saya tahu karena saya ikut mengelolanya, jadi saya punya data lengkap. Selama tiga tahun, besaran zakat selalu lebih dari standar 2,5% sehingga lebihnya jadi infak. Peningkatannya pun tinggi, sekitar 67% dari tahun 2011 ke tahun 2013. Penggunaan zakat pun harus banyak ke pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, keagamaan dan lingkungan hidup.

Dari dua cerita di atas, ternyata bagi JK besar dan terbaik bukan semata diukur dari indicator material tapi juga manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. Besar dan terbaik diukur dari seberapa besar peran perusahaan dalam memajukan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain memberi manfaat langsung kepada karyawan, juga manfaat kepada pengembangan ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, transportasi, property, energy, finance dan sebagainya. Pada akhirnya perusahaan turut aktif dalam memajukan bangsa sebagaimana motto Ulang Tahun ke 62 Kalla Group yaitu “Bersama Majukan Bangsa”.

Hal ini sejalan dengan nilai-nilai spiritual sebagaimana ungkapan Sayyid Qutb : “Siapa yang hidup untuk dirinya, maka dia hidup sebagai manusia kecil dan mati sebagai manusia kecil. Siapa yang hidup untuk orang lain, maka dia akan hidup sebagai manusia besar dan takkan mati selamanya”. Artinya indicator spiritual besar dan kecilnya manusia bukan dari harta dan tahta yang dimilikinya tapi dilihat pada rendahnya level egoismenya. Jika dia sudah tidak egois lagi dalam arti tidak lagi berorientasi “apa yang saya dapatkan” tapi pada “apa yang saya berikan”, maka dia telah menjadi manusia besar.

Perusahaan sebagai organisasi juga demikian. Besar kecilnya bukan semata karena indicator material seperti omzet, profit, lini bisnis, jumlah karyawan, area operasi dan lainnya, tapi juga indicator spiritual berupa manfaat yang dapat diberikan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bisa jadi ada perusahaan yang secara material besar namun secara spiritual ia kecil. Keberadaannya tidak memberi manfaat bahkan merugikan masyarakat. Demikian pula sebaliknya, ada perusahaan yang secara material kategori kecil, tapi secara spiritual besar konstribusinya bagi masyarakat. Tentu yang terbaik adalah omzet dan profit besar dan juga manfaat untuk kemajuan bangsa juga besar. Itulah besar dan terbaik secara material dan spiritual. Semoga Kalla Group bisa masuk dalam kategori ini. [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + thirteen =