Rasa Dosa dan Pahala

0
579

MediaKALLA.Com – Sejak kecil kita diajarkan tentang dosa dan pahala. Dosa diperoleh jika melakukan pelanggaran terhadap larangan Allah atau tidak menjalankan perintah. Allah melarang berbohong, jika manusia berbohong maka akan mendapatkan dosa. Allah memerintahkan shalat lima waktu bagi yang sudah dewasa atau baligh. Jika tidak shalat maka akan mendapatkan dosa. Allah melarang mempersekutukan-Nya. Jika manusia menyembah selain Allah atau memohon pertolongan dan berharap dari benda-benda atau kekuatan lain selain Allah seperti jimat, benda pusaka dan lain sebagainya maka itu termasuk perbuatan syirik dan merupakan dosa besar. Allah berfirman :

Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S. Al A’raaf : 3)

Balasan bagi mereka yang berdosa yaitu neraka sebagaimana firman Allah :

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam adzab neraka Jahanam. (Q.S. Azzukhruf : 74)

Sedangkan pahala itu sebaliknya. Jika manusia menjalankan perintah dan menjauhi larangan maka dia akan mendapatkan pahala. Bagi yang berpuasa, membayar zakat dan menjalankan ibadah haji Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda. Apalagi di bulan Ramadhan, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda dibandingkan dengan di bulan lainnya. Shalat sunnat di bulan ini setara pahalanya dengan shalat wajib di bulan lain.  Demikian pula jika menahan diri dari mencuri, menggunjing, marah dan lain sebagainya juga mendapatkan pahala. Segala perbuatan baik manusia sekecil apapun pasti akan mendapatkan pahala. Allah berfirman :

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Baqarah : 110)

Balasan bagi orang yang berpahala yaitu surga sebagaimana firman Allah :

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (Q.S. Al Ma’idah : 85)

Apakah balasan terhadap dosa dan pahala hanya dirasakan manusia di akhirat? Sebenarnya sejak di dunia balasan atau rasa dari dosa dan pahala tersebut sudah didapatkan. Ibaratnya kita melakukan perjalanan ke tempat yang sejuk seperti Puncak Bogor atau Malino Gowa. Beberapa kilometer sebelum sampai ke Puncak atau Malino yang sejuk dan dingin, kita sudah merasakan hawa sejuk dan dingin tersebut terlebih dahulu. Atau kita melakukan perjalanan ke tempat yang panas seperti Jakarta atau Makassar.  Beberapa kilometer sebelum sampai ke Jakarta atau Makassar yang panas, kita sudah merasakan hawa panas tersebut terlebih dahulu.

Balasan dari dosa di akhirat adalah siksa api neraka. Neraka simbol dari penderitaan. Berarti balasan dosa di dunia berupa penderitaan hidup seperti rasa tidak tenang, resah dan gelisah. Bisa jadi secara fisik dia kaya dan berwibawa karena menduduki jabatan yang tinggi. Namun kekayaan tersebut diperoleh dari jalan yang haram dan penuh tipu daya, maka hilanglah keberkahan kekayaannya. Demikian pula dengan seorang pejabat yang meraih jabatannya dengan melakukan sogok atau kecurangan lainnya. Apalagi jabatannya digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan jauh dari amanah. Maka sering kita saksikan orang-orang yang kaya dan menduduki jabatan tinggi tapi hidupnya tidak berkah, keluarganya jauh dari bahagia, selalu resah dan gelisah.

Balasan dari pahala di akhirat adalah surga yang penuh kenikmatan yang abadi. Surga simbol dari kebahagiaan. Berarti balasan pahala di dunia berupa kebahagiaan hidup seperti ketenangan jiwa, jauh dari resah dan gelisah. Bisa jadi secara fisik dia miskin dan hanya rakyat biasa. Atau kekayaannya tidak terlalu besar sehingga hidupnya sederhana. Karena kekayaan tersebut diperoleh dari cara yang halal dan digunakan untuk kebaikan maka dia pun meraih hidup yang berkah, keluarganya bahagia dan jauh dari resah dan gelisah.
Apalagi jika dia memang kaya raya yang diraih dengan cara yang halal dan thayyibah maka Allah pun memberi keberkahan dan menambah kekayaannya. Namun harta yang berlimpah tidak membuatnya lupa diri. Malah semakin bersyukur dan meyakini bahwa ini semua dari Allah sebagaimana Nabi Sulaiman yang kaya raya dan tetap bersyukur. Atau dia menduduki jabatan tinggi di pemerintahan atau perusahaan. Dijalankannya tugas dengan penuh tanggung jawab dan sikap amanah sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi rakyat atau karyawannya. Maka hidupnya di dunia pun tentu bahagia, dicintai dan menjadi teladan serta dikenang sepanjang masa oleh rakyatnya. Di akhirat dia akan masuk dalam golongan pemimpin yang adil yang dirindukan oleh surga.

Oleh karena itu jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan karena pasti buahnya akan kita nikmati di dunia ini dan juga di akhirat jika kita kerjakan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah. Demikian pula dengan kejahatan, berusahalah menghindarinya karena pasti kita akan dapatkan balasannya tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia. Allah mengingatkan dalam Al Qur’an :

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, … (Q.S. Al Israa’ : 7)

Semoga bulan Ramadhan yang melatih kita berbuat kebajikan membuat hidup kita semakin bahagia sebagai buah surga dunia sebelum kelak di akhirat meraih kebahagiaan abadi di surga yang sebenarnya. Demikian pula dengan ibadah puasa sebagai latihan mengendalikan hawa nafsu dari segala yang sebenarnya halal (makan, minum, dan hubungan suami istri) membuat kita lebih mudah menjauhkan diri dari kejahatan dan perbuatan dosa. Sehingga kita akan terhindar dari neraka dunia berupa jiwa yang resah, gelisah dan menderita. Lebih penting lagi membuat kita meraih ampunan Allah sebagai orang yang bertakwa yang dibebaskan dari siksa api neraka di akhirat kelak. (*)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group – 24 Ramadhan 1434 H[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 12 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.