Putra & Putri Solihin Kalla Belajar Bercocok Tanam di Pucak Maros

0
797

MediaKALLA.co.id – Omar Rasheed Solihin Kalla langsung melompat dari mobil, ketika Toyota Fortuner berhenti di area perkebunan. Kejenuhannya saat harus menempuh 90 menit dari Wisma Kalla Makassar ke Dusun Bontosunggu, Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros kemudian sirna.

Sejurus kemudian, Rasheed sapaan akrabnya mengucap salam, menjulurkan tangannya, bersalaman dan memperkenalkan dirinya kepada para petani yang sedang beristirahat di bawah pohon. “Rasheed Pak, ini kakak saya Shafiyah,” ujarnya.

Anak kedua dari pasangan Solihin Jusuf Kalla dan Pinta Bestari begitu antusias menikmati aktivitasnya hari itu. Tak lagi mempedulikan, sepatu dan pakaiannya yang berlumpur. Dengan saksama pria kelahiran Jakarta, 10 Januari 2004 tersebut mendengarkan penjelasan dari para petani tentang tata cara bercocok tanam. Sesekali iya menimpali dengan pertanyaan. “Kok tanam bawang Pak, di sawah Pak, bukannya ini untuk lahan padi,” tanyanya ketika melihat beberapa lahan persawahan yang ditumbuhi tanaman bawang.

Hari itu, Rabu, 2 Agustus 2017, Rasheed bersama kakaknya Siti Shafiyah Solihin Kalla mendapatkan banyak penjelasan terkait tata cara budidaya tanaman, mulai dari cara bertanam bawang merah, lombok, talas, ubi jalar, pembibitan padi hingga memanen kangkung. Mereka pun tak segan mempraktikkan tata cara menanam hingga memanen tanaman sesuai arahan petani.

Beda halnya dengan Siti Hajar Maharani Niode yang merupakan putri dari pasangan Pulu Niode dan Fatimah Kalla yang juga turut serta pada kegiatan hari itu. Latar belakang pendidikan Ekonomi dan Bisnis yang diserapnya di bangku perkuliahan membuatnya lebih tertarik menanyakan soal harga, proses distribusi bahan pokok dari petani hingga ke dapur warga dan kondisi ekonomi petani. Ia mencoba mensingkronkan antara ilmu yang didapatnya dengan kondisi real di lapangan. Rani juga mengajak serta 3 orang teman semasa kuliahnya dulu untuk melihat langsung kondisi pertanian di tanah kelahirannya. “Ini Rizkya Putri, Sarah Aninidha dan Putri Permata. Saya ajak mereka supaya mereka juga tahu kondisi ekonomi masyarakat di Sulsel,” katanya. [Azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.