Puasa yang Sukses Membawa Perubahan

0
699

MEdiaKALLA.com – “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari  segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajari manusia dengan  perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahui.” (Al Alaq: 96; 1 – 5). Ayat-ayat ini memotivasi kita untuk belajar melalui atau dengan cara membaca. Tentu perilaku membaca yang diharpakan tidak hanya berhenti pada yang tekstual semata, tetapi juga membaca yang kontekstual, baik kejadian alam maupun hakikat yang menjadi kejujuran di dalam hati.

Di dalam puasa, selain kita mencontoh perilaku yang diteladankan oleh Rasullah juga mencontoh seperti yang dilakukan oleh  para sahabat. Namun demikian, kita juga perlu membaca kontekstual perilaku berpuasa mahluk-mahluk lain di alam ini. Dalam tulisan ini, penulis mengajak para pembaca membadingkan perilaku puasa ular dan ulat.

Pada kedua mahluk tersebut berpuasa adalah perjuangan untuk melakukan perubahan. Seekor ular, ketika berpuasa sesungguhnya ia sedang memperjuangkan perubahan pada kulitnya. Beberapa hari ia tidak makan dan minum dan berdiam diri sampai pada akhirnya kulitnya yang lama mengering dan ia kelupas.

Saat ular berhasil mengelupas kulit lamanya, ada perubahan yang mencolok. Ia memiliki kulit baru yang lebih berkilau dan kuat. Gerakannya lebih gesit dan elastis. Namun dari sisi bentuk ia tak mengalami transformasi. Perilaku hidupnya pun sama, tak ada perubahan. Ia tetap melata dan memangsa hewan yang lain. Ia hanya berubah dengan tubuh yang molek, gerak yang lebih gesit, dan berkulit lebih halus, indah, berkilau, tetapi tetap hidup sebagai predator.

Di sisi lain, ulat adalah binatang yang menjijikan, ia makan daun-daunan sehingga kadang merusak pepohonan. Di saat yang tepat ulat ini pun melakukan puasa. Tidak makan dan minum, berdiam diri di dalam kepompong. Setelah berpuasa selama 21 hari, ulat ini keluar dari kepompongnya dalam bentuk yang berbeda. Ia berubah menjadi kupu-kupu.

Ia telah berhasil melakukan transformasi bentuk sekaligus karakternya. Dari semula tubuhnya yang menjijikan dan melata, berubah menjadi bersayap, indah berwarna-warni dan terbang. Dari semula mengkonsumsi daun-daunan dan merusak bentuk daun-daun pepohonan, berubah menjadi mengkonsumsi sari manis dari putik-putik sari bungabunga pepohonan.

Saat ia mengkonsumsi makanan, aktivitasnya itu sekaligus membantu penyerbukan bunga-bunga yang ia getarkan melalui kaki dan mulutnya, sehingga bunga-bunga tersebut akan berubah menjadi buah-buah yang terus berkembang menjadi ranum dan masak.

Betapa ulat yang berubah menjadi kupu-kupu, kita senang memandanginya bahkan ingin enangkapnya. Betapa kupu-kupu oleh para penyair pun dijadikan sebagai metafor keindahan dan fungsi keberadaannya dengan kebaikan untuk lingkungan sekitarnya. Lihatbaik-baik puisi ini:

Kekasih,

  • Tatapan matamu  menghadirkan berjuta kupu-kupu
  • Mereka terbang seiring deras aliran darahku
  • Kepakan sayap-sayapnya seirama denyut nadiku
  • Mengeja zikir cinta hingga berdesakan pada jantungku

Pembaca yang budiman, dalam rangka membaca yang kontekstual, kaitanya dengan  kedua mahluk tadi dan dampak dari puasanya, tentu bila kita diminta memilih akan memilih jadi kupu-kupu. Kita memilih dengan senang hati karena bentuk dan karakternya yang baik.

Nah, alangkah baik di dalam puasa Ramadhan ini, prosesnya juga memotivasi diri kita untuk berniat ke arah transformasi ketakwaan kita yang lebih kuat dan lebih baik lagi. Perilaku kita sebaiknya menjadi bagian dari bentukan karakter yang transformatif, mencerminkan esensi peningkatan ketakwaan seorang muslim. Yang paling sederhana adalah perubahan pengetahuan kita yang lebih tinggi tentang keberagamaan kita. Juga perbaikan pada kesadaran fungsi kehadiran kita di sebuah lingkungan, bahwa sebaik-baik dari manusia adalah dia yang bermanfaat untuk orang lain. Ini artinya, jangan samapi justru keberadaan kita menjadi beban orang lain. Bila ini yang kita dapati, maka sesungguhnya puasa kita telah sukses membentuk perubahan diri kita.

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/07/download.jpg” ]Edi Sutarto : Direktur Sekolah Islam Athirah[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.