Piala Dunia Dan Ramadhan

0
589

MediaKALLA.com – Ramadhan tahun ini sedikit istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Piala Dunia. Pertandingan sepak bola yang diikuti oleh 32 negara yang mewakili seluruh benua. Saat bulan ramadhan dimulai, Piala Dunia sudah memasuki babak 16 besar. Negara-negara dengan liga sepakbola terbaik dunia seperti Spanyol, Inggris dan Italia ternyata lebih dahulu tersingkir. Itulah sepakbola, penuh dengan kejutan. Pepatah bola mengatakan “selama bola masih bundar maka hasil pertandingan selalu bisa mengejutkan”.
Pertandingan sepak bola tidak hanya menarik untuk ditonton, tapi juga banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik di dalamnya terkait dengan kehidupan. Apa saja hikmahnya?

Dalam permainan bola selain harus ada bola dan lapangan permainan, juga harus ada gawang. Permainan bola tanpa gawang tentu tidak seru karena tidak ada sasaran yang menjadi arah pergerakan bola. Juga sulit menentukan pemenang karena tidak ada ukuran skor yang dapat dibandingkan dengan mudah. Gawang menjadi arah bola dan sasaran pergerakan. Demikian pula dengan hidup, harus ada ‘gawang’ yang menjadi arah dan sasaran.  Hidup harus memiliki tujuan. Allah berfirman :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (beribadah kepada-Ku)”. (Q.S. Adzariyat : 56)

Menyembah Allah maksudnya segala yang dilakukan ditujukan kepada Allah. Agar segala aktivitas kita dapat diterima oleh Allah, maka tentu harus sesuai dengan keinginan Allah sehingga mendapat ridha dari-Nya. Itulah makna ibadah.

Apa yang diridhai oleh Allah? Allah ridha jika manusia dalam hidupnya melakukan aktivitas yang bermanfaat, melakukan perbaikan untuk mewujudkan kehidupan di dunia yang aman, tenteram, damai dan sejahtera. Itulah peran manusia sebagai khalifah yang memberi rahmat bagi semesta. Aktivitas demikian ternyata berdampak tidak hanya di dunia tapi juga akhirat sebagaimana firman Allah :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al Qashash : 77)

Itu adalah ‘gawang’ jangka panjang kehidupan. Tentu manusia harus menurunkan lagi dalam ‘gawang hidup’ jangka menengah dan pendek. Itu berupa cita-cita dan target hidup. Bagi para pelajar dan mahasiswa bisa berupa target profesi kelak setelah selesai menuntut ilmu formal. Ada yang ingin jadi dokter, pengusaha, guru, insinyur dan lain sebagainya. Bagi mereka yang telah bekerja punya target menduduki posisi atau karir tertentu. Segala cita-cita dan target tersebut harus dalam bingkai ibadah, menggapai ridha  Allah dengan niat suci memberi manfaat bagi semesta.

Ramadhan pun demikian, ada ‘gawang’ yang harus dituju. Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S. Al Baqarah : 183)

Takwa bermakna menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Terwujud sebagai manusia yang berakhlak mulia, berkembang iman, ilmu dan amal. Seimbang spiritual, intelektual, emosional dan sosial dengan tumbuhnya rasa peduli sesama. Indikasinya manusia yang berfikir sebelum melangkah karena terlebih dahulu bertanya apakah aktivitasnya itu berguna dan sesuai dengan keinginan Allah. Berhati hati dalam bertindak karena merasakan adanya kehadiran Allah dalam hidupnya karena dia yakin Allah Maha Mengetahui segala yang dikerjakannya.

Ibadah puasa melatih kita merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan. Ibadah puasa sangat personal karena yang tahu kita berpuasa hanya Allah dan diri sendiri. Bisa saja kita pergi ke tempat yang tersembunyi kemudian makan dan minum. Tapi itu tidak kita lakukan karena kita yakin Allah Maha Melihat. Maka wajar saja balasan orang yang berpuasa ini Allah akan berikan secara khusus.

Ternyata amaliyah ramadhan untuk menggapai takwa sebagai ‘gawang’ nya akan memudahkan kita meraih ‘gawang’ hidup kita di dunia ini yaitu menyembah Allah dengan melakukan segala aktivitas hidup yang diridhai Allah. Oleh karena itu mari selalu ingat ‘gawang’ takwa ini. Semoga dengan itu kita dapat menjadi manusia yang mulia di sisi-Nya. Selamat menjalankan ibadah puasa serta amaliah ramadhan lainnya. [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.