Perwakilan Yayasan Kalla Berbagi Inspirasi di SMA 1 Watanpone

0
597

MediaKALLA.co.id, Bone – Pagi itu, Selasa, 26 April 2016, Kota Bone diguyur hujan lebat. Hawa dingin begitu menusuk kulit. Tapi, situasi tersebut tidak menghalangi semangat para siswa SMA Negeri 4 Watampone untuk mengikuti sebuah rangkaian acara yang tidak biasanya terlaksana di sekolah mereka. Ya, kegiatan tersebut adalah Kalla Goes to School. Ini merupakan salah satu program Yayasan Kalla di bidang educare yakni denga mengutus karyawan level manager hingga direksi untuk berbagi kisah yang tentu saja inspiratif guna menyongsong masa depan yang lebih baik ke depannya.

Kali ini, insan Kalla Group yang memberikan materi adalah Abdul Hakim Dg. Ngalle. Beliau selaku Manager Program Desa Bangkit Sejahtera Yayasan Kalla. Bukan tanpa alasan pemilihan beliau sebagai narasumber, Hakim telah memiliki pengalaman mumpuni membawakan materi di depan para siswa. Ia mengisahkan bahwa dirinya menghabiskan masa sekolahnya di Maros kemudian menyelesaikan pendidikan tingkat S1 di UNM kemudian S2 di Ohio University, USA 2013 lalu. “Selain berkecimpung dalam dunia pengembangan desa, saya juga fokus di dunia pendidikan untuk mengembangkan modul dongeng yang akan digunakan di sekolah dasar,” ujarnya.

Sebanyak 271 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan siswa kelas X-XI dari dua jurusan (IPA & IPS). Tak hanya itu, ada beberpaa guru pendamping yang turut mengikuti pemaparan materi dari awal sampai selesai.

Sabri Salim selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Watampone sangat mengapresiasi kegiatan yang berlangsung pada hari ini karena memberikan nilai-nilai positif terhadap siswa yang baru saja melaksanakan UN. “Setelah UN maka siswa tersebut akan meninggalkan bangku sekolah yang sudah lama mereka jalani guna memasuki tahap berikutnya yaitu bangku perguran tinggi yang tentu saja akan membutuhkan pengorbanan yang lebih banyak lagi untuk bisa menaklukannya,” ujarnya.

Olehnya itu, lanjut Sabri, maka melalui kegiatan pada hari ini, kami sangat berharap kepada kepada para siswa untuk bisa memetik pelajaran di dalamnya dan boleh jadi pelajaran yang disampaikan hari ini tidak pernah disampaikan oleh bapak-ibu guru di sekolah. “Ini penting untuk masa depan kalian kelak,” tekannya.

Dg. Ngalle, begitu sapaan akrab Abd. Hakim, dalam menyampaikan materinya berdasarkan pengalaman. Ia adalah seorang pemuda kampung biasa yang jauh dari hingar-bingar perkotaan. Namun, ia bisa menjadi sosok pembeda di kalangan teman-temannya dengan prestasi dan hobinya. “Kesuksesan tidaka dipenuhi oleh mereka yang hanya bisa menyesali takdir, tapi mereka yang bisa mengenali potensi dirinya, kemudian terus mengasah kemampuan tersebut sampai bisa berbuah prestasi yang akan dikenang oleh semua orang,” pesannya.

Abd. Hakim memaparkan materi disertai dengan banyak humor, sesekali membubuhi Bahasa Bugis berhasil memukau siswa yang memenuhi aula sekolah. Terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh para siswa siang itu yang sangat antusias dalam mengemukakan pertanyaan kepada pemateri. Salah satunya, Nur Afdatun Nisa yang menanyakan tentang cara mengomunikasikan keinginan pilihan jurusan kepada orang tua.

“Pertama sekali pilih waktu yang tepat untuk bisa mendiskusikan keinginanmu itu kepada orang tua, pastikan bahwa itulah waktu terbaik bagi orang tua untuk bisa memahami yang apa yang kami bicarakan. Setelah itu berikan jawaban-jawaban yang mudah dipahami oleh orang tua, juga bahasa halus agar orang tua anda tidak merasa bahwa anda melawan dengan pilihan orang tua tersebut. dan yang paling penting jelaskan pula bahwa kamu bisa menjami bisa menyelesaikan program studi tersebut dengan baik dan sunggu-sungguh ketika kuliah kelak,” jelas Hakim.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari pihak Yayasan Kalla kepada pihak SMA 1 Watanpone dan juga hadiah kepada siswa yang mengajukan pertanyaan. [Usluddin]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.