Jadilah Pengusaha Muslim Sejati

0
682

MediaKALLA.Com – Terinpirasi dari artikel Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2013 Versus Pengusaha Muslim, penulis akan menjelaskan lebih lanjut tentang konsep Pengusaha Muslim Sejati. Pengusaha Muslim Sejati yang dimaksud bukanlah satu bentuk profesi sebagai seorang usahawan atau pengusaha atau pebisnis, melainkan dimaknakan secara global yaitu umat manusia yang berusaha berjuang untuk menjadi seorang Muslim Sejati. Jadi siapapun anda atau siapapun mereka apapun profesi dan aktivitas anda selama tujuannya adalah sebentuk proses perjuangan untuk menjadi seorang hamba Allah yaitu Muslim Sejati, maka anda atau mereka adalah golongan para Pengusaha Muslim sejati.  Apapun profesi anda baik seorang tukang becak, pemulung sampah, pengemis, direktur, manajer, wiraswasta, polisi, tentara, satpam, guru, ustadz, schoolar, pelajar, mahasiswa, mantan narapidana, mantan narkoba, selama niat anda adalah sebentuk perjuangan untuk menjadi seorang hamba Allah yang taat, maka anda adalah Para Pengusaha Muslim sejati.

Konsep pengusaha muslim sejati adalah kesetaraan kedudukan, kesetaraan kehidupan dalam kesederhanaan, kesetaraan dalam berdiri maupun sujud, dan kesetaraan dalam segala hal. Sebuah konsep kesetaraan yang menjadi hak dan kewajiban mereka. Bagi para pengusaha muslim dasar hukum hidup mereka hanya bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits, bukan dari KUHP ataupun kitab undang-undang dan sejenisnya. Tata cara dan pola hidup baik dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, dan budaya semua bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Dan mereka taat dengan segala peraturan tersebut, selayaknya ketika mereka berkumpul di mesjid saat azan berkumandang lalu berbaris rapat kemudian menunggu sang Imam untuk mempimpin aktivitas shalat yang merupakan kewajiban mereka terhadap Sang Penguasa Kehidupan. Berdiri sama rata, rukuk sama rata, sujud sama rata, dan duduk pun sama rata. Alangkah indahnya konsep kehidupan mereka. Bagi mereka profesi dan aktivitas dunia hanya sebuah peranan, namun apapun peranan tersebut mereka semua sama, sama dalam segala hal akan peranan mereka sebagai seorang Hamba Allah, jadi kesetaraan rasa untuk saling menghormat dan saling menghargai sesama umat Allah adalah suatu kewajiban bagi mereka apapun peranannya.

Dalam hal kepemimpinan di kehidupan sosial para pengusaha muslim sejati mereka menyebutnya sebagai kampung muslim, mereka menjadikan salah satu di antara mereka yang paling taat kepada Allah, yang paling tinggi ilmu dan pengetahuannya dalam memahami Al-Quran dan Al-Hadits, yang paling bijaksana dan dewasa dalam menjalani hidupnya sebagai seorang pengusaha Muslim yang hanya seorang hamba, karakter umat seperti inilah yang mereka jadikan pemimpin mereka. Bukan melalui gelar, jabatan, profesi, kedudukan, umur, maupun status duniawi manusia. Oleh karena itu dalam sistem kehidupan sosial mereka, siapapun mereka baik kulit putih/hitam, suku bugis atau suku makassar, Indonesia atau malaysia, Eropa atau Arab, siapapun mereka yang tunduk kepada Allah dan menjadikan Al-Quran dan Al-hadits sebagai buku petunjuk dan peraturan (terms of agreement) dalam kehidupan mereka, maka mereka layak menjadi seorang warga dari kampung para pengusaha muslim tersebut.

Bagi mereka para generasi muda, mungkin kalian tidak pernah menemukan konsep profesi pengusaha muslim ini di proses pendidikan yang kalian jalani. Namun ini adalah salah satu profesi yang sangat langka saat ini. Jika selama ini kalian dididik untuk menjadi seorang yang sukses, seseorang yang hebat, pintar cerdas, terkenal, kaya, man of the year, maka profesi sebagai pengusaha muslim sejati inilah yang selama ini kami belum temukan di sepanjang perjalanan hidup kami. Profesi ini sudah sangat langka di kalangan muslim yang mengaku islam namun hanya sebatas di kartu kependudukan saja. Mungkin saja generasi kami telah terdoktrin oleh sistem tamak duniawi yang akhirnya menjauhkan kami dari profesi tersebut. Kami telah terlanjur jauh terjatuh dalam paradigma kesuksesan hidup yang dinilai berdasarkan duniawi. Buku yang kami baca dan kami bangga-banggakan dalam traning motivator kami hanya sekedar buku yang lebih cenderung mengarahkan kami untuk semakin cinta duniawi, bukan Al-Quran dan Al-Hadits yang justru adalah buku panduan kami yang sesungguhnya. Tokoh-tokoh yang kami jadikan panutan dan jadikan motivasi dan ambisi hanya memberikan kecendrungan bagi kami untuk menjadi semakin cinta duniawi bukan lagi Rasul dan Sahabat-Sahabatnya serta Ulama dan para tokoh pejuang muslim lainnya. Kami telah lupa siapa diri kami yang hanya seorang hamba Allah. Kami telah melupakan keislaman kami karena semakin cinta duniawi. Bagi kami harta & jabatan adalah ukuran penghormatan dan penghargaan, bukan lagi dari keimanan dan ketaqwaan serta ilmu kami, yang tidak lain hanya seorang hamba Allah.

Maka dari lubuk hati yang dalam, Tolong, Tolong, Tolong…  jangan ikuti kami, jangan jadikan kami sebagai panutanmu, jangan jadikan jabatan, kekayaan, gelar, dan kepandaiaan kami sebagai contoh buatmu. Jangan jadikan status duniawi kami sebagai motivatormu. Jangan jadikan kekayaan materi dunia kami menjadi ambisi hidupmu. Karena semua ini hanyalah kosong dan hampa belaka oleh dosa-dosa kami. Jadilah manusia yang berprofesi sebagai Pengusaha Muslim Sejati. Jadilah seperti mereka. Jadilah hamba Allah yang taat. Belajarlah dari Al-Quran dan Al-hadits. Kenalilah kembali keislamanmu. Buatlah kami menjadi cemburu, iri dan kagum padamu. Menjadi sukseslah sebagai seorang Pengusaha Muslim Sejati. Bantulah kami generasi pendahulumu untuk mengingatkan diri kami akan kekhilafan kami. Bantulah kami mengembalikan keimanan kami. Buat kami menjadikanmu sebagai motivator kami untuk merubah dan memperbaiki diri kami.  Buatlah kami bangga karena telah memiliki generasi muda yang berprofesi sebagai seorang Pengusaha Muslim Sejati. Buatlah kami bangga karena telah memiliki generasi muda yang taat kepada Allah. Buatlah kami bangga dan bersyukur karena telah berada di sampingmu para pemuda Pengusaha Muslim Sejati. (*)

[M a M]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + twelve =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.