Pengelolaan Produktivitas

1
1096
Peningkatan Produktivitas
Peningkatan Produktivitas
Peningkatan Produktivitas
Peningkatan Produktivitas

Secara Konseptual Produktivitas Adalah hubungan antara keluaran atau hasil organisasi dengan masukan yang diperlukan.Produktivitas dapat dikualifikasikan dengan membagi keluaran dengan masukan.Menaikkan produktivitas dapat dilakukan dengan memperbaiki rasio produktivitas,dengan menghasilkan lebih banyak keluaran atau  output yang lebih baik dengan tingkat masukan sumber daya tertentu (Blecher,1987:3 )

Tipe Produktivitas

?  Total Produktiviti : Total produktivity ratio adalah menghubungkan  nilai semua keluaran dengan nilai semua masukan .Produktivityas dapat dinilai dengan menunjukkan hubungan antara keluaran yang ditimbulkan oleh sistem produksi atau jasa dan masukan yang disediakan untuk menciptakan keluaran tersebut.

?  Partial Produktivity ratio :adalah menghubungkan nilai semua keluaran dengan nilai kategori utama masukan .Ukuran produktivitas partial dapat dapat diperoleh dengan membagi keluaran total organisasi dengan masukan tunggal ,contoh keluaran dibagi dengan pekerja,keluaran dibagi dengan bahan-bahan,keluaran dibagi dengan modal.

Kesalahan Pengertian

Kesalahan Pengertian menurut Prokopenko :

  1. Prosuktivitas hanya ditentukan oleh labor produktivity,hanya perfokus pada tenaga kerja saja.
  2. Menentukan kinerja semata mata dengan output.
  3. Kerancuan antara produktivitas dengan profitabilitas.
  4. Kerancuan antara produktivitas dan efisiensi
  5. Pemangkasan biaya selalu memperbaiki produktivitas
  6. Produktivitas hanya dapat diaplikasikan untuk produksi.

.     Kesalahan pengertian menurut Blecher :

  1. Produktivitas sering disamakan dengan produksi.
  2. Pemberian definisi masukan.
  3. Produktivitas menghadapi kompleksitas praktis karena keluaran organisasi sulit didefinisikan.
  4. Komplikasi terhadap pengertian kualitas.

Tantangan Mencapai Produktivitas

?  Ekspatriat sering menemukan Manajer lokal tidak memahami gagasan produktivitas memandang produktivitas dalam pengertian produksi,semakin tinggi produksi yang dihasilkan menganggap bahwa semakin tinggi pula produktivitas tanpa memperhatikan proses masukan

?  Publisitas secara ekstensif dan pendidikan ditujukan pada produktivitas akan menghasilkan quality product yang memuaskan harapan pelanggan,para pelaku bisnis sering melupakan metode rasional dalam mengatasi masalah dan pengambilan keputusan,sehingga pada akhir keputusan tersebut tidak mengukur pencapaian produktivitas sesuai dengan metode seharusnya.

Teknik Memperbaiki Produktivitas

Cara memperbaiki produktivitas menurut Prokopenko adalah :

  1. Studi Kerja merupakan kombinasi studi metode teknik dan pengukuran kerja digunakan untuk mempelajari pekerjaan orang dengan mengindikasikan faktor yang mempengaruhi efisiensi.
  2. Pengembangan organisasi,proses terencana,dikelola,dan sistematis untuk mengubah sistem,budaya,perilaku organisasi menuju efisiensi.
  3. Curah Gagasan,memberi kesempatan setiap orang menyampaikan pendapatnya secara terbuka demi kepentingan organisasi.
  4. Forced Field Analysis,alat untuk menganalisa situasi yang perlu diubah dengan meminimalkan usaha dan gangguan.
  5. Nominal Group Technigue,pendekatan partisipatif pada penemuan fakta,identifikasi masalah dan kekuatan,membangkitkan gagasan dan mengevaluasi  progres.

Keterkaitan Produktivitas

  1. Kepuasan kerja : Kebanyakan orang berpendapat bahwa pekerja yang puas adalah pekerja yang produktif,walaupun penelitian empiris tidak mendukung pendapat ini.
  2. Penyederhanaan kerja : Penyederhanaan kerja dapat memperbaiki produktivitas sampai pada titik tertentu.
  3. Keterpaduan : Sebagaian peneliti menemukan bahwa kelompok yang terpadu sangat produktif,sementara pendapat lain menemukan bahwa tidak seproduktif oleh karena tidak terpadu.
  4. Spesialisasi : spesialisasi kerja sebagai sumber peningkatan produktivitas yang tidak ada habisnya.
  5. Desain tempat kerja : Desain tempat kerja yang meningkatkan akses,kenyamanan,dan pleksibilitas pekerja,mungkin secara positif memengaruhi motivasi dan prduktivitas.
  6. Motivasi : dengan adanya motivasi antara pekerja atau kelompok menurut Gibson,Ivancevich dan Donnely akan meningkatkan produktivitas.

Proses Perbaikan Produktivitas

?  Menurut Blecher (1987:14) : beberapa kesukaran untuk memperbaiki produktivitas :

  1. Perintah dari manajemen puncak yang tidak terkordinasi,sistematis,informatif.
  2. Definisi dan rasional tidak jelas,sukar membedakan antar kerja keras dengan produktivitas.
  3. Komitmen dari atas yang rendah.
  4. Perangkap pengangkatan kordinator yang kurang tepat dibidangnya
  5. Kegagalan mengukur Kesiapan organisasi
  6. Pengukuran menggantung
  7. Ketidak jelasan tanggung jawab dan akuntabilitas rendah
  8. Menyenangkan dengan teknik

Strategi terhadap Sumber Daya Manusia

  1. Peran Sumber Daya  Manusian : untuk mencapai produktivitas yang tinggi sebaiknya melibatkan komitmen dan melibatkan pekerja pada semua tingkatan.
  2. Quality of Worklife : perbaikan produktivitas akan meningkat dengan menghargai kualitas kerja yang mempunyai komitmen.
  3. Pelibatan pekerja : dengan melibatkan unsur pekerja dalam menggali potensinya akan menciptakan produktivitas.
  4. Manajemen partisipatif : dengan melibatkan semua unsur dalam organisasi untuk menciptakan produktivitas akan dapat menghasilkan produktivitas yang lebih baik.

Pengukuran produktivitas

Perbaikan produktivitas dengan pencapaian sasaran strategis spesifik dapat menguatkan hal-hal :

  1. Membangun kepedulian ; akan membantu menjaga fokus organisasi dan mengkomunikasikan minat dan kepentingan manajemen tentang produktivitas.
  2. Mengukur masalah dan peluang ; dengan adanya pengukuran akan menemukan masalah dan peluang organisasi yang akan datang.
  3. Mengusahakan mekanisme umpan balik ; dengan adanya umpan balik dapat belajar dari keberhasialan ataupun belajar dari kegagalan untuk menuju perbaikan.
  4. Menfasilitasi integrasi : dengan adanya pengukuran produktivitas dapat memfasilitasi sebuah integrasi kedalam suatu sistem yang berbeda ,

Hambatan dalam penilaian kinerja

?  Hambatan Hukum

?  Hambatan Norma Sosial

?  Hambatan Politis

?  Hambatan Pribadi

?  Bias Penilaian

?  Bagaimana mengurangi Bias Penilaian

Hambatan Dalam Penilaian Kinerja

  1. Hambatan Hukum : penilaian kinerja harus bebas dari diskriminasi tidak sah dan tidak legal  agar penilaian mendapat legitimasi dari semua pihak dan tidak ada yang merasa dirugikan serta tidak melanggar aturan yang berlaku.
  2. Hambatan Norma Sosial :
    1. Rating langsung
    2. Rating Alternatif
    3. Perbandingan berpasangan
    4. Metode distribusi Paksaan
  3. Hambatan politis
  4. Hambatan Pribadi

Hambatan Penilaian Produktiviats

?  Hambatan Pribadi :

  1. Penilaian kinerja terlalu banyak kesibukan akhirnya tidak tepat dan tidak adil
  2. Penilaian kinerja dilakukan oleh berbagai atasan yang tidak menggunakan standar yang sama
  3. Keengganan menilai dengan sebenarnya.
  4. Penilaian sering menilai subyeknya bukan pada hasil kerjanya
  5. Kurangnya komunikasi
  6. Validasi (keabsahan )
  7. Feedback yang salah sehingga tidak mendorong peningkatan kinerja.
  8. Bila penilaian digunakan wawancara cenderung untuk menghakimi karyawan bukan membangkitkan motivasi untuk mencapai hasil maksimal

Bias Penilaian

  1. Hallo Effect (kesan pertama)
  2. Error Of Central Tendency ( kesalahan akibat kecenderungan menilai di tengah )
  3. Leniency and Strictness Bias (bias terlalu longgar atau terlalu ketat )
  4. Friendly ( kedekatan hubungan )
  5. Cross Cultural Bias ( Bias penyimpangan antara budaya )
  6. Personal Prejudice ( prasangka pribadi )
  7. Pengaru-pengaruh organisasi
  8. Standar-standar penilaian
  9. Recency Effect ( kesan yang sekarang )

Bagaimana mengurangi bias penilaian

  1. Penyimpangan dan penyebab bias harus diterangkan atau dikomunikasikan
  2. Peran penilai terhadap karyawan harus diterangkan untuk menjaga kenetralan dan objektivitas.
  3. Dengan bantuan SDM menemukan dan menggunakan teknik penilaian yang dipandang paling tepat,baik yang berorientasi pada perestasi masa lampau maupun perestasi yang ditimbulkan untuk kepentingan perusahaan masa yang akan datang.

Selain faktor-faktor diatas yang menyebabkan terjadinya bias dalam penilaian kinerja,harus dapat mengidentifikasi standar kinerja,mengukur kriteria,kemudian memberi umpan balik kepada karyawan dan departemen SDM,agar dapat mengurangi bias penilaian yang dapat merugikan semua pihak. [mk]

Sumber : Muchsin Peabang – PT. Hadji Kalla

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 + 4 =