Pemimpin yang Baik

0
750

MEdiaKALLA.com – Waktu acara Kalla Group Goes to School ke SMAN 17 Makassar, beragam pertanyaan siswa yang menarik. Salah seorang siswa bertanya “apa ciri pemimpin yang sukses?”.  Pertanyaan yang sederhana dan sangat sulit menjawabnya. Jawaban saya adalah “pemimpin yang sukses cirinya dapat dilihat saat dia berhenti memimpin. Jika orang yang dipimpinnya bersedih bahkan menangis maka dia telah berhasil. Tapi jika saat ia berhenti orang yang dipimpinnya bergembira, bersuka ria sampai mengadakan syukuran maka itu adalah pemimpin yang gagal”.

Bagaimana penjelasannya? Pemimpin yang ditangisi kepergiannya berarti dia meninggalkan kenangan indah pada anggota tim atau rakyatnya. Tindakan kebaikan dan berbagai perbaikan telah dilakukannya menjadi prestasi berkesan. Anggota tim atau rakyatnya khawatir jika dia pergi maka kebaikan itu berkurang atau hilang sama sekali. Maka kesedihan pun muncul  saat dia harus pergi atau berhenti. Kepergiannya atau perpisahan dengannya menjadi suatu ‘musibah’ ibarat seorang istri yang ditinggal suami tercinta. Itulah pemimpin yang berhasil, pemimpin yang dicintai.

Demikian pula sebaliknya. Pemimpin yang disyukuri kepergiannya karena keberadaannya tidak membuat perbaikan tapi malah kerusakan yang membuat rakyat atau anggota timnya menderita. Maka wajar saja mereka bersyukur jika pemimpinnya dipecat, diberhentikan atau habis masa jabatannya. Bahkan sebelum berhenti , do’a dari para anggota tim atau rakyatnya adalah semoga pemimpinnya segera diganti.  Artinya mereka ingin segera lepas dari penderitaan. Penggantian pemimpin berarti nikmat luar biasa ibarat meraih ‘kemerdekaan’ menuju keadaan yang lebih baik. Tentu kita tidak ingin menjadi pemimpin tipe seperti ini yaitu pemimpin yang gagal.

Menurut Didien Hafidhudin agar dapat sukses dalam memimpin maka pemimpin harus memenuhi kriteria berikut :

1. Dicintai oleh bawahan.
Untuk mendapatkan cinta bawahan maka seorang pemimpin harus dapat menyatu dengan tim atau rakyatnya. Untuk itu dibutuhkan sikap rendah hati dalam bergaul dan berinteraksi. Jangan sampai terlihat jarak atau rasa sombong karena jabatan. Selanjutnya juga harus peduli dengan keadaan anggota tim atau rakyatnya. Saat memberikan tugas, cermati dengan baik kendala yang dihadapi dan memberikan bantuan dan solusi. Bukan hanya permasalahan kerja formal di kantor tapi juga permasalahan pribadi dan keluarga jika memang membutuhkan bantuan seorang pemimpin harus siap membantu.

2. Mampu menampung aspirasi bawahannya.
Sebuah tim pasti terdiri atas beragam kepala yang biasanya juga beragam pendapat dan aspirasi. Pemimpin yang sukses harus mampu mendengarkan dengan baik pendapat dan aspirasi tim atau rakyatnya dan mengartikulasikannya menjadi aspirasi bersama yang sejalan dengan visi dan misi organisasi. Untuk itu dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang efektif dan empatik.

3. Selalu bermusyawarah.
Pendapat dan aspirasi itu dapat dikelola melalui musyawarah yang terbuka dan positif untuk mencari solusi bersama demi kemajuan bersama.

4. Tegas.
Seorang pemimpin harus memiliki ketegasan terkait dengan komitmen bersama serta etika dan moral organisasi. Jika melalui musyawarah sudah disepakati suatu kebijakan maka pemimpin harus mengawal dengan baik komitmen seluruh timnya untuk menjalankan kebijakan tersebut. Jika ada anggota tim yang melanggar dengan sengaja maka pemimpin harus tegas memberikan teguran bahkan sanksi perbaikan. Ini dibutuhkan untuk menjadi pelajaran bagi semua tim sehingga pencapaian visi misi organisasi tetap terjaga. Demikian pula dengan pelaksanaan tata etika dan moral organisasi. Menjaga integritas tim menjadi prioritas dan pelanggaran yang terjadi secara sengaja perlu ketegasan dari seorang pemimpin.

Mari introspeksi diri, sudahkah kita memiliki 4 ciri di atas? Semoga kita semua yang diberi amanah sebagai pemimpin diberi petunjuk dan hidayah dari – Nya untuk dapat menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang selalu berorientasi perbaikan sehingga dikenang oleh rakyat atau anggota timnya. Menjadi tauladan dan buah tutur yang baik bagi generasi kemudian sebagaimana para Nabi dan Rasul dan juga pemimpin legendaris dunia lainnya. Atau seperti Hadji Kalla dan Pak Jusuf Kalla di lingkungan Kalla Group yang telah menjadi sumber inspirasi para warga Kalla Group khususnya dan dan rakyat Indonesia umumnya.

Sebagai penutup, mari senantiasa berdo’a agar dapat menjadi pemimpin yang baik sebagaimana do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al Qur’an :

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni`matan, (Q.S. As Syu’araa : 83-85)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group [/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.