Pantaskan Diri Menjadi Yang Terbaik

0
674

MediaKALLA.co.id – Pada tahun 600 an Timur Tengah dikuasai oleh dua negara besar yaitu Romawi dan Persia.  Keduanya bersaing memperebutkan daerah kekuasaan dan pengaruh untuk menunjukkan diri siapa di antara mereka yang terkuat. Peperangan dan saling mengalahkan menjadi hal yang biasa bagi dua negara Super Power ini di masanya. Akibatnya kehidupan dunia bukan menjadi tambah baik. Malah semakin buruk karena persaingan dan peperangan. Rakyat menderita dan manusia jauh dari makhluk yang beradab.

Pada masa itulah Allah mengangkat Muhammad menjadi seorang Rasul untuk menyeru manusia agar beriman kepada Allah, mengajak kepada kebaikan dan mencegah mereka kepada kemungkaran. Muhammad SAW pun membangun masyarakat di Medinah yang diawali dengan Piagam Madinah sebagai konstitusi bersama antara berbagai golongan dan agama karena di Medinah juga ada kaum Yahudi. Tentu harapannya masyarakat baru di Medinah ini kelak dapat menjadi masyarakat terbaik yang mengalahkan dominasi Romawi dan Persia sehingga dapat menyebarkan ajaran-ajaran kebaikan Islam ke seluruh penjuru dunia.

Di tengah suasana yang penuh perjuangan dan ancaman masih sangat besar dari masyarakat sekitar yang merasa terancam dengan kemajuan Islam, Rasulullah menyampaikan beberapa nubuwat yang menjadi tanda kemenangan Islam. Rasulullah bersabda :
“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan Rasulullah juga mengatakan akan jatuhnya pusat kerajaan Romawi Timur yang sangat terkenal yaitu Konstantinopel dengan sabdanya :

”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Apa yang disampaikan oleh Rasulullah akhirnya terbukti karena memang beliau menyampaikan sesuatu bukan karangan sendiri tapi wahyu dari Allah SWT. Kerajaan Persia dikuasai pada masa Umar bin Khattab dan berlanjut pada masa Usman bin Affan. Wilayah Romawi Timur di tanah Arab juga bisa dikuasai pada masa Umar bin Khattab. Jadi tidak perlu waktu yang lama setelah Rasulullah wafat, hanya sekitar 20 an tahun. Yang lama ditaklukkan yaitu Konstantinopel. Perlu waktu lebih dari 800 tahun yaitu pada tahun 1453 oleh Muhammad Al Fatih Sultan dari Turki Utsmani.

Dari dua hadist di atas, yang menarik adalah hadist yang kedua karena ada syarat untuk bisa mewujudkannya yaitu pemimpin, tentara dan rakyat harus membuktikan diri sebagai yang terbaik terlebih dahulu baru bisa menjadi bangsa yang terbaik dengan menaklukkan ibukota negara besar di masa itu. Jadi meskipun Konstantinopel pasti takluk tapi ada syarat yang harus disiapkan oleh mereka yang ingin jadi penakluk yaitu menjadi yang terbaik.

Apa bukti bahwa Muhammad Al Fatih merupakan pemimpin terbaik dan tentaranya juga tentara yang terbaik? Terinspirasi dari hadist itu maka Sultan Murad II ayah Al Fatih sejak kecil menyiapkan anaknya agar menjadi yang terbaik. Dicarikannya guru terbaik untuk bidang agama, umum dan militer. Al Fatih pun tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Umur 9 tahun sudah hafal Al Qur’an 30 juz dan umur 19 tahun saat jadi Sultan sudah menguasai 7 bahasa dunia. Selain itu juga mahir dalam menggunakan senjata dan memiliki fisik yang luar biasa. Lebih hebat lagi Al Fatih tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah, dan setiap malam shalat tahajjud. Jadi terpadu antara iman, ilmu dan amal, heart, head dan hand.

Tentaranya pun juga yang terbaik di masanya. Teknologi persenjataan terbaik, pembinaan personil pada semua aspek iman, ilmu dan amal keterampilan, juga jenjang karir dan penggajian yang bagus. Didukung oleh strategi perang yang out of the box. Dikisahkan karena sulitnya menembus Konstantinopel melalui laut dengan menggunakan perahu karena di pintu masuk selat ada rantai besar yang menghalangi maka Al Fatih memerintahkan pasukannya melewati rantai penghalang itu dengan mengangkut 70 perahu melalui daratan dalam waktu semalam agar tidak terlihat oleh musuh.

Jadilah Al Fatih dan pasukannya sebuah organisasi yang efektif karena 7s komponen menurut Mc Kinsey memang sempurna. Shared values, Strategy, System, Structure, Staff, Skills, Style leadership memang yang terbaik. Pelajaran dari Al Fatih untuk era sekarang adalah jika ingin menjadi negara yang terbaik maka wujudkan dulu pemimpin, tentara dan rakyat yang terbaik.

Jika ingin menjadi perusahaan yang terbaik maka ciptakan dulu leader dan follower yang terbaik. Bangun system kerja yang terbaik. Lingkungan yang terbaik. Budaya yang terbaik. Perencanaan yang terbaik. Eksekusi yang terbaik. Monitoring dan evaluasi yang terbaik. Pokoknya segalanya yang terbaik. Bahasa sederhananya pantaskan diri terlebih dahulu. Jika ingin jadi yang terbaik apakah saya sudah pantas untuk mendapatkannya. Jika belum maka terus memantaskan diri melalui perbaikan yang berkelanjutan.

Bagi kita Kalla Group dengan visi “menjadi panutan dalam pengelolaan usaha secara profesional berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT”, maka syarat agar visi ini terwujud yaitu pantaskan diri kita semua dengan berusaha menjadi yang terbaik. Caranya? Terus belajar, menghayati dan wujudkan dalam keseharian kita “Jalan Kalla” yaitu : bekerja dengan niat untuk ibadah kepada Allah melalui tauhid, ikhlas, amanah dan istiqamah; memberi pelayanan yang terbaik dengan sipakatau-sipakalebbi sebagai apresiasi kepada pelanggan; bekerja dengan efektif, efisien, inovatif, solutif agar lebih cepat dan lebih baik; serta selalu menjaga suasana kekeluargaan, sipatuo sipatokkong dan sinergi melalui aktif bersama. [Syamril]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.