Morning Sharing Session #2 : Ketika Sedih, Isra’ Mi’raj kan Diri Anda

0
1102

MediaKALLA.Com – Apakah Anda pernah jenuh, stress dalam bekerja? Apakah Anda pernah bersedih? Apa yang Anda lakukan ketika bersedih? Apa yang Anda butuhkan saat kondisi itu?

Tentu sebagian besar dari kita saat stress dan jenuh akan mencari hiburan, penyegaran. Biasanya ambil cuti, atau berlibur di akhir pekan. Itu semua bagian dari penyegaran fisik dan mental. Nah, ada juga yang mencari penyegaran spiritual, tapi ini jarang yang melakukan.

Apa hubungan itu semua dengan isra’ mi’raj? Sejenak, mari kita merefreshkan kembali ingatan kita pada peristiwa yang bersejarah ini. Bagaimana kondisi Rasulullah sebelum isra’ mi’raj? Apakah Rasulullah juga jenuh, stress, dan bersedih? Jawabannya adalah YA.

Sebelum kejadian Isra’ mi’raj, Rasulullah dan pengikutnya diboikot di sebuah lembah yang tandus oleh kaum kafir Quraisy. Mereka dibiarkan tanpa bahan makanan dan air yang cukup. Bahkan mereka harus makan rumput rumputan kering yang tumbuh di gurun tersebut.  Selain itu, mereka juga tidak dibolehkan berdagang selama tiga tahun. Keadaan kaum muslimin waktu itu benar benar memilukan. Tak hanya itu, dalam masa masa boikot itu Rasulullah kehilangan dua orang yang disayanginya yakni Khadijah Istri beliau yang menjadi tulung punggung ekonomi dakwah beliau dan Abu Thalib, paman beliau yang selalu melindungi dakwah Islam dari kaum kafir Quraisy.

Keadaan yang semakin parah, memaksa Rasulullah bersama pengikutnya hijrah ke Thaif.  Di daerah yang cukup subur itu, Rasulullah berharap dakwahnya mendapat sambutan dan mendapatkan keadaan yang lebih baik. Namun, bukannya disambut, beliau malah ‘disambit’ dengan lemparan batu hingga berdarah.

Kondisi kaum muslimin yang makin memprihatinkan akibat boikot, dakwah yang dimusuhi dan perginya dua orang orang tercinta pelindung dakwah. Demikianlah kepiluan yang bertumpuk tumpuk ini membuat Rasulullah bersedih hati. Karena itulah, tahun tahun ini disebut tahun penuh duka.

Rasulullah berlinang air mata menjalani tahun  tahun ini. Begitu berat terasa beban akibat kesedihan yang muncul bertubi tubi.

Akhirnya, Allah azza wajalla memperkenankan kekasihnya ini dalam sebuah perjalanan menembus batas dan waktu. Isra’ Mi’raj seperti di Q.S. Al Isra’ : 1 :

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dalam Isra’ mi’raj ini, Allah mempertemukan Rasulullah Muhammad SAW dengan Nabi Nabi Allah sebelumnya yang juga mendapat ujian yang lebih berat dalam dakwahnya. Dengan ini, diharapkan Rasulullah dapat membandingkan dan menyadari konsekuensi dakwah sehingga tidak terlalu bersedih. Pula, perjalanan menembus batas ruang dunia ini memperlihatkan kepada beliau betapa kecilnya dunia ini dilihat dari langit yang tinggi. Demikianlah Allah menghibur hambaNya.

Itulah sekelumit kisah Rasulullah dimana Allah menghibur langsung hambanya ketika dalam keadaan sulit. Hiburannya bukan bersifat fisik dan mental tapi hiburan spiritual.

Adakah kita pernah menghibur diri dari sisi spiritual ketika mengalami kesedihan mendalam? Bagaimana caranya?

Ketika engkau bersedih

Sebagaimana Muhammad yang berduka

Karena dakwah ditentang dan ditinggal paman dan istri tercinta

Maka hiburlah dirimu dengan melakukan perjalanan di malam hari

Menembus ketinggian langit menghadap keharibaan Ilahi

 

Jika itu sulit engkau jalankan

Maka lakukanlah perjalanan ke dalam dirimu

Carilah hakikat kehidupan dunia yang fana

Bahwa semua itu sementara

Hidup di dunia adalah mengumpulkan bekal

Untuk menuju akhirat yang abadi

 

Maka jalanilah hidupmu di dunia

Dengan penuh kesungguhan

Hadapi segala cobaan dan rintangan

Karena semua adalah ibadah. [mk]

Wallahu ‘alam Bisshawab

*Disarikan dari Morning Sharing Session di Wisma Kalla Lantai 13,  hari Senin (25/6). Diskusi sharing pagi ini dilaksanakan setiap Senin & Kamis jam 08.30 – 09.00 pagi dengan tempat yang berbeda setiap pertemuan disesuaikan dengan kondisi dan narasumber yang berasal dari warga Kalla Group.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + 20 =