Menuntaskan Permasalahan Bangsa Versi JK

0
432

MediaKALLA.com – Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla adalah sosok yang sangat konsen dalam menyelesaikan masalah bangsa. Baginya banyak persoalan menerpa negara ini yang harus dituntaskan. Permasalahan di semua aspek menjadi prioritas, bukan hanya satu masalah lalu permasalahan lain ditinggalakan dan berharap dapat terselesaikan dengan sendirinya.

Dalam menyelesaikan masalah yang dialami suatu bangsa, kita tidak bisa hanya menyelesaikan satu masalah saja lalu berharap masalah yang lain selesai. Sebab, masalah-masalah ekonomi, sosial dan politik sifatnya saling sebab-menyebabkan. Suautu contoh jika iklim politik terpecah-pecah, masyarakat terpecah juga. Keamanan akan terganggu ekonomi pun tak akan jalan dengan baik.

Hal itu pernah diungkapkan JK dalam Rakernas I Partai Nasdem di Jakarta, pada 2 Desember tahun lalu. JK menambahkan bahwa masalah-masalah suatu bangsa bisa berujung pada instabilitas yang membawa kemunduran ekonomi.

“Semua (masalah) itu menyebabkan instabilitas. Siapa mau bangun ekonomi kalau di daerah tersebut tidak aman,” kata JK.

JK mengatakan bahwa yang bisa membuat bangsa maju adalah harmoni dalam bangsa itu. Sebab, kata JK, bila tidak ada harmoni, maka pembangunan tidak akan berjalan.

“Kalau ada ketertiban dan keamanan hukum,” kata JK, “pasti harmoni sosial baik, pastilah politik harmoni, pastilah ekonomi juga baik.”

Menurut JK, penyelesaian masalah juga membutuhkan peran pemimpin yang bisa selesaikan masalah dengan mendorong semua sektor di negara. Pemimpin itu harus bisa menjadi teladan dengan kejujurannya.

“Pemimpin bangsa harus jadi teladan, sebab pasti dia jujur dan bersih,” ujar JK.

Namun demikian, JK menegaskan, dalam kepemimpinan, sesorang baru bisa disebut jujur bila ia ketika punya wewenang tetap menjaga kejujurannya. Mereka yang jujur adalah yang mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan diri dan kelompok.

“Pemimpin yang jujur adalah yang punya kesempatan dia tak mengambil keuntungan diri sendiri atau kelompok,” tegas Ketua PMI ini.

JK kemudian menambahkan bahwa kejujuran juga harus dibarengi dengan kecakapan dan kemampuan mengetahui masalah. Sebab bila tidak, kejujuran itu akan dimanfaatkan orang lain yang mungkin berniat buruk.

“Tapi jujur tak cukup untuk jadi pemimpin. Jika Anda jujur saja, anda tak tahu persoalan, orang lain akan ambil alik untuk melakukan hal negatif,” kata JK.

Maka dari itu, seorang pemimpin yang baik adalah yang jujur dan tahu persoalan. Kemudian barulah dia menjadi teladan bagi rakyat atau pengikutnya.

Seperti diungkapkan JK, persoalan bangsa ini bukan hanya satu. Maka dari itu, persatuan harus dikedepankan. Mendekati tahun pemilu, JK mengajak semua kalangan untuk menggunakan hak-hak pilihnya. Apabila rakyat bersatu memilih pemimpin yang benar, tidak akan ada ruang bagi orang yang berniat buruk untuk memimpin bangsa ini.

“Kalau kita tidak bersatu dan memilih, maka ‘orang lain’ yang akan memilih dan terpilih,” pesan JK.

JK juga berpesan bahwa sebagai negara demokrasi kita harus pahami bahwa demokrasi adalah cara pengambilan keputusan dan cara memilih pemimpin. Maju tidaknya bangsa ini tergantung siapa pemimpinnya dan bagaimana ia memimpin. Menurut JK, pemimpin yang baik itu juga harus bisa membuat perencanaan yang mampu melaksanakannya.

“Pekerjaan yang baik tanpa perencanaan hanya akan sulit. Perencanaan yang baik tanpa pelaksanaan hanya akan jadi arsip,” pesan JK disambut tepuk tangan para peserta Rakernas yang hadir pada saat itu.

Sumber : http://jusufkalla.info/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + fifteen =