Menghilangkan Rasa Bosan di Tempat Kerja

0
614

MediaKALLA.com – Terkadang kita merasa bosan dengan pekerjaan atau aktifitas yang selalu kita lakukan. Tapi menurut saya, hal itu wajar selama masih batas kenormalan. Penyakit bosan bisa datang kapan saja dan dimana saja. Bisa itu berasal dari hati yang dibarengi oleh fikiran. Malas biasa pula diselimuti oleh uring-uringan hingga membuat kita berpenyakit “galau”. Biasanyamenjangkiti anak muda, tapi juga bisa menyerang orang dewasa, hanya saja orang dewasa  cenderung lebih gesit dan tidak kelihatan karena sedikit berwibawa.

Setiap orang  pasti pernah  mengeluh.  Saya percaya siapapun dia, yang membedakan hanyalah derajatnya saja. Ada yang senang mengeluh dan ada yang sekedarnya saja. Ada yang disertai dengan ungkapan biasa saja sampai dengan yang marah-marah. Lebih ekstrim lagi kalau keluhan tidak ditanggapi dan itu timbul karena adanya persoalan yang diharapkan tidak terwujud atau tidak sesuai harapan, Dengan kata lain ada masalah yang dihadapi karyawan. Bisa terjadi karena memang kekurangan sumberdaya. Misalnya karena pelayanan dari pihak lain yang tidak bisa diajak kopromi atau mungkin karena gaji yang kurang dsb.

Setelah tugas rutin selesai, tidak ada lagi hal yang bisa dilakukan. Lalu rasa bosan pun mulai muncul. Jangan biarkan hal ini berlarut-larut. Berikut ini kendala-kendala yang terkadang terjadi dalam lingkungan kerja dan tips-tips yang bisa membantu menumbuhkan semangat dan menghilangkan rasa bosan di tempat kerja.

1.      Gaji kurang

Gaji kurang sering menjadi alasan karyawan untuk resign. Sebagai manusia normal, adalah wajar bila tak mengenal istilah cukup/puas. Apalagi berbagai kebutuhan hidup dengan harga-harga yang mencekik saat ini. Sangatlah wajar bila seseorang mengharapkan gaji yang lebih. Namun, apakah karena masalah itu kita langsung buru-buru memutuskan untuk resign?
Solusi: Dalam menyikapi hal ini, sebaiknya yang dilakukan adalah survey dengan rekan-rekan kamu yang bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Bila kisaran gajinya masih sama, atau hanya beda-beda tipis, kemungkinan kamu tak harus menyalahkan gaji kamu yang kurang. Mungkin perlu melakukan tindakan cost efficiency atau mulai mencari sumber penghasilan tambahan. Bila memungkinkan kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada atasan. Bila di perusahaan lain ternyata range salary untuk posisi kamu saat ini jauh lebih tinggi, mungkin bisa dipertimbangkan juga dari sisi lainnya, misalnya lingkungan kerja yang nyaman, tunjangan/fasilitas lain yang diberikan, kemungkinan untuk jenjang karir yang lebih baik, atau keuntungan-keuntungan lainnya yang mungkin saja tidak akan ditemui di tempat kerja yang gajinya lebih besar itu.

 2.      Atasan Cuek/ tidak perhatian

Dibanding bos galak, mungkin bisa lebih baik dengan model bos cuek. Namun, ada kalanya kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan prestasi kerja segemilang mungkin, namun si Bos tak peduli dan tak pernah memberikanreward apapun atau sekedar memuji.
Solusi: Sebaiknya kita kembali ke motivasi awal untuk bekerja bukanlah untuk mengesankan siapa-siapa. Tetaplah bekerja dengan baik dan sadarilah bahwa Allah SWT maha tahu dan tak ada hal baik yang akan sia-sia.

3.      Rekan kerja tidak menghargai

Masalah ini sedikit banyak tentu akan mengganggu kinerja kamu. Bila hanya satu dua orang saja yang tidak peduli atau tidak menghargai kamu, mungkin kamu masih bisa cuek dengan hal tersebut. Bagaimana bila semua orang melakukan hal yang sama?
Solusi: Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah introspeksi diri. Sudahkah bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, resign bukanlah jalan keluar untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena kemungkinan besar masalahnya ada dalam diri kamu sendiri. Jadi harus berubah dan berusaha beradaptasi. Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan dari pada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuat Anda bahagia di kantor. Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang tidak disukai oleh rekan kerja kamu dari dirimu, tanyakan dengan jujur dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri.

4.      Pekerjaan Overload/mirip kerja rodi

Pekerjaan overload atau melebihi kapasitas yang membuatmu sering terpaksa jadi sukarelawan dengan membawa pulang pekerjaan ke rumah. Bila terjadi pada hari-hari tertentu mungkin bisa diterima, Bagaimana kalau setiap hari harus begitu?
Solusi: Bila beban kerja yang kamu dapatkan sesuai pula dengan upah atau keuntungan lain yang kamu dapatkan, tentunya kamu harus bertahan di kondisi tersebut. Karena memang biasanya untuk gaji yang lumayan besar, maka beban pekerjaan pun akan semakin bertambah berat. Yang perlu dilakukan adalah belajar mengatur pekerjaan dengan baik. Buat jadwal pekerjaan dan lakukan dengan disiplin. Cari cara kreatif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tidak menumpuk. Bila memang sudah tak tertanggulangi, coba dikomunikasikan dengan atasan untuk mengambil/meminta kebijakan terbaik.

5.      Bosan tidak ada kerjaan/ Job description tidak jelas

Setiap hari menuju kantor dengan pikiran yang dipenuhi pertanyaan : “Hari ini saya kerja apa di kantor?” Hal ini bisa terjadi juga untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, dimana job description tidak jelas dan bisa terjadi juga karena masalah tertentu. Misalnya seorang atasan tidak lagi memberikan pekerjaan kepadamu karena merasa kamu tidak kompeten dalam hal itu. Pada jenis pekerjaan yang terlalu santai, bagi orang-orang tertentu mungkin bisa sangat membosankan.

SolusiBerpikir kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang bisa dilakukan di kantor, tentunya yang mendukung pekerjaan utama. Waktu yang ada juga biasa diisi dengan belajar banyak hal dan memiliki kesempatan untuk menghasilkan pekerjaan yang sebaik-baiknya. Dengan cara-cara seperti ini, tak menutup kemungkinan atasan yang pada awalnya mungkin enggan memberikan pekerjaan kepada kamu malah justru melihat kelebihan lain yang ada dalam diri kamu. Dan pada akhirnya kamu justru menjadi salah satu karyawan yang bisa diandalakannya.

6.      Jarak rumah ke kantor jauh sekali

Perjalanan yang jauh dan melelahkan plus macet yang hampir membunuh semangat kerja.

SolusiBelajarlah mengatur waktu dengan baik. Berangkat lebih pagi,  kamu bisa ngekos atau beli rumah di dekat kantor. Kalau hal itu tidak memungkinkan, sadarilah, bahwa kamu tidak sendirian mengalami hal tersebut.

Agar kejenuhan tidak melanda teralu jauh dan merasut dalam sanubari terlebih dahulu rapikan meja kerja. Singkirkan barang-barang yang tidak berguna lagi. Kumpulkan kertas-kertas bekas untuk fotokopi atau memo. Selain membuat konsentrasi sering terpecah, terlalu banyak barang yang tidak jelas kegunaannya di meja juga memengaruhi mood kerja. Perlu diperhatikan adalah Anda sudah menyelesaikan tugas Anda sebelum merapikan meja Anda. Dengarkan musik. Koleksi lagu-lagu yang bisa membuat Anda bersemangat dan membuat mood Anda membaik dan kinerja meningkat setiap kali Anda mendengarnya.

Hampir semua karyawan di kota besar mengalami seperti ini, Tetaplah semangat menjalani hari-hari sibukmu, selamat hari ini” GANBATTE’ ne

[author image=”http://www.sametimewhen.com/wp-content/uploads/2013/02/Do-it-AnywayCOVER.jpg” ]Dian | Karyawan Kalla Group PT. Bumi Karsa[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.