Menghafal Al Qur’an Bagi Orang Sibuk

0
1212

MediaKALLA.co.id – Itu adalah judul seminar yang diadakan oleh Politeknik Kesehatan Makassar pada tanggal 9 Januari 2016. Pematerinya ust. Dokter Faizal Abdillah, seorang dokter yg hafal 30 juz. Saya penasaran dengan judul tersebut. Juga pematerinya. Seorang dokter bisa hafal Al Qur’an.

Selama ini karena alasan sibuk saya tidak bisa menambah hafalan Al Qur’an saya. Terakhir saya berhasil menghafal pada tahun 1999. Itu juga karena saya berani menjadikan hafalan surat Al Hujurat sebagai mahar pernikahan. Maka sayapun dengan semangat menghafalnya dan pada tanggal 11 juli 1999 di akad pernikahan saya, surat al hujurat saya baca dengan lancar tanpa melihat mushaf Al Qur’an.

Kemudian mulailah saya tenggelam dalam kesibukan bekerja mencari nafkah keluarga. Pada tahun 2002 sy sempat ikut program hafalan di masjid salman ITB. Tapi kemudian saya mundur tanpa hasil. Alasannya karena sibuk sehingga tidak ada yg bisa disetor setiap pekannya.

Jadilah kondisi itu terus bertahan sampai masuk tahun 2016. Saya pun sdh memiliki ‘keyakinan’ bahwa tidak mungkin bisa menambah hafalan di tengah kesibukan kerja. Yang mungkin bisa dilakukan yaitu ikut program karantina selama beberapa hari yg kegiatannya hanya fokus menghafal dan tidak disibukkan oleh aktivitas lain bahkan alat komunikasipun juga tidak boleh digunakan dan itu hanya bisa kalau mengambil cuti kerja.

Sampai akhirnya saya dapat informasi seminar dengan tema Menghafal Al Qur’an Bagi Orang Sibuk. Dengan penuh penasaran dan sedikit keraguan saya pun ikut seminar tersebut bertiga sama istri dan anak bungsu saya Ibrahim.

Apa yang saya dapatkan dari seminar tersebut sungguh luar biasa. Hal pertama yang disampaikan adalah bahwa menghafal Al Qur’an itu mudah karena Allah yang menjanjikan dengan firman-Nya :
Dan sungguh Kami telah mudahkan Al Qur’an itu untuk peringatan, maka adakah orang mau mengambil pelajaran? (Q.S.Al Qamar : 17).

Pemateri juga menampilkan contoh orang-orang sibuk dengan beragam profesi yg dapat menghafal Al Qur’an. Ada dokter, pemain bola, dan sopir yang menghafal Al Qur’an di setiap berhenti di lampu lalu lintas.

Ternyata ‘keyakinan’ bahwa SULIT menghafal Al Qur’an bagi orang sibuk itu adalah SALAH. Selama ada kemauan pasti ada jalan.

Selanjutnya bagaimana caranya? Ust. Faizal pun memberikan beberapa tips yaitu :

    1. Gunakan Al Qur’an yang tiap halaman baris pertamanya dimulai dengan ayat baru dan pada baris akhir juga ayatnya selesai. Contohnya Al Qur’an tipe Medinah.
    2. Cari waktu khusus di tiap hari saat pikiran masih segar seperti selepas shalat subuh. Tidak harus lama, cukup 30-45 menit.
    3. Pasang target harian atau pekanan. Misalnya 1 halaman tiap pekan atau 1 ayat tiap hari.
    4. Aktifkan penglihatan (visual) dgn melihat tulisan, pendengaran (audio) yaitu membaca dengan suara yg dpt didengar, dan aktifkan pikiran dengan memahami arti atau makna ayat yang dihafalkan.
    5. Gunakan waktu saat berangkat dan pulang kantor untuk mendengarkan kembali ayat yg telah dihafal pada pagi hari. Gunakan murottal perhalaman yang bisa diputar ulang di awal halaman.
    6. Apa yang sudah dihafal dibaca saat shalat sendirian, seperti shalat sunnat dan lbh bagus lg dibaca saat tahajjud.
    7. Minta tolong orang lain untuk mendengar bacaan hafalan anda sambil yang bersangkutan melihat mushaf Al Qur’an. Jika ada kesalahan dapat segera dikoreksi.
    8. Ada guru tempat menyetor hafalan sekaligus sebagai penguji, pembimbing dan motivator.
    9. Usahakan menghafal bersama sama agar dapat saling memotivasi. Ayat atau surat yang dihafal tidak harus sama.
    10. Nikmati perjalanan menghafal dengan sabar dan syukur. Sabar jika menemukan ayat-ayat yang sulit dengan terus berdoa kepada Allah agar dimudahkan. Bersyukur dan jangan sombong jika terasa mudah karena itu semua adalah kemudahan dari Allah.
    11. Jaga niat dari awal sampai akhir ikhlas menghafal karena Allah.

Itulah tips menghafal Al Qur’an untuk orang sibuk dan saya sudah coba selama 50 hari dan Alhamdulillah sudah dapat menyelesaikan juz 1.

Silakan mencoba. Semoga Allah memberi hidayah dan inayah-Nya agar kita tetap dapat menghidupkan jiwa kita dengan Al Qur’an di tengah kesibukan [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.