Mengemas Dakwah dengan Teknologi

0
679

Mediakalla.com- Dakwah harus dikemas dengan kemasan yang menarik. Demikian inti  seminar Dakwah Berbasis Sains dan Teknologi yang digelar di Kampus UIN, Samata, Gowa (27/2). Seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Kalla bekerja sama dengan Jurusan Manajemen Dakwah UIN Alauddin ini menghadirkan Head Capital Human Division Kalla Group, Syamril dan dipandu oleh Ketua Jurusan Manajemen Dakwah, Dr.Misbahuddin.

“20 persen  faktor penentu  keunggulan suatu negara  adalah teknologi . Sayangnya , bangsa kita masih sebagai pengguna bukan penyedia teknologi. Sebagai fakta, pengguna facebook dan Black Berry  terbesar adalah Indonesia” kata Syamril

Teknologi, menurut Syamril, adalah ibarat dua sisi mata uang, bisa menjadi berkah tapi juga bisa menjadi musibah. Salah satu efek negatif teknologi, kata Syamril telah mengakibatkan pergeseran nilai-nilai, misalnya relasi antara anak dan orang tua atau siswa dan guru, “Tidak ada lagi hirarki karena kesenjangan antara pendakwah dengan objek dakwah  yang lebih melek teknologi”tandasnya.

Syamril mencontohkan,  pengaruh teknologi menyebabkan arus informasi menjadi lebih terbuka, apa yang terjadi di Bumi belahan Barat bisa diketahui dengan sangat cepat oleh mereka yang  tinggal di Belahan Tmur, “Karena  teknologi   teori  yang dulu dinyatakan salah bahwa dunia ini datar mulai tampak benar. Ibarat meja, semuanya terlihat. Misalnya, pertandingan Sepakbola Real Madrid lawan Barcelona yang terjadi di Spanyol bisa ditonton secara live di Indonesia.” Kata Syamril.

Karena dominasi teknologi pula, sambung Syamril, telah mengubah berbagai aspek hidup manusia dari cara hidup, cara bekerja, belajar dan bermain,”Karena demikian besarnya pengaruh teknologi, sehingga saat  ini banyak manusia menjadi mabuk teknologi yang implikasinya adalah penyalahgunaan teknologi dimana saat ini telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan  seperti maraknya  kriminal dan pornografi. Hal ini bisa kita buktikan sendiri, jika kita mengetik kata kunci seks misalnya maka akan muncul banyak sekali pilihan tak terhingga diGoogle, sebaliknya, jika mencari video islami, maka  hampir tidak ada yang muncul. Ini sesuai dengan hukum Paradoksial bahwa semakin maju teknologi, maka kesejahteraan masyarakat semakin meningkat tapi moral semakin rusak,”

Namun demikian, kata Syamril, fenomena ini adalah  tantangan bagaimana dakwah  bisa masuk ke  ranah teknologi, “Dakwah harus bisa bertransformasi, dalam artian dikemas lebih menarik  dengan dukungan  teknologi sehingga lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat saat ini yang sudah familiar dengan teknologi.” Tandasnya.

Wakil Dekan I Fakultas dakwah dan Komunikasi  UIN Alauddin, Dr. Nur Hidayat Said, M.Ag mengatakan  seminar ini memberikan inspirasi bagi peserta yang banyak bergelut di bidang dakwah agar melibatkan teknologi dalam dakwah mereka mencerahkan masyarakat sehingga outputnya masyarakat menjadi lebih yakin.” Tutupnya. [ali syahbana]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 12 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.