Menanam ‘Pohon’ KALLA

0
676

MediaKALLA.co.id – Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berjalan-jalan memantau kondisi rakyatnya. Dilihatnya seorang kakek yang sangat tua sedang menanam pohon kurma. Khalifah berhenti. Setelah mengucapkan salam Khalifah bertanya “sedang apa engkau wahai Pak Tua?” Pak Tua menjawab “saya sedang menanam pohon kurma”. Engkau kan sudah tua, buat apa menanam pohon kurma. Bukankah pohon kurma baru berbuah setelah menunggu bertahun tahun lamanya. Apakah engkau masih hidup saat panen buah kurma dari pohon yang engkau tanam?” kata Khalifah. Pak Tua dengan tatapan mata yang berbinar-binar penuh semanngat menjawab “Memang benar, Tuanku, usia hamba sudah tua, kalau hamba masih sempat memanen buah kurma ini, Alhamdulillah, namun sekiranya saat panen tiba hamba sudah dipanggil oleh Allah dan sudah meninggalkan dunia ini, tentu masih ada anak-anak hamba yang bisa memanen buah dari pohon ini. Seandainya anak anak dan keturunan hamba pun telah tiada, bolehlah buah dari pohon ini dipetik oleh orang lewat yang membutuhkan. Dengan demikian, sekali menanam pohon manfaatnya dapat dinikmati banyak orang. Bukankah orang-orang sebelum kita telah menanam lalu kita nikmati hasilnya sekarang? Untuk itu kita menanam agar dinikmati generasi yang akan datang setelah kita”. (Disadur dari buku Masuk Surga Sekeluarga karya Ustadz Bachtiar Nasir yang disadur dari buku Golden Stories, Kisah kisah Indah dalam Sejarah Islam, karya Mahmud Musthafa Sa’ad dan Dr. Nashir Abu Amir Al Humaidi)

Saat awal membaca kisah ini saya jadi teringat dengan ‘pohon’ Kalla Group. Saya membayangkan perusahaan ini ibarat pohon kurma seperti kisah di atas. Penanamnya adalah Hadji Kalla, Hadja Athirah serta para perintis awal perusahaan ini yang telah mendahului kita menghadap Allah SWT. (Semoga Allah menerima amal saleh mereka semua). Kita sekarang yang menjadi karyawan adalah orang-orang yang menikmati ‘buah’ dari apa yang mereka tanam dahulu. Saya yakin saat awal mereka mendirikan perusahaan ini tentu beliau berpikirnya seperti Pak Tua itu juga. Ingin agar perusahaan yang mereka rintis dapat terus tumbuh dan berkembang sehingga memberi manfaat ke banyak orang.

Ternyata pohon yang ditanam terus tumbuh, berkembang dan beranak pinak. Jumlah anak perusahaan dan karyawan terus bertambah. Pada tahun 2012 jumlah karyawan tercatat 3289 orang. Memasuki tahun 2016 sudah mencapai 6424 orang. Dalam waktu 4 tahun naik hampir dua kali lipat. Syukur Alhamdulillah begitu banyak orang yang merasakan manfaatnya secara langsung sebagai karyawan. Tentu lebih banyak lagi costumer eksternal dan masyarakat yang merasakan manfaat dari bisnis dan program sosial Kalla Group. Semoga itu semua menjadi amal kebajikan dan tercatat pahalanya di sisi Allah SWT.

Sambil bersyukur terhadap prestasi yang telah dicapai, tentu kita harus terus berusaha mengembangkan dan membesarkan ‘pohon’ KALLA agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Saya jadi teringat pada tahun 2013 saat Strategic Meeting Kalla Group di Bali, Ibu Fatimah Kalla sebagai Presdir Kalla Group dihadapan para direksi dan manajer memaparkan impian Kalla Group sampai usia 100 tahun (2052). Tema yang diusung adalah “dengan Jalan Kalla dan Rumah Kalla Merancang Power House Kalla Group Menuju 100 Tahun”.

Apa itu Power House? Menurut Rhenald Kasali Power House adalah organisasi berbentuk badan usaha yang mengayomi puluhan hingga ratusan ribu orang dan berdampak besar bagi perekonomian. Ciri-cirinya ada 4 yaitu : 1). Lokomotif ekonomi : memiliki kekuatan dominan, tampak secara kasat mata, juga powerful. 2). Iconic  : perusahaan yang dikagumi dan menjadi ikon suatu bangsa. 3). Big Size : besar dalam segalanya baik jumlah karyawan, pendapatan, pajak, keuntungan. 4). Dampak : setiap langkahnya, baik maju maupun mundur, menimbulkan dampak yang sangat kuat bagi perekonomian bangsa.

Untuk mewujudkan impian besar (big dream) tersebut syaratnya sesuai tema Strategic Meeting 2013 yaitu Jalan Kalla dan Rumah Kalla. Khusus untuk Rumah Kalla di bawah koordinasi Bu Disa, tim kecil terus melakukan pertemuan dan bekerja untuk menyusun standarisasi pada 3 pilar yaitu financial, business process dan human capital. Selain finalisasi Tata Kelola Perusahaan yang draftnya telah disiapkan oleh tim TKP di bawah koordinasi Pak Sjaiful Kasim juga menyiapkan strategic plan SBU se Kalla Group dengan model KOSMO (Kalla Automotive Strategic Management Model) yang sedang dikembangkan di Kalla Automotive. Integrated Management System (IT based) juga mulai pengembangan di SBU tertentu. Semoga pada tahun 2016 sebagian besar dapat dituntaskan sehingga menjadi dasar menuju impian besar Kalla Group.

Bisa jadi impian itu terwujud saat kita semua yang sekarang bekerja di Kalla Group sudah pensiun bahkan ada yang sudah menghadap Allah SWT. Bayangkan jika kita lahir pada tahun 1962 maka pada tahun 2052 sudah berumur 90 tahun. Lahir yang lahir tahun 1972 maka tahun 2052 usia sudah 80 tahun. Tentu itu tidak masalah seperti halnya Pak Tua pada cerita awal tulisan ini, karena niatnya bukan semata menerima tapi untuk memberi kepada anak cucu dan generasi yang akan datang sebagai warisan kebaikan dan amal jariah yang pahalanya terus mengalir meskipun kita semua telah tiada. [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.