Membincangkan CSR Kalla Group Di Syiar FM

0
925

MediaKALLA.co.id – Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan dana sosial yang diambil dari keuntungan perusahaan untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan masyarakat

Kalla Group yang saat ini terus berkembang di berbagai unit bisnisnya, tak hanya sibuk mengurusi bisnis tapi juga memberikan perhatian yang besar terhadap kemajuan masyarakat. Hal tak terlepas dari nilai-nilai Kalla yang selama menjadi ruh dari aktifitas Kalla Group itu sendiri. Khusus pengelolaan dana CSR di Kalla Group ditangani Yayasan Hadji Kalla yang terbagi dalam 5 sub bidang program kerja Islamic Care, Educare, Green Care, Community Care dan Community Development.

Rabu, 5 April 2016 perwakilan Yayasan Hadji Kallamenjadi narasumber di salah satu radio komunitas Makassar yakni Syiar FM. Stasiun Radio ini berkedudukan di lantai 4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, mengudara di frekuensi 107,1 FM. Acara tersebut bertajuk “Beranda Sosial” tepat pukul 10.00-12.00 WITA. Acara ini dipandu penyiar bernama Ummu.

Berikut ini kutipan wawancara yang menjadi inti pembicaraan tersebut sebagai berikut:

Ummu: Bagaimana pendapat anda dengan fenomena sosial yang ada saat ini?

Jawab:

Saat ini begitu banyak masalah sosial yang selalu pemberitaan saat ini, baik di media cetak dan olektronik tak terkecuali dengan media sosial saat ini. Tentu ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Kota Makassar yang juga sering dikaitkan dengan Kota Dunia tapi justru sangat memilukan hati dnegan pemberitaan tersebut. Hal ini pula yang menyebabkan kami melakukan program-program pemberdayaan di masyarakat, dengan tujuan agar terwujudkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Tentu ini bukan saja menjadi tugas pemerintah tapi juga tugas kita semua –tak terkecuali dunia usah – sehingga bisa terelimir dengan baik kedepannya.

Ummu:  Peran CSR Kalla Group seperti apa selama ini:

Jawab:

Selama ini kami banyak berperan dalam pengedalian masalah-masalah tersebut tersebut, terlebih lagi kami punya beberapa sub bidang antara lain Kalla Educare, Kalla Islamic Care, Kalla Community Care, Kalla Green Care dan Kalla Community Develompment. Semua bidang ini mempuyai program andalan yang dalam menangani masalah sosial di masyarakat. Yang paling baru adalah pengembangan program Desa Bangit Sejahtera

Ummu: Bagaimana implemetasi CSR Kalla Group saat ini?

Jawab:

Setiap program CSR yang yang kami lakukan saat ini selalu dimulai dengan survey, agar program yang kita maksudkan tersebut betul-betul menjadi hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini kami tempuh agar kami program tersebut betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat bahwa kehadiran program ataupun Kalla Group secara khusus bisa lebih bermanfaat bagi mereka. Misalnnya pada salah satu program yaitu Desa Bangkit Sejahtera yang sedang berlangsung di 11 desa, di 4 kabupaten. Nah disalah satu desa tersebut ada di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, disitu kita sementara mengembangkan kripik bongkol pisang karena memang lokasi tersebut memiliki sumber daya tanaman pisang yang banyak sekali dimiliki oleh warga.

Itu hanyalah salah satu bukti bahwa program yang kami lakukan sifatnya botton up yang berarti bahwa benar-benar berasal dari bawah (masyarakat) kemudian didiskusikan secara terbuka di sebuah masyarakat, bukannya bersifat top down yang berarti dari atas kemudian dialirkan kebawah. Corak yang kedua ini banyak pula dipraktikkan seperti pada program-program Musrembang sehingga manfaatnya cenderung tidak bisa dirasakan oleh masyarakat.

Ummu: Adakah program CSR andalan Kalla Group saat ini?

Tentunya semua program yang kami buat memang semuanya andalan buat kami dan tentu saja masyarakat, walau memang harus diakui bahwa ada nmemang beberapa program yang diharapkan bisa menonjol dan berkontribusi aktif untuk masyrakat. Misalnya program pengembangan desa yang bertajuk DBS tersebut, di Kelurahan Mallari Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone. Disana kami ingin membuat sebuah program dengan nama Integrated Farming , jadi ditempat tersebut ada sekitar 10 Ha yang kami siapkan yang pemanfaatannya dibagi-bagi mulai dari penggemukan sapi sekaligus memanfaatkan kotorannya untuk biogas rumah tangga serta kotorannya untuk kompos tanaman. Ada pula beberapa bagian dari tanah tersebut untuk pengembangan tanaman-tanaman holtikurtura serta sisanya adalah pertanian manual.

Sedangkan ada pula program yang kami khususkan untuk pengembangan kawasan di perkotaan yang kami namakan Kota Kampung Kita. Disini kami ingin mengembangan di 5 kelurahan (Pampang, Panambunngan, Balang Baru, Maccini Sombala dan Pattingalloang) untuk kami kembangkan aspek kesehatan, pemberdayaan, pendidikan dan agama mereka. Salah satu hal ingin kami tonjolkan disana adalah pengembangan urban farming yang dilingkungan tersebut sekaligus mengedukasi masyarakat untuk cinta lingkungan melalu tanaman-tanaman yang bisa bernilai ekonomis. Selain itu program ini pula setidaknya mendukung program pemerintah Makassar Tidak Rantasa.

Ummu: Dalam perspektif aturan, bagaimana sebenarnya aturan tentang CSR saat ini?

Jawab:

Berangkat dari aspek Islam memandang CSR, ini sebenarnya bukanlah yang baru karena CSR itu sendiri merupakan salah bentuk zakat perusahaan yang harus dikeluarkan. Saya kira banyak sekali ayat dalam al-Quran tentang perintah melaksanakan solat dan menunaikan zakat, dan itulah yang menjadi spirit kami di Kalla Group terlebih lagi adanya pesan khusus dari Owner sendiri untuk selalu memperhatikan umat sebagai bagian dari perusahaan dan berbagi untuk umat.

Selain itu sebenarnya sudah banyak sekali aturan yang mengatur tentang CSR secara khusus ataupun tanggung jawab social perusahaan dalam berbagai definisi. Perlu diketahui dalam beberapa perUU itu pula dipisahkan antara CSR yang lebih spesifik perusahaan swasta dengankan untuk perusahaan BUMN menggunakan istilah PKBL atau Program Kemitraan Bina Lingkungan. Namun dari sekian banyaknya aturan tersebut, rasa saya yang masih belum ampuh adalah ketiadaan unsur aspek pidana bagi perusahaan yang tidak menjalankan CSR tersebut. akibatnya hanya sedikit saja perusahaan yang ingin mengeluarkan dana CSR untuk masyarakat tertentu.

Ummu: Selama ini sejauhmana program CSR Kalla Group di masyarakat:

Jawab:

Kami akui bahwa mungkin program-program kami selama ini masih banyak yang perlu kami benahi kedepannya sehingga nantinya betul-betul ada program yang bisa mewakili keinginan masyarakat ataupun pemerintah secara umum. Besaran dana yang kami keluarkan juga setiap tahun mengalami peningkatan, dari tahun 2011 yang hanya sebesar dikisaran 11 M, kemudian terakhir di tahun 2015 total dana CSR yang kami keluarkan tak kurang 24 M. Dan tahun ini, dana CSR kami dikisaran  30 M walaupun dengan kondisi dunia usaha yang masih belum terlalu kondusif.

Selain itu ada pesan khusus dari Owner sekaligus Presiden Directur Kalla Group Fatimah Kalla untuk mengubah mind set CSR yang selama ini dijalankan. Selama ini 60% dana tersebut tersalur masih sifatnya Charity, atau sifatnya sumbangan yang akan habis digunakan oleh masyarakat misalnya bantuan-bantuan non program sedangkan sisanya baru bersifat development, atau program yang memang diharapkan masyarakat bisa meransang perekonomian dengan stimulus program yang ada. Sedangkan kedepanya hal tersebut ingin diubah menjadi yang develop sekitaran 60% sedangkan sisanya baru bersifat charity.

Ummu: Menurut anda kedepannya CSR ini harusnya seperti apa?

Jawab:

Saya pribadi menganggap bahwa kedepanya harus lebih banyak perusahaan yang memandang CSR ini sebagai sesuatu yang urgent dan penting untuk di optimalkan sehinga semakin banyak lagi aksi-aksi pemberdayaan yang ada di masyarakat berdasarkan kepedulian perusahaan. [Citizen Report/Usluddin]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.