Melihat Jusuf Kalla Lewat Komik

0
591

MediaKALLA.com – Lewat komik sebuah pesan akan lebih mudah di tangkap oleh pembacanya. Melalui visualisasi, karakter seorang tokoh akan mudah di kenali. Membaca komik tidak memerlukan energi yang terlampau besar untuk menangkap pesan atau ide cerita didalamnya, sebuah komik memiliki alur cerita yang hidup yang merangsang imajinasi pembacanya.

Menjelaskan sebuah ide, visi dan sejarah sebuah perusahaan bisa digambarkan lewat komik. Dengan alur cerita yang sederhana, nilai-nilai perusahaan bisa terdeskripsikan dengan apik dan menawan. Hal ini yang mendorong salah satu perusahaan yang punya kendali bisnis di Makassar untuk mengambarkan perjalanan panjang perusahaan lewat komik. Kalla Group yang usianya melewati enam dekade berusaha melukiskan perjalanan enam dekade lebih perjalanan mereka mengarungi bisnis di nusantara dalam sebuah komik.

Lewat komik tersebut pembaca coba dibawa ke masa-masa awal perjalanan perusahaan, dari usaha transportasi yang sederhana hingga menjadi kelompok bisnis yang besar. Semuanya terlukiskan lewat komik bernama “Jalan Kalla”. Dalam komik kita disajikan cara empat tokoh keluarga Kalla dalam mengelola bisnisnya. Kalla Group sendiri lahir di tahun 1952, lewat armada bisnis transportasi PO. Cahaya Bone. Hingga kini Cahaya Bone masih terus melayani penumpang di jazirah Sulawesi. Sebenarnya isi dari komik tersebut sudah ada dalam bentuk buku dan menjadi semacam panduan bagi karyawan. Kalla sendiri punya akronim Kerja adalah ibadah, Apresiasi pelanggan, lebih cepat lebih baik dan aktif bersama.

Selama ini kita hanya mengenal nama Jusuf Kalla di panggung politik dan sekelumit aktivitas sosialnya di PMI, tapi lewat komik yang pendek ini sepak terjang JK di bisnis bisa dengan mudah diketahui. Salah satu isi komik yang inspiratif adalah bagian peristiwa masa krisis moneter tahun 1998, ketika itu harga solar menjadi mahal. Salah satu kapal Kalla Group yang ingin berlayar diharuskan membeli solar non subsidi seharga Rp. 1,2 Milyar, harga yang sangat mahal. Namun ada cara lain yang bisa dilakukan dengan memakai solar subsidi dari negara, cara ini ilegal namun bisa menghemat duit perusahaan. Namun pak Jusuf Kalla dengan jiwa nasionalisnya menolak cara ilegal tersebut, katanya “negara sedang bangkrut, jangan lagi kau rampok”

Masih banyak lagi potongan kisah inspiratif dalam komik tersebut. komik ini sangat relevan untuk kondisi sekarang. Komik memberikan pemahaman tentang cara mengelola sebuah bisnis dengan tetap berpegang pada nilai-nilai spritual. Salah satu kelebihan komik adalah bisa dinikmati oleh semua generasi, berbeda dengan novel atau buku-buku lainnya.

Namunya sayangnya komik inspiratif ini terbatas untuk lingkup group saja. Komik ini memberi banyak inspirasi bagi karyawan Kalla dan bagi semua yang membacanya. Langkah membuat komik patut diapresiasi dan menjadi contoh yang bagus bagi perusahaan lain.

Semoga kedepannya “Jalan Kalla” tidak hanya terbatas dalam lingkup kecil perusahaan namun bisa dinikmati oleh orang banyak, sehingga banyak yang terinsprasi dari kisah keluarga Kalla dalam mengelola bisnisnya. Kilau saudagar Bugis di langit Makassar.

Penulis ; Indra Sastrawat [Karyawan PT BJU]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.