Melatih Kerja Ibadah di Bulan Ramadhan

0
672

MediaKALLA.Com – Apa kriteria aktivitas kerja kita bernilai ibadah? Rasulullah dalam sebuah hadist tentang ibadah menjelaskan tentang konsep ihsan yaitu :

“engkau beribadah seolah-olah melihat Allah, dan jika kamu tak bisa melihatnya maka yakinlah sungguh Dia melihatmu”

Bayangkan Anda dipanggil oleh pimpinan Anda kemudian diminta mengerjakan sesuatu di depan dia. Artinya saat bekerja Anda melihat pimpinan Anda menyaksikan cara Anda bekerja. Kira-kira bagaimana Anda mengerjakan pekerjaan Anda? Apakah serius, sungguh-sungguh atau main-main? Tentu saja tidak akan berani bermain-main. Tentu kita akan berusaha bekerja sebaik mungkin dengan kualitas semaksimal mungkin. Masalahnya, belum tentu dalam sehari kita dipanggil atasan dan diminta mengerjakan sesuatu di depan dia. Mungkin 95% pekerjaan kita lakukan tanpa ada atasan melihat langsung cara kita bekerja. Sehingga terkadang kita bekerja kurang serius, asal-asalan dan hasilnya lebih lambat dan kurang baik, bukan lebih cepat dan lebih baik.

Saat kerja ibadah menjadi amalan maka yang menjadi atasan kita adalah Allah. Kita yakin bahwa Allah itu ada dan tidak hanya ada tapi juga Maha Melihat, menyaksikan segala perbuatan kita. Ada perbedaan dampak antara sekadar hanya yakin ada dan yakin ada dan melihat. Contohnya, apakah semua orang yang berkendaraan yakin polisi itu ada? Tentu yakin. Tapi mengapa masih sering terjadi pelanggaran aturan lalu lintas? Karena kita hanya yakin polisi itu ada tapi tidak yakin kalau dia melihat kita. Coba kalau Anda melihat ada polisi di jalan raya, apakah Anda berani melanggar peraturan lalu lintas? Tentu saja tidak berani karena polisi dapat melihat dan menangkap kita.

Jika kerja ibadah menjadi amalan, bukankah Allah ada di mana-mana? Maha melihat di manapun kita berada? Tidak ada tempat yang tersembunyi dari penglihatan-Nya. Sehingga meskipun atasan tidak melihat saat bekerja tapi Allah yang Melihat. Maka tentu kita akan bekerja sebaik mungkin sebagaimana jika kita bekerja disaksikan oleh atasan kita. Tentu kita tidak akan berani melakukan kecurangan, manipulasi atau korupsi karena Allah sedang menyaksikan kita bekerja. Kita akan bekerja dengan penuh tanggung jawab, amanah, jujur dan berusaha istiqamah yang semua berlandaskan jiwa tauhid dan ikhlas. Dalam Al Qur’an surat At Taubah : 105 Allah berfirman :

“ Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. “

Dampaknya adalah pekerjaan kita efektif dan efisien. Efektif karena sesuai dengan standar atau bahkan melebihi standar  kualitas yang ditetapkan.  Efisien karena kita menggunakan sumber daya secara tepat guna, jauh dari pemborosan, mubazir baik dana maupun waktu. Apalagi jika kita merenungkan ayat ini :

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Q.S. Al Isra’ : 27)

[highlight]Ibadah Puasa Melatih Kerja Ibadah[/highlight]

Ternyata puasa Ramadhan salah satu hikmahnya yaitu melatih sifat ihsan. Bayangkan lebih dari 13 jam kita tidak makan dan minum meskipun tak ada manusia yang melihat. Sebenarnya bisa saja masuk ke dalam kamar kemudian makan dan minum sepuasnya. Toh tidak ada yang tahu dan setelah itu tetap mengaku berpuasa.  Namun itu tidak kita lakukan karena adanya keyakinan bahwa Allah Maha Melihat. Itulah pengamalan ihsan, beribadah seolah-olah melihat Allah dan jika tidak bisa melihat Allah maka yakinlah bahwa Allah melihat kita.

Ramadhan sebagai bulan latihan ihsan. Harapannya 11 bulan berikutnya juga tetap dapat bersifat ihsan. Sehingga menjadi karakter pribadi yang membuat kita senantiasa ingin melakukan yang terbaik dan bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan alam semesta karena manusia terbaik adalah yang paling banyak bermanfaat untuk orang lain. Juga senantiasa berhati-hati menjalani kehidupan dengan mengaktifkan alarm hati nurani yang dapat mendeteksi baik-buruk, benar-salah dan halal-haram dengan baik. Itulah esensi kerja ibadah, memenuhi criteria ihsan. Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lain di bulan Ramadhan.  Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin dalam menjalaninya sehingga kita dapat meraih derajat takwa. (*)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group – 7 Ramadhan 1434 H[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.