Makam 3 Manusia Mulia

0
385

MediaKALLA.co.id – Bergerak masuk lewat pintu As Salam menuju makam Rasulullah dan dua orang sahabatnya Abu Bakar dan Umar, tak terasa air mata berderai. Padatnya antrian dan langkah satu satu tak menjadi halangan untuk selalu melafalkan shalawat kepada Rasulullah tercinta.

Inilah 3 manusia mulia yang telah mengubah sejarah dunia. Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi terakhir diutus oleh Allah membawa risalah keadilan dan cinta yang seimbang. Saat dilempari batu di Thaif dan datang tawaran malaikat untuk menghancurkan penduduk Thaif, dengan lembut Rasulullah menolaknya. Aku diutus bukan untuk menghancurkan tapi untuk mencerahkan. Jika sekarang mereka belum beriman, semoga kelak anak dan cucunya yang beriman. Demikian cintanya pada ummatnya menjelang kematiannya bukan anak dn hartanya yang diingatnya. Tapi ucapan yang keluar dari lisannya yaitu ummatku, ummatku, ummatku.

Rasulullah telah meninggal dunia sejak tahun 632 Masehi atau 1385 tahun lampau. Meski jasadnya telah dikebumikan tapi ajaran, perilaku dan akhlaknya yang mulia tetap hidup dan menyebar ke seluruh dunia.

Mengapa itu semua terjadi? Karena beliau memiliki sahabat-sahabat sebagai kader tangguh yang melanjutkan perjuangan. Dua kader terbaik yang makamnya berdampingan dengan beliau yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar Al Faruq.

Saat orang-orang meragukan kenabiannya dan bercerita tentang perjalanan isra’ mi’rajnya Abu Bakar datang dengan sebuah keyakinan “jika yang menyampaikan itu Muhammad pastilah di benar”. Maka Rasulullah pun menggelarinya Ash Shiddiq. Saat Rasulullah mengajak berinfak di jalan Allah, Abu Bakar datang dengan seluruh harta bendanya. “Apa yang engkau tinggalkan untuk anak dan istrimu hai Abu Bakar? ” tanya Rasulullah. “Cukuplah Allah dan Rasul- Nya”. Jawabnya dengan mantap.

Hatinya sangat lembut, dermawan dan penyayang. Ditebusnya Bilal dengan harga yang mahal karena tidak tega melihat penyiksaan yang dialaminya cuma karena satu keyakinan “laa ilaah illallah”. Jika dia memimpin shalat maka terdengar seperti air mendidih dalam dadanya. Hatinya yang lembut membuatnya mudah terharu dan menangis jika membaca ayat ayat Allah.

Di balik kelembutannya tetap ada ketegasan. Abu Bakar berani memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat dan mereka yang mengaku sebagai nabi palsu. Saat sahabat lain tidak setuju dijawabnya dengan tegas bahwa kewibawaan Islam harus ditegakkan. Akhirnya Islam kokoh dan solid seluruh jazirah Arabiyah sebelum berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Selanjutnya Umar bin Khattab sang pemberani. Setelah hidayah Islam masuk dalam dadanya maka dia protes kepada Rasulullah. “Bukankah kita berada dalam jalan yang benar? Mengapa kita harus sembunyi sembunyi dalam berdakwah?”. Keberaniannya saat hijrah ke Medinah dilakukannya dengan terang-terangan. “Siapa yang ingin istrinya kehilangan suaminya dan anaknya kehilangan bapaknya maka silakan halangi saya saat hijrah ke Medinah”.

Saat diangkat menjadi khalifah berbagai terobosan dilakukannya dalam bidang administrasi negara. Penetapan tahun Hijriyah, penulisan Al Qur’an, adanya Angkatan Bersenjata yang terstruktur dengan gaji tetap serta berbagai kebijakan lainnya menjadi pondasi sistem Islam untuk terus tumbuh dan berkembang. Di era Umar Parsi ditaklukkan dan Romawi di Mesir serta Syam dikalahkan.

Di balik ketegasannya dia juga sosok yang lembut dan penyayang. Setiap malam berkeliling melihat keadaan warganya. Saat didengarnya tangisan anak kecil di dalam rumah, dia berhenti dan bertanya mengapa mereka menangis. Setelah diketahui bahwa anak itu menangis karena lapar sementara ibunya sedang memasak batu untuk menghiburnya maka segera Umar pergi ke baitul maal memikul gandum dan memasak untuk ibu dan anak tersebut.

Masih banyak kisah dari Rasulullah, Abu Bakar dan Umar yang dimakamkan di sini. Semoga kita bisa meneladaninya dalam kehidupan khususnya sebagai pemimpin di tempat masing masing.[Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × three =