Lepaskan Pakaian dan Mahkotamu

0
615

MediaKALLA.co.id – Umroh diawali dengan ihram yaitu melepas seluruh pakaian dan menggantinya dengan dua lembar kain tak berjahit (khusus pria). Setelah thawaf dan sa’i akan diakhiri dengan tahallul yaitu menggunting atau menggunduli rambut. Lebih afdhal jika digunduli tidak hanya digunting beberapa helai.

Ada makna besar dibalik aktivitas ini. Pada saat melepas seluruh pakaian sehari hari dan menggantinya dengan dua lembar kain putih tak berjahit ini merupakan simbol melepas seluruh atribut dunia.

Dalam kehidupan sehari-hari sering manusia dihargai dan dihormati karena pakaian atau seragam yang dimilikinya. Seorang polisi yang datang ke sebuah kantor instansi pemerintah akan diperlakukan berbeda jika dia memakai pakaian dinas hariannya. Jika dia datang cuma menggunakan kaos oblong dan sandal jepit bisa jadi tidak akan diperhatikan. Itulah pengaruh pakaian dalam kehidupan.

Pakaian bisa juga berupa jabatan atau organisasi tempat kerja. Jika ada yang menelpon dan mengatakan asal instansi dia bekerja maka kita akan mendengarkannya dengan serius. Berbeda jika dia hanya sebagai pribadi.

Manusia sudah terjebak pada kulit dan atribut luar. Manusia dihormati bukan lagi karena dia manusia tapi karena pakaiannya. Ihram mengembalikan itu semua kepada persamaan manusia di hadapan Allah. Siapapun Anda dan apapun pangkat, jabatan, gelar, harta, asal keturunan semua sama di hadapan Allah. Pembedanya hanyalah ketakwaan yang bersifat batiniah.

Selanjutnya ihram ini juga mengingatkan manusia akan kematiannya. Kelak saat akan dimakamkan manusia hanya menggunakan kain kafan. Tidak menggunakan pakaian kebesaran. Jadi pesannya adalah hidup ini hanya sementara. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Selanjutnya kehidupan berlanjut di alam kubur sampai alam akhirat.

Menjalani kehidupan menuju kematian tercermin dari aktivitas thawaf dan sa’i. Thawaf mengajarkan agar senantiasa tunduk pada aturan Allah. Dari alam mikro kosmos atom sampai alam makro kosmos jagad raya semuanya berputar mengelilingi yang lebih besar dengan putaran melawan arah jarum jam. Jika ingin selamat jangan melanggar aturan sunnatullah dan syariah.

Sa’i mengajarkan pentingnya dalam hidup selalu bergerak berpindah, berusaha pantang menyerah, yang dilandasi oleh cinta. Berawal dari kesucian (shafa) niat dan berakhir dengan kemuliaan (marwah). Jangan lupa tawakkal kepada Allah yang menentukan segalanya.

Aktivitas pamungkas dari umroh yaitu tahallul dengan dianjurkan menggunduli rambut kepala. Coba lihat wajah anda di cermin dengan rambut yang ada sekarang. Betapa gagah dan tampannya. Bayangkan sekarang rambut anda digunduli. Apa yang terjadi? Pasti ada perubahan. Semula gagah dan tampan, jika sudah gundul berkurang kegagahan dan ketampanannya. Kecuali anda memang aslinya sudah gundul dan botak.

Rambut adalah simbol mahkota yang terkadang sangat berat untuk dilepaskan. Mahkota ini seperti halnya jabatan dan kehormatan. Padahal sebenarnya kepala yang semula ada rambutnya kemudian digunduli tetap aja otak yang ada di dalamnya isinya sama.

Pada akhirnya pakaian ihram dan tahallul ini ingin mengembalikan manusia pada fitrahnya. Kehormatan dan kemuliaan bukan karena harta, tahta, ilmu dan pengikut yang dimiliki. Tapi semua ditentukan oleh kualitas ketakwaan dengan menjalankan aturan Allah (thawaf) dan senantiasa bergerak, berpindah, berusaha menjadi lebih baik dengan memberi manfaat dalam hidup (sa’i). [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.