Kunci Surga: Saling Memaafkan

0
643

Fitri yang digambarkan seperti bayi yang baru lahir berarti bersih dari segala noda dan dosa. Dosa yang mengotori manusia ada dua jenis yaitu dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia. Dosa kepada Allah dapat dihapuskan dengan taubatan nasuha, taubat yang sebenarnya. Sebelum bertaubat tentu harus merasa punya dosa dulu. Manusia tidak ada yang suci dari dosa dan cukup dikatakan berdosa orang yang merasa dirinya suci dari dosa. Allah berfirman :

… maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.  (Q.S. An Najm : 32)

Rasulullah juga bersabda :

“Setiap bani Adam pasti berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa ialah yang bertaubat” (HR. At Tirmidzi)

Bahkan salah satu ciri orang yang bertakwa yaitu pernah berdosa. Allah berfirman :
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S. Ali Imran : 135)

Cuma orang bertakwa bertaubatnya sungguh-sungguh dengan menyesal atas segala yang pernah diperbuatnya, lalu berjanji tidak mau bermaksiat lagi. Bahkan diikutinya dengan amal saleh. Allah berfirman :

Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (Q.S. Al Furqan : 71)

Kemudian dosa kepada manusia hanya dapat dibersihkan dengan memohon maaf kepada orang lain. Jika tidak dilakukan maka itu akan menjadikan kita manusia yang bangkrut kelak di akhirat. Siapakah dia orang yang bangkrut di akhirat?

Suatu hari Rasulullah bertanya kepada sahabatnya “tahukah kaliah siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab : “Orang bangkrut itu orang yang berdagang lalu merugi sehingga modalnya pun habis untuk menutupi kerugiannya”. Ternyata yang Rasulullah maksudkan bukan bangkrut di dunia tapi bangkrut di akhirat. Siapakah dia? Rasulullah mengatakan “orang yang banyak shalat, puasa dan zakat tapi tidak ada pahalanya bahkan malah bertambah dosanya. Kenapa? Karena saat hidup di dunia dia banyak berbuat dosa kepada orang lain. Banyak orang yang disakiti hatinya, diambil haknya dan sebagainya. Maka di Hari Perhitungan datanglah orang-orang tersebut menuntut pertanggungjawaban. Maka Allah pun mengambil pahala yang bersangkutan untuk diberikan kepada orang yang telah disakitinya. Dosanya dibayar dengan pahalanya sampai akhirnya pahalanya habis untuk bayar dosa. Ternyata masih ada orang yang datang menuntutnya. Akhirnya dosa penuntutnya pun diberikan kepadanya . Pahala sudah habis malahan dosa bertambah. Itulah kebangkrutan di akhirat”.

Tentu kita tidak ingin menjadi orang bangkrut di dunia apalagi di akhirat. Caranya minta maaflah kepada sesama manusia. Mumpung masih hidup di dunia, maka datangilah atau sampaikanlah permohonan maaf kepada teman, relasi dan orang-orang yang pernah anda sakiti atau mungkin tanpa sadar anda sakiti hatinya. Jangan pernah merasa suci dan bersih dari dosa. Bisa jadi kita merasa sikap dan ucapan kita biasa saja  tapi bagi orang lain itu menyakitkan.

Ternyata bukan hanya yang meminta maaf yang beruntung, bahkan orang yang memaafkan lebih beruntung lagi. Dia akan meraih ciri ketakwaan yang Allah janjikan surga. Allah berfirman :

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. Ali Imran : 134)

Allah memuliakan orang yang memaafkan orang lain dan disetarakan dengan orang yang bersabar. Allah berfirman :

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (Q.S. Asyuura : 43)

Allah memerintahkan manusia untuk menjadi pemaaf dan menjanjikan pahala baginya sebagaimana firman-Nya :

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (Q.S. Al A’raaf : 199)

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. (Q.S. Asyuura : 40)

Ternyata meminta maaf bisa jadi kunci surga karena membersihkan diri dari dosa kepada sesama manusia. Demikian pula dengan memberi maaf bahkan lebih mulia lagi karena digolongkan manusia bertakwa, diberi pahala dan dicintai Allah sebagaimana Allah mencintai  orang yang sabar. Oleh karena itu di akhir Ramdahan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri mari saling memaafkan. Semoga kita semua menjadi manusia yang kembali fitri, suci dari dosa sehingga meraih bahagia dunia dan akhirat.

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group [/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.