Koordinator Educare Yayasan Kalla Inspirasi Guru Pesantren

0
309

MediaKALLA.com – Makassar – “Menurut hadist, barang siapa yang keluar di jalan Allah dalam rangka menuntut ilmu, lalu meninggal, maka ia termasuk syahid. Jika yang belajar saja mendapat kemuliaan ini maka bagaimanakah lagi guru yang mengajarnya? Tentu lebih mulia lagi” demikian penjelasan Syamril, koordinator Educare Yayasan Kalla dihadapan sekitar 50 guru-guru Pondok Pesantren Ummul Mukmin Makassar. Seminar motivasi guru yang digagas dalam rangka Ulang Tahun Kalla Group ke-62 ini menggagas tema ‘‘Bahagia dengan kerja Ibadah” berlangsung di Aula Pondok Pesantren Ummul Mukmin Makassar, Jumat (12/9).

Menurut Syamril, keikhlasan seseorang guru pesantren dalam mendidik santri atau santriwatinya perlu terus dipupuk, “Sebuah hadist mengatakan barang siapa yang bekerja keras mencari rezki Allah, lalu sore harinya duduk beristrahat maka dosanya diampuni Allah. Nah, begitu pun guru yang beristrahat setelah mengajar santri-santriwarinya,” tutur Bapak empat anak ini.

“Syukuri nikmat pekerjaan kita sebagai guru. Sebab dengan mensyukurinya maka kita akan menjadi bahagia. Adapun halangan dan tantangan yang menghadang, jangan melemahkan niat kita. Memang tidak bisa dipungkiri, terkadang dalam tugas kita sebagai guru, sering kita dihadapkan pada banyak masalah yang menyebabkan kita dalam keadaan tertekan, jenuh, stress dan kehilangan motivasi. Dalam keadaan  seperti ini, cobalah untuk berdialog dengan diri sendiri; kembalikan niat kita ke jalan yang benar yakni ikhlas mengajar karena Allah. Dengan demikian kita akan menjalani pekerjaan kita dengan mudah” kata Syamril.

Namun demikian,lanjut Syamril, keikhlasan guru dalam mengajar masih perlu didukung hal hal lain,sistem dan kepemimpinan yang baik sehingga pesantren bisa berhasil dalam pengelolaannya, “Nilai-nilai yang baik yang dimiliki para guru seperti keikhlasan dalam mengajar, belum menjamin suksesnya sebuah pesantren. Itu hanya 25 persen saja. Apa yang menjadikannya seratus persen adalah, sistem, dalam hal ini sebanyak 35 persen, yang bisa berbentuk kurikulum dan paling besarnya sebanyak 40 persen adalah leadership dari pengelola dan manajemen pesantren berupa keteladanan dan integritas,” jelas Syamril.

Pimpinan wilayah Aisyiah Sul-Sel, Dwi dalam sambutannya mengatakan seminar motivasi guru seperti ini, perlu dijadwalkan secara berkala mengingat efeknya yang signifikan dapat meningkatkan kinerja guru pesantren, “Kami menyambut baik kegiatan ini dan mohon kepada Kalla Group agar dapat di schedulkan,” tutup Dwi.  [Ali Syahbana]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 5 =