KERJA IBADAH!!! ANTARA TEORI DAN REALITAS

0
595

MediaKALLA.com – Manusia diciptakan oleh Allah Swt. untuk sepenuhnya tunduk dan patuh terhadap segala aturan yang ditetapkan-Nya. Dalam pandangan paradigma spiritualisme, potensi manusia untuk berkinerja harus menjadikan hidup yang lebih positif dan produktif untuk mencapai prestasi kerja yang religius. Pimpinan perusahaan sebagai sentral kebijakan harus memperhatikan motivasi kerja yang berdasar pada keyakinan spiritual karyawan disamping yang berdasar pada fisik dan materi. Perlu disadari bahwa di Negara Baratpun sudah semakin banyak yang menyadari pentingnya ketaatan beragama dalam bekerja. Sebab keterpurukan manusia saat ini adalah bahwa Agama kemudian hanya ditempatkan pada tataran Ibadah semata, tidak lagi menjadi sebuah pedoman dan aturan dalam kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi di era paham Liberalisme saat ini yang benar-benar telah memisahkan agama sebagai aturan hidup sehari-hari. Sebagai contoh dalam kehidupan berbisnis atau bermuamalah, para pelaku bisnis tidak lagi menjadikan Halal Haram sebagai tolak ukur perbuatannya, mereka telah melenyapkan keyakinan Spiritual dalam kehidupan bisnisnya sehingga yang terjadi kemudian mereka menghalalkan segala cara demi untuk menampilkan peningkatan kinerja dan kesuksesannya.

Indonesia, yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, memiliki potensi yang luar biasa dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan motivasi kerja yang bersumber pada keyakinan spiritual karyawannya. Potensi masyarakat muslim yang menjadi sumber daya perusahaan tentunya diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawannya secara religius. Penting bagi setiap karyawan muslim untuk mengerti dan memahami tingkah laku standar, religi, norma, nilai moralitas dan hukum yang bersumber dari Agama Islam sebagai dasar motivasi spiritualnya dalam bekerja.

            Kerja dengan kesadaran spiritual, seseorang selalu merasa dilihat, dinilai dan diawasi oleh Allah Swt. sehingga tidak membutuhkan penilaian dari manusia. Ada atau tidak pimpinan yang mengontrol, selalu menampilkan sikap yang terbaik dalam setiap langkah pekerjaannya. Kerja spiritual inilah yang diyakini mampu memotivasi sekaligus menjadi modal utama sebuah kesuksesan dalam pencapaian visi perusahaan. Bekerja dengan bingkai nilai-nilai spiritual tentu akan berbeda dengan bekerja demi kepentingan materi duniawi semata. Nilai-nilai spiritual akan memotivasi seseorang untuk bekerja dengan ikhlas, sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik karena bertanggung jawab atas keimanannya. Demi tercapainya sebuah nilai ibadah dari setiap aktivitas kerja. Sebab semua hasil kerja keras dan usaha yang halal merupakan ibadah.

PT. Bumi Karsa yang merupakan salah satu perusahaan kontraktor nasional yang namanya sudah cukup besar yang juga bagian dari Kalla Group yang mengusung Slogan Kerja Ibadah, Apresiasi Pelanggan, Lebih Cepat Lebih Baik, Aktif Bersama (Kalla Way) sudah sepatutnya seluruh karyawannya memahami dan mengerti betul makna yang terkandung dari slogan tersebut. Sebab hanya dengan melihat slogan tersebut, kita sudah dapat menafsirkan bahwa seluruh karyawan yang menjadi bagian dari perusahaan tersebut adalah orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas sebagai satu tim untuk memberikan hasil yang cepat, tepat, dan terbaik kepada setiap pelanggan dengan satu harapan yakni untuk mendapatkan keridhoan Allah semata.

Sesuai dengan Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Al Insyiqaq ayat 6 yang artinya:

 “Wahai manusia sesungguhnya engkau harus bekerja keras (sungguh-sungguh dan tekun menuju keridhoan Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya”.

Kemudian Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Al Jumu’ah ayat 10 yang artinya:

“Apabila telah ditunaikan Shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi ini dan carilah karunia Allah ….”.

Dan Hadits Rasulullah Riwayat Ibnu Katsir yang artinya:

“Berusahalah kamu untuk duniamu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan berusahalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati esok hari”.

Nah, permasalahannya sekarang apakah kemudian slogan tersebut benar-benar telah dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan konsep awalnya. Ataukah hanya tinggal slogan yang tertulis di secarik kertas yang ketika disiram air menjadi luntur dan tak berbekas. Karena untuk menjadikan ini sebagai cerminan dari perusahaan maupun diri karyawan itu sendiri perlu pembinaan dan pembiasaan dalam keseharian kita di tempat kerja, juga diperlukan kesungguhan dari perusahaan dan para pimpinan untuk lebih mensosialisasikan nilai-nilai tersebut.

Sungguh nilai-nilai yang ada dalam Kalla Way lebih terfokus pada nilai Kerja Ibadah akan mulia jika benar-benar dilakukan dalam keseharian kita di Kantor dan dimana saja kita bekerja, sebab ini juga yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya yang terdahulu. Dimana mereka benar-benar bekerja, berdagang untuk menghasilkan uang yang kemudian digunakan untuk dakwah dan kemashlahatan umat.

Dari penjelasan diatas maka telah jelaslah bahwa segala tindak tanduk manusia di muka bumi ini memang harus diatur oleh aturan yang telah digariskan oleh Allah Swt, sebab dengan penanaman nilai-nilai spiritual di dunia kerja diyakini mampu mendorong munculnya motivasi dan produktivitas kerja yang tinggi atas dasar ibadah. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan secara ikhlas; tanpa pamrih, penuh kesadaran, bertanggungjawab, bersemangat dan bersungguh-sungguh karena merasa dinilai oleh Allah SWT, suci bersih dari penyimpangan, penyelewengan dan kebohongan, penuh prestasi, terobsesi untuk selalu menampilkan yang terbaik, serta menjadi teladan, contoh terbaik dalam kebaikan bagi lainnya. Berbagai sikap ini harus dibina dan dikembangkan dalam keseharian kerja kita.

Penulis : Muhammad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.