KEMERDEKAAN

0
623

Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia
Dengan ini Menyatakan Kemerdekaan Indonesia….

MEdiaKALLA.com – Proklamasi 17 Agustus 1945 terjadi bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364, Jumat Legi, jam 10 pagi dibacakan oleh Bung Karno dan didampingi oleh Bung Hatta, dengan mengibarkan bendera merah putih. Sepintas peristiwa akbar yang bersejarah ini dinilai sebagai peristiwa politik semata, tanpa dijiwai oleh ajaran Islam. Padahal Bung Karno sendiri sebagai pelaku sejarahnya menyatakan bahwa pemilihan tanggal 17 Agustus, dipengaruhi oleh kewajiban shalat yang dijalankannya setiap hari sebanyak 17 rakaat. Dan lagi proklmasi terjadi pada bulan Ramadhan, karena Al-Qur’an pun diturunkan kepada Rasulullah pada 17 Ramadhan. Termasuk hari Jumat Legi dinilai oleh Bung Karno sebagai Jumat yang bahagia. Demikian penuturannya kepada Cindy Adam.
Suatu momen sejarah yang sangat menakjubkan. Bangsa Indonesia berani menampilkan diri sebagai bangsa yang merdeka, ditengah dilaksanakannya keputusan Perjanjian Postdam. Antara lain Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Rusia) menyetujui Belanda menerima kembali Indonesia sebagai jajahannya. Demikian pula, bangsa Indonesia berani memproklamasikan dengan tanpa menghiraukan Sekutu yang mendemonstrasikan keberhasilannya menghancurlumatkan segenap komunitas dan lingkungan fisik Hiroshima dan Nagasaki, dengan bom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945. Mengapa Indonesia berani menghadapi kekuatan Sekutu yang baru saja mengalahkan Jerman, Italia dan Jepang ?

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Sejarah menampakkan bukti tentang rahmat Allah Yang Maha Kuasa bila memperhatikan pada masa Perang Kemerdekaan. Bangsa dan negara saat itu belum memiliki militer reguler untuk menghadapi kedatangan Sekutu. Bagaimana bila tanpa rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Republik Indonesia yang masih sangat lemah dan muda, akan mudah dipatahkan. Apalagi Belanda selain didukung oleh Sekutu, juga oleh PKI yang berada di bawah komando Rusia, memihak kepada Belanda. PKI bekerja sama dengan Van Mook, menolak proklamasi.
Tetapi kenyataannya, bangsa Indonesia dapat menunjukkan keunggulan kejuangannya. Senjata bamboo runcing, disertai takbir Allahu Akbar mampu mempertahankan Surabaya dari ultimatum Sekutu. Inggris belum pernah melihat kenyataan keberhasilan serbuan suatu bangsa dengan bersenjatakan bamboo runcing, menjadikan Inggris kehilangan dua perwira tinggi udara dan darat, seperti yang terjadi di Surabaya pada 10 Nopember 1945. Padahal baru beberapa bulan dari proklamasi , dan baru beberapa hari dari pembentukan TNI pada 5 Oktober 1945, Indonesia berhasil melumpuhkan Inggris pemenang Perang Dunia II. Apalagi dengan adanya serangan rakyat Jawa Barat pada 9 Desember 1945 di Bojong Kokosan Sukabumi. Di sini Inggris kehilangan lagi seorang perwira tingginya. Kehilangan tiga perwira tinggi dalam waktu relatif pendek, tidak pernah dialami oleh Inggris selama Perang Dunia II. Kondisi buruk ini diikuti dengan direbutnya kembali benteng Willem I, dan dikibarkannya bendera Merah Putih (1 Suro 1365 – 6 Desember 1945), serta jatuhnya Ambarawa (10 Suro 1365 – 15 Desember 1945). Peristiwa ini semua memberikan kejelasan adanya rahmat Allah Yang Maha Kuasa pada periode awal Perang Kemerdekaan.

Semangat Jihad

Keberhasilan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan menghadapi tentara Sekutu sehingga berhasil mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah karena tingginya semangat jihad pada diri mereka. Semangat jihad yang dilandasi oleh tauhid inilah yang melahirkan semboyan “Merdeka atau Mati “ yang merupakan penerjemahan dari Isy Kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Pemuda-pemuda Islam yang terlatih militer di Hizbullah dan pemuda-pemuda Islam yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di manapun berada, senantiasa berpartisipasi berjihad mempertahankan kemerdekaan. Juga Barisan Sabilillah yang terdiri dari para sukarelawan muslim yang tanpa pamrih berjuang bersama-sama dengan yang lain.

Demikian pula pesantren-pesantren dengan kiai-kiainya, sangat besar pengaruhnya dalam dalam menggerakkan rakyat untuk berjihad mempertahankan proklamasi. Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama telah mengeluarkan fatwa fardhu ‘ain bagi setiap muslim mempertahankan kemerdekaan, Ki Bagus Hadikusumo Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Kyai Subki dari Parakan yang terkenal dengan bamboo runcingnya, dengan do’a-do’a yang memperkuat semangat juang, Kyai Nur Ali dari Bekasi yang dikenal sebagai “Macan Bekasi”, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Semangat jihad yang tumbuh pada masa awal kemerdekaan sudah seharusnya melandasi “the spirit of jihad” semua elemen dan simpul umat di tengah keprihatinan bangsa dan masyarakat saat ini. Pertanyaannya kemudian apa bentuknya dan bagaimana realisasinya. Jihad masa kini dan masa depan adalah kelanjutan jihad masa lalu. Tentu tataran pelaksanaannya musti dilandai nash Al-Qur-an dan Sunnah dengan teladan langkah-langkah perjuangan Rasulullah saw dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi yang meliputi segala aspek kebutuhan kaum muslimin dimanapun mereka berada. Setidak-tidaknya secara garis besar bentuk jihad masa sekarang dalam bentuk sosialisasi dan internalisasi kebajikan (amar ma’ruf) serta pencegahan, penghapusan kemungkaran (nahi mungkar). Dalam konteks keindonesiaan banyak hal yang perlu dibenahi terutama dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonomi, politik bahkan style dan attitude para pelaku di dalamnya. Semoga kita diberikan kemampuan oleh Allah swt untuk mereformasi segala kekurangan dan kelemahan kita sebagai diri dan masyarakat melalui revolusi konsepsi, revolusi dalam perasaan, revolusi dalam menjalani kehidupan dalam hubungan individu dan kelompok. Semoga

Daftar Pustaka :
1.    Menemukan Sejarah : Dr. Ahmad Mansur Suryanegara
2.    Indonesia Kita Pemikiran Berwawasan Iman-Islam : Dr. Anwar Harjono, SH
3.    Jihad dalam Al-Qur’an : Drs. Muhammad Chirzin, M.Ag.

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group [/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.