Adakah ‘Kebetulan’ Itu?

0
642

MediaKALLA.Com – Hari itu tangggal 14 Maret 2005, saya baru saja selesai melatih guru-guru di Balikpapan bersama tim dari LPP Salman ITB. Dua orang teman saya sudah pulang ke Bandung. Saya rencananya tidak langsung ke Bandung tapi naik kapal laut ke Mamuju baru ke Pinrang menjenguk orang tua. Beberapa hari sebelumnya saya sudah ketemu sepupu saya di Balikpapan yang akan membantu untuk naik kapal laut. Namun apa yang terjadi? Pada hari yang direncanakan ternyata HP dia mati sehingga tidak bisa dihubungi. Saya pun bingung harus ke mana. Kebetulan ada peserta dari Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Maka diapun menawarkan untuk menginap di Pesantren Hidayatullah dan nanti dibantu persiapan perjalanan saya selanjutnya.

Berangkatlah kami berdua ke Pesantren Hidayatullah di daerah Gunung Tembak Balikpapan. Di sinilah pusat pesantren yang cabangnya mungkin paling banyak di seluruh Indonesia, menyebar dari Aceh sampai  Papua. Kami tiba menjelang dhuhur. Setelah shalat saya diminta kultum di depan para santri. Kemudian silaturrahmi dengan pimpinan pesantren. Lalu malam harinya saya menginap di kamar yang pernah digunakan Pak Habibie waktu berkunjung ke pesantren ini.

Saat dialog dengan pimpinan pesantren saya pun bercerita, “kebetulan lagi ada acara pelatihan di Balikpapan, kemudian saya rencana ke Sulsel tapi sepupu saya tak bisa dihubungi. Kebetulan ada salah seorang guru dari Hidayatullah yang melihat saya kebingungan dan menawari ke sini maka tibalah saya ke tempat ini”. Pimpinan pesantren pun berucap “mohon maaf, tidak ada yang kebetulan. Semua sudah Allah takdirkan. Kami yakin, Bapak datang ke sini bukan karena kebetulan tapi Allah yang mengirim Bapak ke sini”. Saya tersentak kaget. Betulkah tidak ada yang kebetulan? Betulkah semua dalam kendali dan takdir Allah? Saya pun tersadar bahwa memang segala sesuatu sudah dalam ketentuan dan takdir Allah. Tidak ada yang kebetulan. Segala yang diciptakan-Nya pasti ada tujuan.

Mari lihat sekeliling kita, alam semesta yang demikian luas terbentang. Apakah semua itu ada secara kebetulan? Bintang-bintang, matahari, bumi, bulan dan planet-planet lainnya. Apakah ada secara kebetulan? Sungguh tidak mungkin karena segala yang ada demikian teratur. Adanya matahari yang bersinar sehingga bumi memperoleh energy cahaya yang digunakan oleh tumbuh-tumbuhan untuk berfotosintesis. Lalu di bumi ini ada siklus pernafasan di mana manusia membutuhkan oksigen dan membuang karbon dioksida. Ternyata ada tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan carbon dioksida buangan manusia dan membuang oksigen yang dibutuhkan manusia. Semua ada demikian teratur dan memiliki fungsi dan maksud tertentu. Apakah itu semua terjadi secara kebetulan? Mungkinkah keteraturan yang demikian luar biasa terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan dan mengaturnya? Tentu tidak mungkin. Benda-benda yang kita miliki saja pasti ada pembuatnya, dan kehidupan kota atau organisasi yang teratur pasti ada yang mengendalikannya. Demikian pula dengan segala yang ada di alam semesta ini ada yang menciptakan dan mengendalikannya. Dialah Allah yang Maha Pencipta, Maha Mengatur, Maha Kuasa dan serba maha lainnya. Allah berfirman di dalam Al Qur’an yang sangat popular sebagai ayat Kursi :

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (Q.S. Al Baqarah : 255)

Lalu di Surat Al Mulk : 3-4 Allah menantang manusia untuk memperhatikan ciptaan-Nya :

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah”.

Untuk apa semua itu diciptakan oleh Allah? Tenyata Allah ingin menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada orang-orang yang berakal sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Q.S. Al Baqarah : 164)

Itu semua juga menjadi tanda bagi orang yang bertakwa : “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Yunus : 6)

Ternyata tidak hanya sebagai tanda kekuasaan Allah, tapi juga ada manfaat dari segala yang Dia ciptakan. Semua untuk kehidupan manusia sebagaimana firmannya :
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. (Q.S. Lukman : 20)

Sungguh Allah yang Maha Pengasih tak pilih kasih kepada manusia ciptaan-Nya memberikan fasilitas kehidupan yang sesuai dengan kebutuhan manusia karena memang Allah sebagai Pencipta yang Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh makhluk ciptaan-Nya, seperti halnya mobil keluaran pabrik Toyota, yang tahu kebutuhan mobil itu pasti Toyota, bukan Honda.
Namun Allah mengingatkan meskipun manusia meyakini bahwa semua ciptaan Allah dan untuk keperluan manusia, ternyata sedikit sekali dari manusia yang bersyukur.Firman Allah :

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”. (Q.S.Al A’raaf : 10)

Semoga Allah memberi hidayah dan kekuatan kepada kita untuk menjadi manusia yang yakin akan kekuasaan dan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya di langit dan di bumi yang menjadikan kita masuk dalam kategori manusia yang berakal dan bertakwa. Kemudian diberi kemampuan untuk mensyukuri segala nikmat-Nya dengan menggunakan sebaik-baiknya sesuai perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sebagai ciri manusia yang bertakwa. Semoga dengan itu kita termasuk golongan hamba yang sedikit, yaitu golongan manusia yang bersyukur, Amin. (*)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.