Karung Kehidupan

0
684

Seorang Raja memanggil 3 orang menterinya. “Wahai menteriku, saya beri Anda masing-masing satu buah karung. Kuberi engkau waktu 3 hari.  Silakan isi karung ini dengan kurma. 3 hari lagi, menghadaplah kepadaku dan bawa karung yang sudah diisi’, ucap Sang Raja.”Baik Baginda, kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya”.

Maka mulailah masing-masing sang menteri mengerjakan tugas dari raja. Menteri A, dengan senang hati mengerjakan tugasnya dan berjanji akan mengisi karungnya dengan kurma terbaik yang ada di negerinya. Menteri B, dengan sedikit kesal berucap “ada-ada saja sang raja ini. masak menteri diberi tugas seperti ini. Tak apalah, saya akan isi dengan kurma apa adanya dan dicampur dengan daun serta tangkai kurma. Menteri C, lebih kesal lagi. “Ah, raja tidak mungkin periksa isi karung saya, dia pasti sangat sibuk. Saya isi saja dengan tanah liat. Saya akan tipu sang raja ha ha… “

Sampai akhirnya 3 hari terlewati, dan di waktu yang ditentukan, ketiga menteri pun menghadap.

“Wahai Sang Raja, inilah persembahan kami, kurma terbaik yang sudah saya isikan di karung saya. Semoga bisa menyenangkan hati baginda”,  kata para menteri. Namun apa jawaban Raja. Mohon maaf, saya sangat sibuk, tidak ada waktu untuk memeriksa karung Anda. Tapi, dengarkan keputusan penting saya. Mulai hari ini kalian semua saya pecat. Tidak hanya kupecat, juga saya penjarakan, dan selama di penjara, karung di kurma itulah yang jadi bekal kalian”.

Masing-masing menteri pun memberi respon yang berbeda.

Menteri A : Alhamdulillah, saya sudah isi karung saya dengan kurma terbaik.

Menteri B : saya menyesal, mengapa tidak semua saya isi dengan kurma yang baik.

Menteri C : mati saya…. kenapa saya isi tanah liat. saya menipu raja, malah saya yang jadi rugi.

Cerita di atas, ibarat perjalanan hidup kita di dunia ini. Masing-masing kita diberi karung oleh Allah untuk diisi bekal amal shaleh sebagai ‘makanan’ kita kelak di  akhirat. Dan tiap kita akan ‘dipecat’ dari hidup ini, dalam arti mati, meninggal dunia. Apapun yang kita isikan di ‘karung’ kita, sebenarnya bukan untuk keperluan Allah, tapi untuk keperluan kita sendiri. Maka siapa yang mengisi karungnya dengan isi yang terbaik, maka dia sendiri yang akan menikmatinya.

Allah berfirman :

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. Al Mulk : 2

Mati dan hidup adalah ujian. Siapa yang lulus? yang paling baik amalnya.

Bagi kita yang bekerja, apakah jadi guru, pedagang, pemimpin, karyawan dan lain sebagainya mari berbuat yang terbaik. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri.

Bagi kita yang jadi penuntut ilmu, mari belajar dengan baik. Cari ilmu sebanyak-banyaknya.

Akhirnya bagi kita yang masih hidup, mari isi hidup ini dengan amalan yang terbaik, dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

wallahu a’lam

 

syamril 
sore di wisma kalla (jam kerja sudah lewat)
kamis, 4 ramadhan 1432

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 5 =